EFEKTIVITAS KOMBINASI Bacillus thuringiensis israelensls DAN PREDATOR Mesocyclops aspericornis SEBAGAI JASAD PENGENDALI HAYATI JENTIK Aedes aegypti DI MASYARAKAT

Retno Ambar Yuniarti, 090110283 (2003) EFEKTIVITAS KOMBINASI Bacillus thuringiensis israelensls DAN PREDATOR Mesocyclops aspericornis SEBAGAI JASAD PENGENDALI HAYATI JENTIK Aedes aegypti DI MASYARAKAT. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2004-yuniartire-1223-tkm_15-04 ABSTRAK.pdf

Download (370kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Halaman Depan)
35280ok_Part1.pdf

Download (676kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35280ok_Part2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Lampiran)
35280ok_Part3.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemberantasan DBD seperti juga penyakit menular lainnya didasarkan atas pemutusan rantai penularan. Sampai saat ini belum terdapat vaksin yang efektif terhadap virus dengue, maka pemberantasan ditujukan pada vektornya. Penggunaan insektisida kimia dalam rangka pengendalian vektor dalam waktu yang cukup lama dan frekuensi yang cukup tinggi dapat menimbulkan resistensi terhadap vektor. Penggunaan temephos 1 % dalam waktu yang cukup lama mengakibatkan resistensi jentik Aedes aegypti di beberapa daerah. Timbulnya resistensi nyamuk terhadap larvisida kimia tersebut dan adanya pertimbangan terhadap keamanan lingkungan, mendorong dikembangkannya jasad hayati. Jasad hayati Bacillus thuringiensis israelensis dan predator Mesocyclops aspericornis digunakan di dalam pengendalian jentik Aedes aegypti. Penggunaan B. thuringiensis israelensis efektif menurunkan kepadatan jentik selama 1bulan, sehingga terjadi peningkatan kembali kepadatan jentik Ae. aegypti. Hal ini diperlukan penebaran berulang-ulang. Penggunaan M. aspericornis dapat menurunkan kepadatan jentik Ae.aegypti secara lambat. Berdasarkan permasalahan di atas jasad hayati B. thuringiensis israelensis yang dikombinasikan dengan M. aspericornis digunakan sebagai altematif di dalam pengendalian jentik Ae. aegypti. Tujuan penelitian menganalisis besarnya perbedaan efektivitas antara kombinasi B. thuringiensis israelensis dan M. aspericornis dalam mengendalikan jentik Ae. aegypti pada bak mandi dan gentong penduduk, di daerah endemis DBD di Dusun Kupang Rengas, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jenis riset yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kelompok pembanding eksternal. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Lokasi penelitian adalah Dusun Kupang Rengas, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2003. Subyek penelitian adalah kepadatan jentik Ae. aegypti. Sampel yang diambil adalah tempat penampungan air (TPA) di dalam rumah yang berupa bak mandi dan gentong yang positif jentik Ae. aegypti. Besar sampel yang diambil dihitung berdasarkan rumus Federer (1955) sebanyak 10 per perlakuan. Penelitian ini dilakukan menggunakan 5 perlakuan dan 1 kontrol Efektivitas B. thuringiensis israelensis dan M. aspericornis dalam menurunkan kepadatan jentik Ae. aegypti sebagai dependent variable. TPA berupa bak mandi dan gentong dan beberapa intervensi untuk mengendalikan jentik Ae. aegypti, meliputi : penebaran B. thuringiensis israelensis (V), B. thuringiensis israelensis (C), predator M. aspericornis, dan kombinasi B. thuringiensis israelensis. (V) dengan predator M. aspericornis serta kombinasi B. thuringiensis israelensis (C) dengan predator M. aspericornis sebagai independent variable. Sebelum dilakukan penebaran B. thuringiensis israelensis dan predator M. aspericornis dilakukan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan pemeriksaan jentik nyamuk sebelum penebaran materi pengendalian vektor, pengukuran volume bak mandi dan gentong serta bahan TP A yang digunakan. Wawancara menggunakan instrumen yang berupa kuesioner dilakukan untuk mengetahui kebiasaan penduduk dalam menggunakan dan membersihkan TPA dan kesediaan penduduk untuk menerima intervensi. Penebaran B. thuringiensis israelensis (V) (1 tablet = 0,33 gr / 50 liter air) dan B. thuringiensis israelensis (C) ( 1 tablet = 0,4 gr/ 200 liter air) dan M. aspericornis sebanyak 25 ekor pada kepadatan jentik Ae. Aegypti &amp;#8804; 250 ekor (kurang lebih 1 : 10) pada tiap TPA yang positif jentik Ae. aegypti. Penebaran jasad hayati tersebut dilakukan berdasarkan masing-masing perlakuan. Pengukuran keberhasilan penebaran B. thuringiensis israelensis dan M. aspericornis pada berbagai TPA dilakukan evaluasi entomologi berupa pemeriksaan jentik Ae. aegypti dilakukan seminggu sekali, untuk mengetahui efektivitas jasad hayati yang ditebarkan pada masing-masing perlakuan dan dilakukan penghitungan M. aspericornis yang bertujuan untuk mengetahui jumlah M. aspericornis setelah jasad pengendali tersebut ditebarkan. Kepadatan jentik Ae. aegypti di TPA penduduk, yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Kruskal Wallis test. Untuk membedakan jumlah TPA positif mengandung jentik Ae. aegypti antar berbagai TPA dan antar perlakuan digunakan