Respon Viabilitas Benih Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) Sebagai Hijauan Pakan Ternak Terhadap Perlakuan Osmoconditioning Dalam Mengatasi Salinitas : Penelitian Experimental

Dwi Setyo Rini, 090114268M (2003) Respon Viabilitas Benih Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) Sebagai Hijauan Pakan Ternak Terhadap Perlakuan Osmoconditioning Dalam Mengatasi Salinitas : Penelitian Experimental. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
8.pdf

Download (591kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35201_Part1.pdf

Download (594kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35201_Part2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35201_Part3.pdf

Download (525kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salinitas merupakan salah satu bentuk stress lingkungan yang dapat menurunkan produktivitas tanaman karena menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Respon tanaman dalam mengatasi salinitas demikian komplek karena melibatkan perubahan morfologi, fisiologi dan proses metabolisme di dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan osmoconditioning terhadap viabilitas benih tanaman sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) sebagai hijauan pakan ternak yang tumbuh pada tanah salin. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap Tahap I adalah tahap pertumbuhan benih tanam sorgum dengan menggunakan metode Uji Kertas Digulung didirikan dalam plastik (UKDdp). Penelitian tahap I menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan perlakuan berupa varitas dari benih tanaman sorgum yaitu Rio, Mandau, Sangkur dan Keris. Penelitian tahap I ini dilakukan untuk mengetahui daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih sorgum yang digunakan. Dari penelitian tahap I nantinya akan dipilih dua varitas sorgum yang mempunyai daya kecambah dan kecepatan tumbuh yang baik untuk digunakan dalam penelitian tahap selanjutnya . Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa varitas Rio dan Mandau mempunyai daya kecambah dan kekuatan tumbuh yang lebih baik dari varitas Sangkur dan Keris sehingga varitas Rio dan Mandau digunakan dalam penelitian tahap berikutnya. Penelitian tahap II dan tahap III merupakan tahap pertumbuhan benih sorgum setelah diberi perlakuan osmoconditioning pada tanah salin dengan kadar salinitas 8,61%. Tahap II dan tahap III dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu varitas benih sorgum dan perlakuan osmoconditioning. Varitas benih sorgum yang digunakan adalah Rio dan Mandau, sedangkan perlakuan osmoconditioning yang digunakan adalah berupa Na2S04 0,2 M, NH4C 0,2 M, dan KNO3 0,2 M selama 48 jam serta tanpa perlakuan osmoconditioning sebagai kontrol. Penelitian tahap II dilakukan untuk mengetahui. pengaruh perlakuan osmoconditioning terhadap persentase perkecambahan benih sorgum pada tanah salin di laboratorium.Hasil penelitian tahap II menunjukkan bahwa interaksi antara varitas dengan perlakuan osmoconditioning tidak berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih tanaman sorgum. Akan tetapi, perlakuan utama osmoconditioning dengan menggunakan Na2S04 0,2 M serta NH4Cl 0,2 M berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih sorgum pada tanah salin. Penelitian tahap III dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan osmoconditioning terhadap pertumbuhan vegetatif dan kadar sianida daun tanaman sorgum pada tanah salin di greenhouse. Pengamatan dilakukan setiap 10 hari sampai dengan umur 30 hari setelah tanam terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun serta pengamatan dilakukan pada umur 30 hari setelah tanam pada luas daun, panjang akar primer, berat basah daun, berat kering daun, berat basah akar, berat kering akar serta kadar sianida daun tanaman sorgum. Hasil penelitian tahap III menunjukkan bahwa interaksi antara varitas Rio dengan perlakuan osmoconditioning menggunakan KNO3 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman sorgum umur 20 hari setelah tanam serta berat basah dan berat kering daun umur 30 hari setelah tanam pada tanah salin. Interaksi antara varitas dengan perlakuan osmoconditioning tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 10, 20 dan 30 hari setelah tanam, tinggi tanaman, luas daun, panjang akar primer, berat basah dan berat kering akar serta kadar sianida daun tanaman sorgum umur 30 hari setelah tanam pada tanah salin. Pengamatan terhadap kadar sianida daun tanaman sorgum menunjukkan bahwa interaksi antara varitas dengan perlakuan osmoconditioning tidak berpengaruh nyata terhadap kadar sianida daun tanaman sorgum sehingga tetap aman untuk dikonsumsi oleh ternak

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TBR.02/04 Rin r
Uncontrolled Keywords: Sorghum seed, Viability, Osmoconditioning, Salinity
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF180-205 Experimental Psychology
Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
Q Science > QK Botany
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
Dwi Setyo Rini, 090114268MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHJ. Mustikoweni, Dr.,Ir.,M.AgrUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 20:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35201
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item