PENGARUH PEMBERIAN TAMBAHAN KALSIUM DAN ESTROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN TULANG TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain Wistar): Suatu pendekatan fisiobiologis pertumbuhan tulang.

YULIATI, 090014140 M (2003) PENGARUH PEMBERIAN TAMBAHAN KALSIUM DAN ESTROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN TULANG TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain Wistar): Suatu pendekatan fisiobiologis pertumbuhan tulang. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2003-yuliati-672-kalsium-tkd_07-03.pdf

Download (584kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2003-yuliati-672-kalsium-tkd_07-03.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kekuatan tulang ditentukan oleh kepadatan dan tebal tulang. Selama tumbuh tulang bertambah panjang dan lebar. Proses remodeling tulang menyebabkan perubahan massa terjadi setiap saat sehingga tulang menjadi jaringan yang dinamis. Estogen telah diketahui dapat mempertahankan massa tulang dan tambahan kalsium diharapkan dapat meneegah penurunan massa tulang. Promosi tambahan kalsium untuk mempertahankan massa tulang banyak terdapat pacta masyarakat. Namun pengaruh tambahan kalsium tersebut terhadap pertumbuhan berat dan panjang tulang melalui mekanisme penebalan dan pemadatan tulang belum diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa tambahan kalsium disertai pemberian estrogen dapat meningkatkan berat, panjang, tebal dan kepadatan tulang. Rancangan penelitian adalah The Separate-Sample Pretest-Posttest Control Group Design. Hewan coba yang digunakan adalah Rattus norvegicus strain wistar jantan berusia 1,5 bulan, dibagi acak dalam lima kelompok yang masing-masing terdiri atas 9 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah tambahan kalsium laktat (Kalk) dengan dosis 27 mg/200 mg BB tikus/hari dan pemberian estrogen konjugasi (Premarin) dengan dosis 0,02 mg/200 mg BB tikus/hari selama 8 minggu. Penyesuaian dosis dilakukan setiap 2 minggu berdasarkan berat badan tikus. Unit analisis adalah tulang femur kiri yang dilakukan pengukuran berat (gram), panjang (cm), kepadatan (m/dtk) dan tebal (mikron). Pengambilan data kelompok separate pretest dilakukan pada awal perlakuan sedangkan kelompok perlakuan dan kontrol posttest dilakukan pada akhir waktu perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama perlakuan terdapat pertumbuhan berat, panjang, tebal dan kepadatan tulang, yaitu antara kelompok pretest (0,36 ± 0,029 gram, 2,71 ± 0,09 cm, 1474 ±53 m/dtk, 30 ± 5 mikron) dengan kelompok kontrol posttest (0,690 ± 0,062 gram, 3,34 ± 0,08 cm, 1532 ± 8 m/dtk, 42 ± 2 mikron) (Hotelling&#039;s trace, p&lt;0,05). Sedangkan hasil deskriptif masing-masing variabel berat, panjang, tebal dan kepadatan kelompok perlakuan adalah kelompok kalsium-{0,734 ± 0,049 gram, 3,37 ± 0,11 cm, 1557 ± 22 m/dtk, 50 ± 4 mikron), kelompok estrogen (0,633 ± 0,073 gram, 3,27 ± 0,16 cm, 1552 ± 17 m/dtk, 47 ± 4 mikron) dan kelompok kalsium+estrogen (0,685 ± 0,073 gram, 3,32 ± 0,11 cm, 1558 ± 21 m/dtk, 51 ± 5 mikron). Terdapat perbedaan respon perubahan seluruh variabel pada perlakuan (Hotelling&#039;s trace, p&lt;0,05). Hasil uji Manova terhadap respon perubahan pada perlakuan tambahan kalsium variabel berat tulang (0,04433 ± 0,048611 gram) berbeda signifikan dengan kelompok kontrol pastiest (p=0,013), sedangkan variabel-variabel (berat, panjang, tebal dan padat tulang) pada kelompok perlakuan yang terdapat pemberian estrogen yaitu kelompok estrogen (-0,0566 ± 0,073296 gram, -0,0689 : ± 0,1623 cm, 19,43 ± 17,14 m/dtk, 5,55± 3,94 mikron) dan kelompok kalsium+estrogen (-0,00533 ± 0,072974 gram, -0,0156 ± 0,1086 cm, 25,78 ± 20,62 m/dtk, 8,89± 4,82 mikron) tidak berbeda dengan kelompok kontrol perlakuan. Hasil analisis diskriminan hanya mendapatkan variabel berat tulang sebagai variabel pembeda namun variabel tersebut tidak mempunyai kontribusi penjelasan teori. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan bahwa ada hubungan proses peningkatan berat dan panjang tulang yang didukung oleh peningkatan tebal tulang, namun belum diikuti oleh pemadatan tulang. Dengan demikian tambahan kalsium pada masa pertumbuhan tulang memacu perturnbuhan berat dan panjang tulang yang didukung mekanisme penebalan tulang, namun belum diikuti pemadatan massa tulang. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: TKD 07/03 Yul p
Uncontrolled Keywords: Calcium, estrogen, bone growth, bone mass, bone thickness
Subjects: R Medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
YULIATI, 090014140 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSUNARKO SETYAWAN, Dr. dr. MS.UNSPECIFIED
ContributorPAULUS LIBEN, Dr. dr. MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 18 Jun 2017 17:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34864
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item