ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR AKADEMI KESEHATAN UNTUK BERUBAH MENJADI POLITEKNIK KESEHATAN : Studi kesiapan faktor kurikulum dan faktor sumber daya manusia dalam pelaksanaan Politeknik Kesehatan di Makasar.

Bahtiar, 090014018-M (2002) ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR AKADEMI KESEHATAN UNTUK BERUBAH MENJADI POLITEKNIK KESEHATAN : Studi kesiapan faktor kurikulum dan faktor sumber daya manusia dalam pelaksanaan Politeknik Kesehatan di Makasar. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7.pdf

Download (307kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2003-bahtiar-774-infrastruk-tka_25-03-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Politeknik kesehatan Makassar merupakan salah satu dari 32 politeknik kesehatan di Indonesia. Berdiri atas dasar SK Menkes-Kessos RI. Nomor: 298/Menkes-Kessos/SK/IV2001 tanggal 16 April 2001 tentang Organisasi dan Tata Laksana Politeknik Kesehatan. Politeknik kesehatan Makassar merupakan penggabungan dari 8 institusi akademi kesehatan milik Departemen Kesebatan Rl. memiliki 7 (tujuh) jurusan yaitu: (1) Farmasi, (2) Fisioterapi, (3) Gizi, (4) Kebidanan, (5) Keperawatan yang mempunyai dua program studi: (a) Tidung, (b) Banta-bantaeng, (6) Kesehatan Gigi dan (7) Kesehatan Lingkungan. Terjadinya perubahan status kelembagaan dari akademi kesehatan menjadi politeknik kesehatan mengakibatkan terjadinya perubahan kebutuhan terhadap infrastruktur meliputi kurikulum dan sumber daya manusia dalam pelaksanaan politeknik kesehatan. Sebelum pelaksanaan politeknik kesehatan ada beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain kurikulum dan sumber daya manusia. Pada saat ini Politeknik kesehatan masih menggunakan kurikulum Diploma III kesehatan dan distribusi sumber daya manusianya tidak merata. Untuk mengetahui kesiapan tersebut dilakukan suatu studi analisis di Politeknik Kesehatan Makassar Sulawesi Selatan pada tahun 2002. dengan tujuan untuk mengevaluasi kesiapan faktor kurikulum dan sumberdaya manusia dalam pelaksanaan Politekmk kesehatan di Makassar. Penelitian tersebut bersifat ex post facto, menurut waktu pelaksanaannya termasuk Cross Sectional Study. Hasil analisis berdasarkan uji statistika deskripsi menunjukan bahwa kurikulum politeknik kesehatan belum siap, ketidaksiapan disebabkan belum dikeluarkannya kurikulum politeknik kesehatan oleh Pusdiknakes Depkes Rl. Sedangkan sumber daya manusianya dinyatakan siap, namun masih ada SDM yang belum memenuhi persyaratan pendidikan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama bagi tenaga sebanyak 13,75 % (N=349) dan staf adminisrasi sebanyak 7,16 %. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa penggabungan mata kuliah dapat dilakukan dengan persyaratan jurusan yang sama, dengan mempertimbangkan lokasi yang tidak jauh dan jumlah mahasiswa tidak lebih darI 80 mabasiswa. Apabila jurusan berbeda maka persyaratan tersebut diatas ditambah persyaratan lain diantaranya, nama, isi dari tujuan pembelajaran mata kuliah tersebut sama, serta waktu penyajian pada semester yang sarna. Upaya untuk mengatasi penggabungan tersebut, dilakukan koordinasi dengan pusat dan koordinasi antar jurusan serta memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kepada mereka yang pendidikannya belum memenuhi persyaratan yang ditentukan. Simpulan dari penelitian ini. dari faktor kurikulum politeknik kesehatan Makassar belum siap, ketidak siapan disebabkan belum dikeluarkannya kurikulum untuk politeknik kesehatan oleh Pusdiknakes Depkes RI sebagai lembaga yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Politeknik kesehatan secara Nasional. Sedangkan faktor SDM dinyatakan telah siap baik secara kualitas dan kuantitas. Mengenai infrastruktur jika terjadi kesamaan pada faktor kurikulum dan SDM dapat digabung dengan persyaratan bila jurusan memiliki mata kuliah yang nama, isi, dan tujuan pembelajarannya sama serta waktu penyajiann pada semester yang sama dan tempatnya berdekatan. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meyempurnakan kesiapan tersebut adalah kurikulum D III Kesehatan yang lama masih dapat digunakan sesuai petunjuk tertulis dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI. dari membina koordinasi antar jurusan yang ada pada Politeknik kesehatan Makassar serta perlu meningkatkan koordinasi dengan Pusat Pendidikan Tenaga kesehatan Depkes RI untuk kesiapan kurikulum tersebut. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 25/03 Bah a
Uncontrolled Keywords: Reading to change; Curriculum; Human Resources and health polytechnic
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA299.6-433 Analysis
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Bahtiar, 090014018-MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNyoman Anita Damayanti, Dr.,Drg.,MSUNSPECIFIED
ContributorPaul Sahetapy Engel, Sp.A.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 18 Jun 2017 21:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34939
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item