INISIASI DAN ANALISIS KANDUNGAN KIMIA KULTUR PUCUK Fagraea blumei G.Don

Mahdalena, 090014157M (2003) INISIASI DAN ANALISIS KANDUNGAN KIMIA KULTUR PUCUK Fagraea blumei G.Don. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2004-mahdalena-913-tf_10-03.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
9.pdf

Download (251kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fagraea blumei secara etnomedisin digunakan sebagai obat sakit kepala dan demam. Sedangkan hasil penelitian terhadap ekstrak metanol kulit batang dan daun mempunyai kandungan kimia senyawa glikosida iridoid yang mempunyai aktivitas sebagai anti radikal bebas, sehingga tanaman ini mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat yang berasal dari tanaman. Mengingat habitat tumbuhnya yang sulit dijangkau sehingga sulit untuk memperolehnya yaitu pada hutan primer dan sekunder, tanah yang basah yang terkena sinar matahari dan pada ketinggian 1200 - 2200 m di atas permukaan laut maka untuk memudahkan memperolehnya sebagai bahan penelitian dilakukan upaya dengan menggunakan teknik kultur jaringan tanaman. Dengan melakukan penyemaian biji dari buah Fagraea blumei pada media MS yang ditambah hormon pertumbuhan Benziladenin dengan konsentrasi 2 ,0 mg/l dan 4 mg/l dapat dibuat kultur pucuknya. Untuk mengetahui kandungan kimia dari kultur pucuk Fagraea blumei maka dilakukan analisis baik pada ekstrak maupun isolatnya. Hasil analisis ekstraknya secara TLC dan TLC-Densitometer menunjukkan adanya perbedaan antara kandungan kimia kultur pucuk dengan daun Fagraea blumei. Isolasi dengan kromatografi kolom terhadap ekstrak metanol kultur pucuk menghasilkan 2 (dua) fraksi yaitu fraksi 1 ( Frl ) dan fraksi 2 ( Fr2 ) yang kemudian dianalisis dengan HPLC-DAD dan HPLC-MS. Hasil analisisnya menunjukkan Frl dan Fr2 belum murni sehingga untuk analisis dengan HPLC-MS dilakukan pemurnian terlebih dahulu. Karena komponen yang dominan pada Frl sama dengan yang terdapat pada Fr2 maka selanjutnya yang dimurnikan adalah Fr2. Sebelum dilakukan pemurnian, komponen Fr2 dipisahkan terlebih dahulu dengan Vacum Kromatografi dan menghasilkan 3 (tiga) fraksi ( Fr2A, Fr2B dan Fr2C). Karena komponen yang dominan yang terdapat pada Fr2B dan Fr2C mempunyai waktu retensi yang sama dengan yang terdapat pada Fr2A maka yang dimurnikan dengan HPLC - preparatif dan dianalisis dengan HPLC-MS adalah Fr2A. Pemurnian Fr2A dengan HPLC-preparatif menunjukkan ada 3 (tiga) komponen yang dominan ( Fr2A-l ; Fr2A-2 dan Fr2A-3 ) yang setelah di analisis dengan HPLC-MS menunjukkan ke 3 komponen tersebut masing-masing mempunyai bobot molekul 356; 358 dan 504.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TF 10/03 Mah i
Uncontrolled Keywords: Fagraea blumei; Ekstrak metanol kulit dan daun ; Kandungan senyawa ; Glikosida iridoid
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA299.6-433 Analysis
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Mahdalena, 090014157MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunawan Indrayanto, Prof.,Dr.,rer.,nat.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 20 Sep 2016 01:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35095
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item