PERBEDAAN PERKEMBANGAN (MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN KEPRIBADIAN) PADA ANAK USIA 12-18 BULAN ANTARA STATUS GIZI KURANG DAN STATUS GIZI NORMAL : studi di wilayah kerja Puskesmas Porong-Sidoarjo.

Jujuk Proboningsih, 090013936M (2002) PERBEDAAN PERKEMBANGAN (MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN KEPRIBADIAN) PADA ANAK USIA 12-18 BULAN ANTARA STATUS GIZI KURANG DAN STATUS GIZI NORMAL : studi di wilayah kerja Puskesmas Porong-Sidoarjo. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2004-probonings-874-tkm_36-03.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7.pdf

Download (375kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan manusia merupakan proses berkelanjutan dimulai dari konsepsi sampai dewasa. Untuk berkembang seseorang memerlukan zat gizi (energi, protein dan mikronutrien) terutama anak anak, karena pada masa anak-anak inilah perkembangan bejalan cepat. Zat gizi (energi, protein dan mikronutrien ) yang dibutuhkan didapat dari makanan yang dikonsumsinya. Selain itu. zat gizi juga diperlukan untuk perkembangan otak yang pada gilirannya sangat berpengaruh terhadap, perkembangan anak. Penelitian tentang perbedaan perkembangan anak usia 12 18 bulan antara yang berstatus gizi kurang dan yang berstatus gizi normal ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Porong Sidoarjo. Sebagai penentuan status gizi disini peneliti memakai ketentuan bahwa anak dengan BB/TB dan atau TB/U kurang dari 2 SD dikategorikan sebagai gizi kurang sedangkan anak dengan BB/TB dan TB/IJ lebih dari sama dengan 2 SD dikategorikan sebagai gizi normal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional yang bersifat analitik dengan teknik pengambilan data cross sectional dan teknik analisis regresi logistik ganda yang diolah dengan paket komputer dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada kelompok status gizi normal ada. 78,6 persen dengan perkembangan normal dan 21,4 persen dengan perkembanganada hambatan. Sedangkan pada kelompok status gizikurang, sebanyak 53,6 persen dengan perkembangan normal dan. 46,4 persen dengan perkembangan ada hambatan. Dengan uji statistik chi square tidak ada perbedaan yang bermakna perkembangan anak antara. status gizi normal dan status gizi kurang (p = 0,09). Dengan uji regresi logistik tidak ada hubungan yang bermakna antara, status gizi dengan perkembangan (p = 0,053). Tetapi setelah dilakukan uji statistik untuk status gizi dengan indikator z score untuk TB/U didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan ( p = 0,029). Hal ini menunjukkan bahwa pernakaian indeks penentuan status gizi yang seharusnya adalah TB/U karena menggambarkan status gizi dalarn jangka waktu lampau. (kronik). Disarankan agar penelitian yang menggunakan masalah serupa untuk menggunakan status gizi dengan indikator TB/U, stimulasi dimasukkan sebagai salah satu variabel penelitian dan menggunakan sampel yang lebih besar supaya tercapai ketelitian dalam penelitian yang optimal dan obyektif

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM 36/03 Pro p
Uncontrolled Keywords: Nutritional status, development (gross motoric, fine motor adaptive, language and personal social).
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Jujuk Proboningsih, 090013936MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Wirjatmadi, Prof.,dr.,MS.,MCN.,PhDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 20 Sep 2016 02:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35069
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item