Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit batang Pakettu (Ficus superba Miq) Terhadap Folikulogenesis Ovarium Mencit (Mus musculus) : Penelitian Eksperimental Laboratoris

Theresia Limbong, 090114255M (2003) Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit batang Pakettu (Ficus superba Miq) Terhadap Folikulogenesis Ovarium Mencit (Mus musculus) : Penelitian Eksperimental Laboratoris. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2004-limbongthe-1149-tkr_01-04 ABSTRAK.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35243.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang tidak luput dari masalah kependudukan. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah Keluarga Berencana, yang bertujuan menekan jumlah penduduk dan meningkatkan kesehatan reproduksi wanita. Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Bone, desa Tarattae terdapat salah satu tanaman tradisional pakettu (Ficus superba Miq) dari familia moraceae, yang digunakan ibu-ibu dengan meminum hasil rebusan kulit batang tanaman tersebut untuk mencegah kehamilan. Kandungan senyawa kimia dari Ficus superba Miq adalah saponin steroid (Agus, 1997). Untuk melengkapi informasi tentang tanaman tersebut sebagai salah satu altematif bahan antifertilitas, perlu diuji lebih dalam diantaranya adalah pengaruh tanaman tersebut terhadap perkembangan folikel atau folikulogenesis. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit batang Ficus superba Miq terhadap folikulogenesis ovarium mencit dan tujuan khusus adalah mengamati jumlah folikel primer, folikel sekunder, folike! tersier dan folikel de Graaf setelah pemberian ekstrak Ficus superba Miq. Pembuatan ekstrak dilakukan di laboratorium Fitokimia, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Ekstrak diperoleh dengan menyari kulit batang Ficus superba Miq dengan cara refluks menggunakan cairan penyari etanol. Hasi! penyarian dikisatkan hingga kental, kemudian disuspensikan dengan larutan kolodial Na CMC 0,5% dengan masing-masing konsentrasi 10%, 15%.dan 20%, sebagai kontrol diberikan larutan CMC 0,5% dan kontrol positif diberikan suspensi etinil estradiol. Penelitian di1akukan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya, hewan coba yang digunakan adalah mencit betina ferti1 sebanyak 48 ekor dan dibagi menjadi 6 kelompok, yang terdiri dari 1 kelompok pre test dan 5 kelompok perlakuan. Dosis yang diberikan 30ml/kg berat badan mencit. Setiap kelompok diberi perlakuan per oral se1ama 12 hari berturut-turut. Setelah masa perlakuan selesai, mencit dikorbankan dan dibedah untuk diambil ovariumnya dan dibuat preparat histologi. Penelitian ini menggunakan rancangan Separate sample Pre Test-Post Test Control Group Design. Data dianalisis menggunakan Analisis Anova satu arah dan dilanjutkan dengan uji LSD taraf signifikan 5%. Hasil perhitungan rata-rata jumlah folikel didapatkan angka sebagai berikut: pada folikel primer kelompok kontrol (P0) 7,50, P1: 6,92, P2: 7,11, P3: 7,47 dan kelompok P4 7,35. Rata-rata jumlah folikel sekunder: P0 6,92, PI: 4,95, P2: 4,900, P3 : 4,35 clan P4 : 4,67. Rata-rata jumlah folikel tersier didapatkan angka pada P0: 5,20. P1: 4,35, P2: 3,87, P3 : 2,87, P4 : 3,12. Rata-rata jumlah folikel de Graaf didapatkan angka P0: 5,05. P1 : 3,12, P2 : 2,40, P3 : 2,02 dan P4 2,26. Hasil perhitungan tersebut setelah diuji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan (p&gt;0,05). Hal ini disebabkan karena pembentukan folikel primer tidak dipengaruhi oleh FSH dan LH (Guyton, 1966 dan Speroff, 1983). Dari hasil perhitungan jumlah. folikel sekunder, folikel tersier dan folikel de Graaf menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, yaltu pada konsentrasi 15% dan 20%.(p&lt;0,05). Ha1 ini disebabkan karena ekstrak Ficus superba Miq mengandung saponin steroid. Menurut Franswoth,dkk steroid mempunyai efektifitas antigonadotropin. Oleh karena itu adanya steroid dalam sediaan yang diberikan kepada mencit akan mengakibatkan gangguan pada jalur hipotalamus hipofise yang selanjutnya mengakibatkan gangguan sekresi GnRH, maka akan berpengaruh terhadap pembentukan perkembangan dan pematangan folikel. Hasil penelitian ini.menyimpulkan bahwa pemberian ekstrak Ficus superba Miq dalam berbagai konsentrasi tidak menurunkan jumlah fohkel primer. Sedang padta konsentrasi 10% dapat menurunkan jumlah folikel sekunder dan folike1 de Graaf, sedang konsentrasi 15% dan 20% dapat menurunkan jumlah folikel sekunder, tersier dan folikel de Graaf. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan jika akan digunakan sebagai bahan antifertilitas, maka pada konsentrasi 20% sudah dapat memberikan pengaruh pada mencit , dan karena diduga mengandung fitoestrogen maka disarankan penelitian lanjut untuk terapi osteoporosis pada wanita menapause. Penelitian ini juga menyarankan untuk isolasi dan identifikasi lanjutan tentang kandungan hormon saponin steroid yang terdapat dalam tanaman Ficus superba Miq. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKR.01/04 Lim p
Uncontrolled Keywords: Ficus superba Miq, antifertility, saponin steroid
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3770-3795 Science and arts. Research
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
Theresia Limbong, 090114255MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Poernomo, Dr. S. MS,drhUNSPECIFIED
ContributorBambang Prajogo, Dr,MS,Apt,DrsUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Andalika ilmianti
Date Deposited: 2016
Last Modified: 07 Jun 2017 20:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35243
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item