KEDUDUKAN BADAN PENGURUS MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN

H. Sutoko, - (2004) KEDUDUKAN BADAN PENGURUS MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Yayasan adalah sebagai salah satu badan hukum menurut undang undang Nomor 16 Tahun 2001,untuk mencapai suatu tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota,serta mempunyai organ organ yang terdiri Pembina,Pengawas dan Pengurus. Pengurus adalah organ yayasan yang mempunyai tanggungjawab penuh atas kepengurusan yayasan untuk kepentingan serta tujuan yayasan baik didalam maupun diluar pengadilan.Kewenangan Pengurus yayasan dapat dibedakan menjadi 2 [dua] macam ;,yaitu pengurusan dalam arti sempit[daden van beheer] dan menjalankan pekerjaan pemilikan dan penguasaan [daden van bescikking]. Segala tindakan pengurus yayasan yang dilakukan secara sah,maka tindakan itu dapat diartikan sebagai tindakan Yayasan,segala konsekuensi atas tindakan itu baik ataupun buruk akan menjadi tanggung jawab Yayasan. Dalam hal hal tertentu,baik menurut ajaran hukum [dokrin] maupun peraturan Perundang undangan ada beberapa perkecualian terhadap tanggung jawab Pengurus dalam Yayasan.Ada beberapa tindakan pengurus yang tidak dipandang Sebagai tanggung jawab Yayasan selaku badan hukum, sehingga pengurus juga harus turut bertanggungiawab secara pribadi dari harta kekayaanya sendiri dalam Hal hal; [I] Anggaran dasar yang telah mendapat pengesahan tetapi belum Diumumkan dalam Berita Negara oleh pengurus [2] Pengurus melanggar ketentuan dalam anggaran dasar Yayasan. [3] Pengurus bersalah atau lalai dalam mengurus Yayasan [4] Pengurus melanggar ketentuan sehubungan dengan terjadinya penggabungan Yayasan . [5] Pengurus terbukti bersalah melakukan kesalahan yang menyebabkan Yayasan dinyatakan pailit. Serta menurut ajaran hukum [doktrin ] Pengurus juga harus ikut serta bertanggung jawab secara pribadi terhadap perbuatan perbuatan hukum yang dilakukan dalam rangka penyalahgunaan badan hukum[misbruik van rechtspersoon] atau melanggar ultra vires yang belum diatur secara tegas dalam UUY. Tanggungjawab Pengurus terhadap Yayasan adalah bersifat residual[sisa] dalam arti Pengurus baru turut bertanggungjawab secara pribadi dari harta kekayaanya sendiri apabila harta kekayaan yayasan tidak cukup untuk membayar utang utangnya. Namun jika harta kekayaan yayasan masih cukup,maka pengurus menjadi tidak turut bertanggung jawab.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 48/03 Sut k (tidak ada file full text dan abstrak)
Uncontrolled Keywords: Foundations
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM826 Social institutions
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3400-3431 Administrative law > K3420-3431 Administrative organization
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB1468-1550 Social laws and legislation. Welfare. Charities
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
H. Sutoko, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBasuki Rekso Wibowo, -UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 2016
Last Modified: 23 Sep 2016 08:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35100
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item