PERBEDAAN CERAMAH DENGAN DISKUSI KELOMPOK DAN CERAMAH DENGAN PERMAINAN SIMULASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN NGANJUK

Ganif Djuwadi, 099913552M (2002) PERBEDAAN CERAMAH DENGAN DISKUSI KELOMPOK DAN CERAMAH DENGAN PERMAINAN SIMULASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN NGANJUK. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35174.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit kusta masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Nganjukjumlah penderta kusta yang terdaftar sampai dengan 31 Maret 2001 adalah 165 orang (0,017%) dari jumlah penduduk sebanyak 993.574. jiwa Masih banyak anggapan salah di masyarakat yang menghambat program pemberantasannya yang menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat dan sikap masyarakat pada penderita kusta kurang. Keberhasilan penanggulangan kusta sebagian tergantung pada petugas kesehatan maupun penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di sekitar penderita kusta. Metoda ceramah dan diskusi kelompok paling biasa digunakan pada praktek penyuluhan kesehatan, sedangkan metoda permainan simulasi jarang digunakan. Namun demikian efektifitas metode-metode tersebut belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pengetahuan masyarakat tentang penyakit kusta dan sikap masyarakat pada penderita penyakit kusta antara ceramah dengan diskusi kelompok dan ceramah dengan permainan simulasi, serta menganalisis metode yang lebih baik diantara keduanya. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk pada tanggal 19 dan 22 Nopember 2001 terhadap 42 sampel, dipilih secara random, kemudian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang mendapat intervensi ceramah dan diskusi kelompok dan kelompok ceramah dengan permainan simulasi. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan comparison pre-test post-test design. Berdasarkan hasil uji-t untuk dua sampel berpasangan ditemukan ada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit kusta dan sikap masyarakat pada penderita penyakit kusta setelah diberikan ceramah dengan diskusi kelompok, dimana untuk variabel pengetahuan nilai p<0,05 dan variabel sikap nilai p<0,05. Pada kelompok sampel yang diberikan intervensi ceramah dengan permainan simulasi, untuk variabel pengetahuan tentang penyakit kusta didapatkan nilai p>0,05 berarti tidak ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi sedangkan untuk variabel sikap nilai p<0,05 yakni ada perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil komparasi antara kedua metode gabungan ditemukan bahwa ceramah dengan diskusi kelompok lebih baik dibandingkan dengan ceramah dengan permainan simulasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat pada penderita penyakit kusta. Hal ini terlihat dari uji t dua sampel tidak berpasangan dimana variabel pengetahuan nilai p<O,05 dan variabel sikap nilai p<0,O5 Dengan demikian dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat diharapkan menggunakan metode gabungan ceramah dengan diskusi kelompok.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM 52/03 Dju p
Uncontrolled Keywords: Lecture, group discussion, simulation game, knowledge, attitude, community, leprosy
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
K Law > KB Religious law in general
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
Ganif Djuwadi, 099913552MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Bagus Qomaruddin, Drs.,M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 20:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35174
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item