uji BNJ 5%. Persentase penurunan jumlah TPA positif mengandung jentik Ae. aegypti dihitung dengan menggunakan Formula Mulla et al (1971), untuk mengetahui efektivitas B. thuringiensis israelensis dan predator M. aspericornis dalam menurunkan populasi jentik Ae. aegypti di tempat penampungan air penduduk. Hasil pengukuran faktor abiotik menunjukkan bahwa suhu udara dan suhu air pada saat penelitian masing-masing berturut-turut 25 - 28°C dan 22 - 25°C. PH air 7 dan kelembaban nisbi udara berkisar antara 55 - 60 %. Faktor abiotik tersebut merupakan keadaan yang baik dan mendukung untuk perkembangan jentik Ae. aegypti dan predator M. aspericornis. Hal ini dibuktikan dengan tingginya kepadatan jentik sebelum dilakukan penebaran B. thuringiensis israelensis dan predator M. aspericornis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan rata-rata jentik Ae. aegypti yang dilakukan sebelum penebaran B. thuringiensis israelensis dan M. aspericornis kepadatan jentik cukup tinggi yang berkisar antara 36,60 sampai 117,5 ekor, namun setelah dilakukan penebaran kedua bahan tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun kombinasi terjadi penurunan kepadatan jentik Ae. aegypti, kecuali pada kontrol yang menunjukkan kepadatan jentik Ae. aegypti yang stabil sampai minggu ke-12 yang berkisar antara 36,20 sampai 51,10 ekor, baik pada bak mandi maupun gentong penduduk. Persentase penurunan kepadatan jentik Ae. aegypti pada bak mandi dan gentong menggunakan B. thuringiensis israelensis (V) efektif menurunkan kepadatan jentik Ae. aegypti sampai minggu ke-5 masing-masing sebesar 79,73 - 95,10% dan 79,31 - 96,04%. Aplikasi B. thuringiensis israelensis (C) efektif sampai minggu ke-4 masing-masing berkisar antara 72,08 - 95,54% dan 75,69 - 100%. Aplikasi M. aspericornis memperlihatkan penurunan kepadatan jentik Ae. aegypti secara lambat sampai minggu ke-12 yang berkisar antara 45,64 - 74,19% dan 45,48 - 75,09%. Penggunaan kombinasi B. thuringiensis israelensis (V) dan M. aspericornis efektif tinggi dalam menurunkan kepadatan jentik Ae. aegypti masing-masing berkisar antara 96,70 - 100% dan 96,56 - 100% selama 12 minggu. Aplikasi kombinasi B. thuringiensis israelensis (C) dan M. aspericornis dengan persentase penurunan masing-masing antara 96,92 - 100% dan 97,28 - 100%. Terjadi peningkatan jumlah M. aspericornis yang ditebarkan pada bak mandi dan gentong sampai minggu ke-12, masing-masing sebesar 77,90 dan 31,70 ekor . Perlakuan kombinasi B. thuringiensis israelensis (V) dan M. aspericornis pada bak mandi dan gentong ditemukan M. aspericornis masing-masing sebanyak 60 dan 28,40 ekor. Perlakuan kombinasi B. thuringiensis israelensis (C) dan M. aspericornis pada bak mandi dan gentong ditemukan predator M. aspericornis masing-masing sebanyak 64,90 dan 28,8 ekor. Efektivitas B. thuringiensis israelensis dan M. aspericornis sebagai jasad pengendali jentik Ae. aegypti pada bak mandi dan gentong penduduk, yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Kruskal Wallis test dan untuk membedakan jumlah jentik Ae. aegypti antar berbagai TPA dan antar perlakuan digunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi B. thuringiensis israelensis (V) dan predator M. aspericornis efektif menurunkan kepadatan jentik Ae. aegypti selama 12 minggu pengamatan yang berkisar antara 96,54 - 100% pada bak mandi dan 96,56 - 100% pada gentong. Kombinasi B. thuringiensis israelensis (V) dan predator M. aspericornis efektivitasnya sama dalam pengendalian jentik Ae. aegypti pada bak mandi dan gentong. Penggunaan kombinasi B. thuringiensis israelensis (C) dan predator M. aspericornis efektif menurunkan kepadatan jentik Ae. aegypti selama 12 minggu pengamatan yang berkisar antara 96,92 - 100% pada bak mandi dan 97,21 - 100% pada gentong. Penggunaan kombinasi B. thuringiensis israelensis (C) dan predator M. aspericornis efektivitasnya sama dalam mengendalikan jentik Ae. aegypti pada bak mandi dan gentong. Hasil observasi memperlihatkan bahwa sebelum dilakukan penebaran terdapat 3 kasus tersangka DBD, setelah dilakukan penebaran tidak terdapat kasus DBD. Penggunaan kombinasi B. thuringiensis israelensis dan M. aspericornis untuk program jangka panjang dapat menurunkan kepadatan jentik hampir 100%, dengan demikian sangat membantu dalam usaha pengendalian vektor DBD di daerah tersebut dan daerah lain dengan kondisi air yang sulit dan pengurasan jarang dilakukan. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM 15/05 Yun e
Uncontrolled Keywords: B. thuringiensis israelensis, predator M. aspericornis, Ae. Aegypti larvae, effectivity
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Retno Ambar Yuniarti, 090110283UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDjohar Nuswantoro, Dr. MPH., DRUNSPECIFIED
ContributorSoenarjo, Dr. MS., MScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Andalika ilmianti
Date Deposited: 2016
Last Modified: 07 Jun 2017 21:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35280
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item