PENGEMBANGAN SISTEM DAN PROSEDUR KEUANGAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SWADANA Dr. SOEDONO MADIUN : Analisis faktor ketidaksesuaian pencatatan keuangan di BAgian rekam meddik dan BAgian keuangan.

H. SUHARYONO, 099913589M (2001) PENGEMBANGAN SISTEM DAN PROSEDUR KEUANGAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SWADANA Dr. SOEDONO MADIUN : Analisis faktor ketidaksesuaian pencatatan keuangan di BAgian rekam meddik dan BAgian keuangan. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
3.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2003-suharyono2c-713-pengembang-tka_08-03.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rumah Sakit merupakan tumpuan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam krisi ekonomi seperti ini, rumah sakit pemerintah merupakan salah satu tujuan untuk tempat rujukan. Agar rumah sakit dapat bertahan dan mampu memberi pelayanan yang memadai, apalagi Rumah Sakit Dr.Soedono Madiun telah berstatus unit swadana. Pada awal survey diketemukan, bahwa pencatatan keuangan rawat inap selalu tidak sama antara bagian keuangan dan bagian rekam medik. Ada empat faktor yang menjadi sasaran penelitian ini yaitu : Faktor sumberdaya manusia, sarana penunjang, pelaksanaan protap keuangan serta pengendalian dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sistem dan prosedur keuangan berdasarkan analisis faktor sumberdaya manusia, evaluasi sistem dan prosedur keuangan yang ada, evaluasi sistem pengawasan dan pengendalian sera analisis ketersediaan sarana penunjang pencatatan keuangan rawat inap. Penelitian ini merupakan evaluasi penelitian. Data diambil seeara cross sectional. Sebagai responden 22 petugas pengelola keuangan, sedang data diambil dari dokumen rekam medik yang diambil secara simple random sampling, dan laporan keuangan. Berdasarkan analisis hasil penelitian diketahui bahwa petugas pengelola keuangan rawat inap tidak memahami protap keuangan, sekalipun pengalaman mereka cukup dan motivasi petugas tinggi. Sarana penunjang selalu tersedia apabila diperlukan.Protap keuangan hanya ada satu buah dan berada di bagian , di bagian lain tidak ada protap tersebut, serta tidak pernah disosialisasikan kepada petugas. Pembinaan sumberdaya manusia, pengendalian dan pengawasan petugas pengelola keuangan rawat inap tidak pemah dilakukan. Pembayaran fisik uang dapat terjadi diberbagai instalasi penunjang, dimana kondisi ini dapat mempengaruhi petugas untuk berbuat tidak baik. Dari hasil Nominal Group Technique ( NGT) dsepakati ada lima proritas untuk memecahkan masalah yaitu : diterbitkannya protap keuangan baru, pelatihan SDM, loket pembayaran satu pintu untu menghdari pembayaran di berbagai tempat, peningkatan supervisi keuangan serta penyederhanaan formulir. Berdasarkan kelima kegiatan prioritas tersebut dapat dipilih salah satu dari tiga alternatip pengembangan sistem dan prosedur yaitu : sistem pembayaran satu pintu di bendaharawan, sistem pembayaran banyak pintu antara lain seluruh instalasi penunjang dan sistem pembayaran awal, dengan menaruh uang muka sebagai deposit yang dapat berjangka setiap tiga hari atau seminggu sekali diisi. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 08/03 Suh p
Uncontrolled Keywords: Hospital Information System; Hospital Financial Controlle; Medical Record System
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA299.6-433 Analysis
T Technology > T Technology (General) > T58.6-58.62 Management information systems
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
H. SUHARYONO, 099913589MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorStefanus Supriyanto, Dr.,dr.,MSUNSPECIFIED
ContributorNyoman Anita Damayanti, Dr.,drg.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 18 Jun 2017 20:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34892
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item