PEMBERIAN LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG PADA PENDERITA INFEKSI HIV TAHAP KLINIS II MENINGKATKAN REGENERASI OTOT RANGKA MELALUI PENINGKATAN EKSPRESI PAX7, MYOD1 DAN MYOGENIN

Sri Mardjiati Mei Wulan, 091170127 (2016) PEMBERIAN LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG PADA PENDERITA INFEKSI HIV TAHAP KLINIS II MENINGKATKAN REGENERASI OTOT RANGKA MELALUI PENINGKATAN EKSPRESI PAX7, MYOD1 DAN MYOGENIN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (203kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
DIS.K.12-16 Wul p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Infeksi HIV merupakan penyakit kronik yang mengancam kesehatan jutaan manusia di dunia, dan menimbulkan disabilitas akibat HIV muscle wasting sehingga menimbulkan penurunan kualitas hidup yang mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan meningkatkan mortalitas. Tujuan penelitian : Membuktikan bahwa pemberian latihan fisik intensitas sedang pada penderita infeksi HIV tahap klinis II meningkatkan regenerasi otot rangka melalui ekspresi Pax7, MyoD, dan myogenin. Metode : Penelitian ini pada subyek manusia dengan infeksi HIV tahap klinis II. Subyek dikelompokkan menjadi dua : P (n=9) yaitu subyek yang mendapatkan latihan fisik HIVA selama 8 minggu dan K (n=9) yaitu subyek yang diobservasi selama 8 minggu. Sampel diambil dari biopsi otot vastus lateralis kanan yang dilakukan 24 jam setelah latihan fisik terakhir, dan dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibody monoclonal anti- TNF-α, anti-NF-κB p65, anti-calcineurin, anti-Pax7, anti-MyoD1 dan anti-myogenin. Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk, Mann-Whitney, uji t-berpasangan, dan analisis jalur menggunakan perangkat komputer (SPSS 17.0). Hasil : Terdapat peningkatan regenerasi otot rangka bermakna pada kelompok yang melakukan latihan fisik intensitas sedang (HIVA) dibanding kelompok kontrol (Pax7: 0,34 ± 0,14 vs 0,11 ± 0,10, p = 0,002); (MyoD1: 0,30 ± 0,13 vs 0,10 ± 0,10, p = 0,010); (myogenin: 0,53 ± 0,21 vs 0,25 ± 0,15, p = 0,007). Pada analisis jalur terdapat pengaruh kuat antara latihan fisik terhadap calcineurin (b = 0,901; p = 0,000), calcineurin terhadap regenerasi otot rangka (Pax7: b = 0,709, p = 0,001; MyoD1: b = 0,598, p = 0,011; Myog: b = 0,591, p = 0,012), dan peningkatan lingkar paha (p < 0,001). Kesimpulan : Latihan fisik HIVA intensitas sedang meningkatkan regenerasi otot rangka pada infeksi HIV tahap klinis II melalui aktivasi jalur latihan fisik/calcineurin/Pax7/MyoD1/myog, dan diikuti peningkatan massa otot kuadrisep yang diukur dengan lingkar paha.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK DIS.K.12/16 Wul p
Uncontrolled Keywords: HIV, latihan fisik HIVA, myogenin, lingkar paha
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Sri Mardjiati Mei Wulan, 091170127UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNASRONUDIN, Prof. Dr. dr. SpPD-KPTI., FINASIMUNSPECIFIED
ContributorHening Laswati, Dr., dr, Sp.KFR-KUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 24 Jun 2016 06:28
Last Modified: 24 Jun 2016 06:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35228
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item