ANALISIS FAKTOR RISIKO DAYA TAHAN TUBUH BALITA DAN STATUS LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA BALITA

BAGUS ALI FIKRI, 101111160 (2016) ANALISIS FAKTOR RISIKO DAYA TAHAN TUBUH BALITA DAN STATUS LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA BALITA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstract.pdf

Download (191kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM. 120-16 Fik a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pneumonia di dunia sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian utama bagi balita. Saat ini pneumonia masih dijuluki sebagai the forgotten disease dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia sehingga sulit untuk menemukan penyebab bahkan diagnosisnya secara spesifik. Di Kabupaten Sidoarjo angka kematian anak masih tinggi dan salah satunya disebabkan oleh pneumonia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor risiko daya tahan tubuh balita dan status lingkungan rumah terhadap kejadian pneumonia balita. Penelitian bersifat observasional analitik, dengan pendekatan case control. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 baik kelompok kasus maupun kelompok kontrolnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, status gizi, status imunisasi (campak, DPT, Hib), riwayat pemberian ASI, riwayat pemberian vitamin A, luas ventilasi ruangan, kepadatan hunian dan paparan asap rokok. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko terbesar ada pada variabel luas ventilasi ruangan (OR=13,5) yang masuk dalam kategori status lingkungan rumah dan faktor risiko terbesar dalam kategori daya tahan tubuh balita adalah variabel riwayat pemberian ASI (OR=7,407). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko status lingkungan rumah dengan variabel luas ventilasi ruangan memiliki pengaruh paling besar terhadap kejadian pneumonia balita sedangkan faktor risiko daya tahan tubuh balita yang paling berpengaruh adalah status pemberian ASI pada balita. Berdasarkan hasil penelitian ini pemerintah perlu meningkatkan cakupan program imunisasi dan program rumah sehat. Promosi kesehatan ibu dan anak perlu digencarkan lagi, selain itu masyarakat diharapkan untuk mengurangi konsumsi rokok dan merokok pada tempat yang telah disediakan. Para orangtua diharapkan untuk meningkatkan asupan gizi pada balita dan menjaga kebersihan bayinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 120/16 Fik a
Uncontrolled Keywords: Analisis faktor risiko, daya tahan tubuh balita, status lingkungan rumah, pneumonia balita
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
BAGUS ALI FIKRI, 101111160UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLucia Y. Hendrati, S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 24 Jun 2016 08:03
Last Modified: 24 Jun 2016 08:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35235
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item