EVALUASI PELAKSANAAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PESERTA PELATIHAN PADA BALAI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KB SURABAYA

IBRAHIM NINGKEULA, 099973361M (2001) EVALUASI PELAKSANAAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PESERTA PELATIHAN PADA BALAI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KB SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7.pdf

Download (574kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s3-2004-ningkeula2c-988-pelatihan-09991336-m.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan suatu organisasi adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Hal tersebut dapat terwujud melalui menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan karyawan. Inti daripada penelitian ini adalah evaluasi pelaksanaan pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta pelatihan yang dilaksanakan di Balai Pelatihan dan Pengembangan KB Surabaya, dengan tujuan mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pelatihan konseling yang dilaksanakan di Balai Pelatihan dan Pengembangan KB Surabaya.. Untuk maksud tersebut telah dilakukan evaluasi terhadap proses pelatihan secara holistik mulai dari input, proses dan output. Input adalah peserta pelatihan, sedangkan proses adalah tahap pelaksanaan pelatihan. Dalam penelitian ini ditemui permasalahan pada asupan yaitu tingkat pendidikan salah seorang pelatih tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan yaitu hanya tamatan sekolah Bidan. Seharusnya tingkat pendidikan seorang pelatih minimal Sarjana (SI). Sedangkan permasalahan pada proses pelatihan adalah prosedur pelatihan belum sesuai dimana pelatihan tidak didasarkan pada perumusan kebutuhan pelatihan yang mencerminkan kebutuhan individu, pekerjaan/job atau kebutuhan organisasi, akan tetapi didasarkan pada pedoman dari BKKBN pusat. Sebagaimana diketahui bahwa perumusan kebutuhan pelatihan ini merupakan tahap yang sangat vital dalam suatu proses pelatihan karena akan menentukan sasaran, tujuan serta metode pelatihan yang akan digunakan. Apabila kebutuhan pelatihan ini dapat dirumuskan secara tepat, dapat dipastikan pelatihan akan memberikan dampak yang positif dalam pencapaian tujuan pelatihan. Output daripada pelatihan adalah berupa peningkatan pengetahuan dan sikap peserta pelatihan. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap peserta pelatihan dilakukan dengan membandingkan hasil post test dengan pre test baik untuk aspek pengetahuan maupun sikap, kemudian diuji dengan uji t. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada t tabel yang berarti bahwa pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap peserta pelatihan, baik pada penelitian pertama maupun kedua. Dengan demikian tujuan daripada pelatihan konseling ini tercapai sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan tersebut efektif. Kalau dibandingkan nilai tHitung pada penelitian pertama dengan nilai tHitung pada penelitian kedua ternyata nilai tHitung pada penelitian pertama lebih besar. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa penelitian pertama lebih berkualitas daripada penelitian kedua. Hal ini disebabkan karena pada saat penelitian kedua dilaksanakan ada pula kegiatan lain yaitu orientasi bagi para dokter muda dari Universitas Airlangga yang pelaksanaannya di kampus Fakultas Kedokteran dan melibatkan para pelatih, sehingga menyita waktu dan tenaga mereka. Kadang-kadang peserta harus menunggu beberapa menit karena harus menunggu pelatih dari kegiatan orientasi tersebut. Menyangkut masalah efisiensi dapat diketahui dengan membandingkan input dengan output daripada pelatihan tersebut, dimana yang dimaksudkan dengan input adalah jumlah dana yang digunakan dalam pelatihan sedangkan output adalah peserta pelatihan. Dari hasil perbandingan tersebut ternyata unit cost aktual untuk satu orang peserta lebih besar daripada unit cost standar yang ditentukan baik pada penelitian pertama maupun kedua. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelatihan ini tidak efisien. Akan tetapi kalau dibandingkan antara pelatihan pertama dengan pelatihan kedua dapat dikatakan bahwa pelatihan pertama lebih efisien karena unit cost aktual yang digunakan lebih kecil daripada unit cost aktual pada pelatihan kedua. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPS.20/03 Nin e
Uncontrolled Keywords: EMPLOYEES, TRAINING OF; PERSONNEL MANAGEMENT
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
IBRAHIM NINGKEULA, 099973361MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
Contributorharyadi soeparto, Dr.,dr.,MScUNSPECIFIED
Contributorjusuf irianto, Drs.,M.ComUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Jun 2017 17:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35002
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item