DETEKSI Mycobacterium tuberculosis DI RONGGA MULUT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU

Atik Kurniawati, 090114246M (2004) DETEKSI Mycobacterium tuberculosis DI RONGGA MULUT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2004-kurniawati-1177-tkd_07-04 ABSTRAK.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35266.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, ditemukan kira-kira sebanyak 500 ribu orang menderita penyakit tuberkulosis dengan hasil BTA positif setiap tahunnya. Data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 1992 menyatakan bahwa penyakit tuberkulosis menduduki peringkat kedua penyebab kematian di Indonesia. Diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan riwayat penderita, gejala klinis dan pemeriksaan radiologis sedangkan diagnosis definitif tuberkulosis atas dasar ditemukannya kuman Mycobacterium tuberculosis yaitu dengan cara pemeriksan mikroskopis secara langsung dari dahak kemudian diikuti pemeriksaan kultur untuk konfirmasi identifikasi. Penularan tuberkulosis biasanya melalui percikan dahak (droplet) yang keluar saat penderita batuk. Droplet yang terinfeksi ini akan bertahan di udara selama beberapa waktu dan akan terjadi infeksi bila seseorang menghirupnya, termasuk dokter gigi pada saat merawat pasien yang menderita tuberkulosis. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dari hasil observasi laboratorium yang bertujuan untuk melakukan uji pemeriksaan hapusan mukosa di rongga mulut untuk mendeteksi adanya M. tuberculosis, sebagai penyebab tuberkulosis yang memiliki risiko penularan pada individu sekitarnya terutarna dokter gigi; serta manifestasi klinis lesi tuberkulosis di rongga mulut penderita tuberkulosis paru untuk dasar pengembangan kebijakan penanganan atau pengobatan lesi rongga mulut. Data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dengan cara pemeriksaan di rongga mulut dan mengambil hapusan dari mukosa dengan alat swab khusus pada daerah soket gigi, palatum durum, lidah, daerah retromilohioid dan pada lesi rongga mulut. Hapusan mukosa rongga mulut dilakukan kultur menggunakan media Lowenstein Jensen, Middlebrook 7H9 dan Middlebrook 7HIO. Hasil kultur positif dilakukan pencatatan dan pengamatan serta dilakukan pengecatan dengan Ziehl Neelsen dan uji akumulasi niasin sebagai konfirmasi. Analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian dari 66 sampel hapusan dari mukosa rongga mulut didapatkan BTA positif sebanyak 42 sampel (penderita tuberkulosis kasus baru) dan BTA negatif sebanyak 24 sampel (penderita tuberkulosis dalam fase pengobatan). Hasil pemeriksaan dengan kultur didapatkan 11 sampel positif, semua dari penderita tuberkulosis dengan pemeriksaan BTA positif dan hasil pemeriksaan klinis di rongga mulut didapatkan 2 penderita dengan lesi ulser di rongga mulutnya (3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah manifestasi klinis tuberkulosis di rongga mulut adalah sebesar 3%, M. tuberculosis sebagai penyebab tuberkulosisterdeteksi di rongga mulut. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKD 07/04 Kur d
Uncontrolled Keywords: Detection, M tuberculosis, oral swab.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Atik Kurniawati, 090114246MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNi Made Mertaniasih, Dr. dr.,MS.,SpMKUNSPECIFIED
ContributorEddy Bagus Wasito, Dr. dr.,MS.,SpMKUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Andalika ilmianti
Date Deposited: 2016
Last Modified: 07 Jun 2017 21:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35266
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item