PENGARUH METILTESTOSTERON DAN SUHU MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP DAYA TETAS, DAYA HIDUP, RASIO SEKS JANTAN DAN TINGKAT AGRESIFITAS IKAN CUPANG / BETTA SPLENDENS : Penelitian Eksperimental Laboratoris

Is Yuniar, 090014093M (2003) PENGARUH METILTESTOSTERON DAN SUHU MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP DAYA TETAS, DAYA HIDUP, RASIO SEKS JANTAN DAN TINGKAT AGRESIFITAS IKAN CUPANG / BETTA SPLENDENS : Penelitian Eksperimental Laboratoris. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35199.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan cupang/Betta splendens, sebagai ikan hias air tawar yang banyak digemari masyarakat, di dalam maupun luar negeri. Permintaan pasar ditujukan pada Betta splendens yang berjenis kelamin jantan. Untuk itu perlu adanya upaya manipulasi untuk menghasilkan ikan Betta splendens jantan. Upaya manipulasi tersebut selain penggunaan hormon juga dengan manipulasi lingkungan, yaitu suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hormon metiltestosteron dan suhu media pemeliharaan serta interaksi keduanya terhadap daya tetas, daya hidup, rasio seks jantan dan tingkat agresifitas ikan Betta splendens. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 4 dimana faktor pertama adalah hormon metiltestosteron (A) yang terdiri dari: 0 ppm (A1), 5 ppm (A2) , 10 ppm (A3),dan 15 ppm (A4). Sedangkan faktor kedua adalah suhu media pemeliharaan (B) yang terdiri dari: suhu 21°C (B1), suhu 24 °c (B2), suhu 27 °c (B3) dan suhu 30 °c (B4). Dari hasil penelitian disimpulkan, bahwa peningkatan dosis metiltestosteron dapat menurunkan daya tetas telur (DT) ikan Betta splendens, tetapi dapat meningkatkan daya hidup (DH) dan rasio seks jantan (RS) ikan Betta splendens sampai dosis 10 ppm, Suhu media pemeliharaan berpengaruh terhadap daya hidup (DH) dan rasio seks jantan (RS) ikan Betta splendens, tetapi tidak berpengaruh terhadap daya tetas (DT). Interaksi hormon dengan suhu berpengaruh terhadap rasio seks jantan, tetapi tidak berpengaruh terhadap daya tetas dan daya hidup. Pada penggunaan dosis metiltestosteron 0 ppm/kontrol diperoleh persentase daya tetas terbaik, yaitu sebesar 84,2 %. sedangkan daya tetas terendah diperoleh pada dosis 15 ppm, yaitu sebesar 55,94 %. Pada penggunaan dosis metiltestosteron 10 ppm diperoleh rata-rata daya hidup ikan Betta splendens tertinggi yaitu sebesar 14,29 %. Pada media pemeliharaan 30 °c diperoleh rata-rata persentase daya hidup tertinggi yaitu sebesar 13 %. Sedangkan kombinasi dosis metiltestosteron dengan suhu media pemelihaan, rata-rata persentase daya hidup tertinggi pada kelompok A2B3 yaitu sebesar 16,41 %. Rasio seks jantan tertinggi terjadi pada dosis metiltestosteron 10 ppm yaiitu sebesar 80.72 %. Pada suhu 30 °C diperoleh rasio seks tertinggi yaitu sebesar 82,84 %. Kombinasi suhu media pemeliharaan dan dosis metiltestosteron diperoleh rata-rata persentase rasio seks tertinggi diperoleh pada A2B4 yaitu sebesar 91,83 %. Metiltestosteron yang mempengaruhi tingkat agresifitas ikan Betta splendens adalah pada kelompok perlakuan A2 (10 ppm) dan A3 (15 ppm). Suhu media pemeliharaan yang mempengaruhi tingkat agresifitas , pada kelompok perlakuan B3(27 °C) dan B1 (30 °C)

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TBR.04/04 Yun p
Uncontrolled Keywords: Betta splendens, Methyltestosteron, Water temperature rearing, Hatching rate, Survival rate, Male sex ratio, Aggressiveness.
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
T Technology
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
Is Yuniar, 090014093MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH. Soehartojo Hardjopranjoto, Prof.,Dr.,drh.,MScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 20:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35199
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item