PERBEDAAN POLA HEMAGLUTINASI ESCHERICHIA COLI DIAREGENIK (EPEC DAN ETEC) DENGAN ESCHERICHIA COLI FLORA NORMAL : Penelitian observasional laboratoris.

Juniastuti, 090014139 (2003) PERBEDAAN POLA HEMAGLUTINASI ESCHERICHIA COLI DIAREGENIK (EPEC DAN ETEC) DENGAN ESCHERICHIA COLI FLORA NORMAL : Penelitian observasional laboratoris. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5.pdf

Download (386kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2003-juniastuti-683-hemaglutin-tkd_18-03.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyebab diare di Surabaya yang diteliti dari tahun 1992 s.d. 1999 oleh Iwanaga dkk (1993), Nakasone dkk (1994), Wasito dkk (1999) dan Wasito dkk (2000) didominasi oleh bakteri enteropatogen E. coli diaregenik, dengan frekuensi terbanyak EPEC dan disusul oleh ETEC. Diare karena ETEC disebabkan adanya stimulasi adenylcyclase intrasel oleh labile toxin (LT) atau guanylate cyclase oleh heat stable toxin (STA) pada sel-sel epitel mukosa usus halus sehingga menyebabkan kenaikan permeabilitas yang berakibat sekresi natrium dan air ke dalam usus halus, atau sekresi bikarbonat oleh STB Selain enterotoxin, yang harus dimiliki pula oleh ETEC untuk menyebabkan diare yaitu adhesin; dan adhesin terpenting untuk kolonisasi ETEC pada mukosa usus manusia yaitu CFA/I dan CFA/II lebih daripada pili tipe 1 (Salyers, 1994, Lewis, 1997). Sedangkan terjadinya diare karena EPEC masih belum diketahui pasti. Patogenesisnya lebih kompleks daripada ETEC dan diyakini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama yaitu non intimate binding yang diperantarai pili (bfp). Tahap kedua, adhesi bakteri pada sel inang mencetuskan tranduksi sinyal, yang berhubungan dengan aktivasi kinase tirosin sel inang dan menyebabkan kenaikan level Ca2+ intraseluler sel inang. Tahap ketiga, yaitu intimate binding dan actin rearrangement yang ekstensif di sekitar bakteri. Pada banyak penderita, dilihat dengan mikroskop elektron, EPEC melekat erat dengan permukaan mukosa dan sebagian dikelilingi oleh pedestals (attaching and effacing) pada permukaan enterosit dan pada area perlekatan EPEC, brush border mikrovili menjadi hilang. Perlekatan EPEC pada sel-sel inang dan kerusakan kekuatan absortif pada sel-sel mukosa yang rusak ini mungkin bertanggung-jawab pada terjadinya diare karena EPEC (Salyers, 1994, Lewis, 1997). Hemaglutinasi (HA) dapat dianggap sebagai model adhesiveness in vitro yang berkaitan dengan pili atau fimbriae E. coli, yang menggunakan bermacam macam species eritrosit. E. coli dapat menghasilkan bervariasi surface-associated hemagglutinin, karena itu harus dibuat kriteria untuk mengklasifikasi dan meginterprestasi hasil uji HA. Sistem typing dengan HA telah dikembangkan untuk identifikasi presumtif ETEC yang mempunyai CFA/I atau CFA/II (Evans dkk, 1979). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pola HA antara E. coli diaregenik (EPEC dan ETEC) dengan E. coli flora normal. Uji HA dilakukan dengan metode slide, dan menggunakan 5 macam species eritrosit yaitu ayam, domba, marmut, golongan A manusia dan sapi, Uji HA dilakukan dengan atau tanpa penambahan D-mannose. Studi ini dilakukan secara observasional laboratory menggunakan medium 2% pepton - 0.5% Na CI - 2% agar. Sampel yang diuji adalah 29 strain EPEC, 13 strain ETEC dan 29 strain E. coli flora nonna1- Sampel-sampel ini didapat dari stock culture E. coli di Laboratorium Gastroenteritis, TDC, UNAIR dan di Instalasi Mikrobiologi Klinik, Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya. Penentuan kategori EPEC, ETEC dan E. coli flora normal dilakukan secara serogruping O. Analisis data penelitian ini menunjukkan secara umum, bahwa terdapat perbedaan basil uji HA antara E. coli diaregenik (EPEC dan ETEC) dengan E. coli flora normal menggunakan 5 macam species eritrosit, dengan.p=O.OOOOO. Secara rinci, terdapat perbedaan HA antara EPEC, ETEC dan E. coli flora normal dengan menggunakan eritrosit ayam (p=O.OOOO3); menggunakan eritrosit domba, marmut, golongan A manusia (masing-masing p=O.OOOOO); dan menggunakan eritrosit sapi(p=O.OOOO2). Tampaknya, tiap kategori E. coli mempunyai pola HA berbeda dan bersifat species specific. Dengan banyaknya macam rangkaian pola HA pada tiap kategori E. coli dan juga beberapa rangkaian pola HA yang tumpang tindih antara EPEC, ETEC dan E. coli flora normal; tampaknya kharakter EPEC, ETEC dan E. coli flora normal sangat kompleks untuk dimlai dengan uji HA sederhana ini. Kekompleksan tersebut mungkin dipengaruhi oleh heterogenesitas tipe HA pada tiap kategori E. coli, jumlah reseptor untuk hemaglutinin atau adhesin yang lebih dari satu pada eritrosit, macam medium untuk mengekspresikan tipe hemaglutinin atau adhesin, adanya subkultur serta peranan golongan darah pada kelima macam species eritrosit atau bahkan heterogenesitas antigen kompleks yang individual dalam tiap species eritrosit tesebut. Kiranya rancangan sederhana hemaglutinin atau adhesin berdasar HA tidaklah adekuat. HA saja bukanlah alat yang sesuai untuk menunjukkan tipe hemaglutinin atau adhesjn yang khas dalam tiap kategori E. coli. Namun, adanya sistem typing MRHA (Mannose-Resistant Haemagglutination) E. coli; patogen berguna untuk screening awal, karena tiap kategori E. coli mempunyai special range of cells di mana ia melekat. Penggunaan banyak species eritrosit memungkinkan dapat mendeteksi hemaglutinin atau adhesin yang berbeda. Dari penelitian ini, secara umum, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pola HA antara E. coli diaregenik (EPEC dan ETEC) dengan E. coli flora normal </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKD 18/03 Jun p
Uncontrolled Keywords: HEMAGLUTINASI; ESCHERICHIA COLI; DIAREGENIK
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
Juniastuti, 090014139UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEddy Bagus Wasito, Dr.,dr.,MS.,SpMKUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 18 Jun 2017 17:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34874
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item