Kadar Chromium Darah dan Urine Masyarakat yang Mengkonsumsi dan Masyarakat yang Tidak Mengkonsumsi Krupuk Rambak

Yudied Agung Mirasa, 090210424 L (2004) Kadar Chromium Darah dan Urine Masyarakat yang Mengkonsumsi dan Masyarakat yang Tidak Mengkonsumsi Krupuk Rambak. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2005-mirasayudi-1795-tka_06-05 ABSTRAK.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2005-mirasayudi-1795-tka_06-05.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Krupuk Rambak sebagai makanan harus memenuhi syarat makanan sehat, yang salah satunya adalah tidak terkontaminasi atau tercemar logam berat (Mukono,2000). Kandungan Chromium dalam krupuk tersebut tentunya berbahaya bagi kesehatan. Chromium (Cr) adalah suatu logam berat, berwarna abu-abu dan sulit dioksidasi meskipun dalam suhu tinggi. Chromium terdapat stabil 3 valensi berdasarkan urutan toksisitasnya adalah Cr 6+, Cr3+, Cr. Chromium digunakan oleh industri metalurgi untuk stainless steels dan pencampuran logam, selain itu juga pada industri kimia digunakan sebagai cat pigmen, chome plating, penyamakan kulit dan masih banyak lagi. Pada penyamakan kulit, Cr digunakan untuk memudahkan pemisahan lapisan kulit, pengawet tektur kulit dan pelentur kulit. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar Cr darah dan urine pada masyarakat yang mengkonsumsi dengan masyarakat yang tidak mengkonsumsi krupuk rambak di desa Kauman Kabupaten Mojokerto. Manfaat dari penelitian ini bagi masyarakat adalah dapat dipakai sebagai informasi dan pengetahuan mengenai bahaya Cr terhadap kesehatan, sedangkan bagi pemerintah adalah dapat dipakai sebagai masukan dalam membuat kebijakan mengenai pembuatan krupuk rambak yang bahan bakunya berasal dari pabrik kulit. Jenis penelitian ini adalah observasional, berdasarkan analisis data termasuk penelitian analitik, karena penelitian ini menganalisis perbedaan kadar Cr darah dan Cr urine antara masyarakat yang mengkonsumsi krupuk rambak dengan masyarakat yang tidak mengkonsumsi krupuk rambak. Berdasarkan waktu pengambilan data merupakan penelitian crossectional. Lokasi penelitian di Desa Kauman sebagai masyarakat yang mengkonsumsi dan Desa Mejero sebagai masyarakat yang tidak mengkonsumsi krupuk rambak. Waktu pengambilan data 2 Januari-30 Juni 2004. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang mengkonsumsi dan tidak mengkonsumsi krupuk rambak. Besar sampel sebanyak 60 orang, dengan perincian 30 orang untuk yang mengkonsumsi krupuk rambak dan 30 orang tidak mengkonsumsi krupuk rambak. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Teknis analisis data dengan independent t-test (&amp;#945; = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Cr dalam krupuk 1,47 ppm. Pada masyarakat yang mengkonsumsi krupuk rambak rata-rata kadar Cr darah 0,43 µg/liter dan Cr urine 0,64 µg/liter, sedangkan pada masyarakat yang tidak mengkonsumsi krupuk rambak rata-rata kadar Cr darah 0,06 µg/liter dan Cr urine 0,02 µg/liter. Hasil uji dengan Independen T-test dapat diketahui p = 0,000 berarti bahwa ada perbedaan antara kadar Cr darah dan urine antara masyarakat mengkonsumsi dan yang tidak mengkonsumsi krupuk rambak. Hasil penelitian pada masyarakat yang mengkonsumsi krupuk rambak bila dibandingkan dengan kandungan normal Cr darah dan urine menurut WHO yaitu 0,5 µg/liter, menunjukkan bahwa kandungan rata-rata Cr darah masih lebih rendah tetapi pada rata-rata Cr urine lebih tinggi dibanding kadar Cr normal pada masyarakat. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa krupuk rambak yang bahan bakunya berasal dari limbah pabrik kulit kandungan Chromiumnya masih tinggi dan ini berbahaya bagi masyarakat yang mengkonsumsi lebih dari 3 bungkus per hari ( 60g/hari). Saran dari hasil penelitian di atas bahan baku krupuk rambak sebaiknya bukan dari limbah pabrik kulit tapi berasal dari kulit binatang yang asli yang belum tercemar, atau bagi industri krupuk rambak perlu melakukan proses penurunan kadar Chromium dalam krupuk rambak sampai aman dikonsumsi, misal menggunakan asam cukak pada proses perendaman. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA.06/05 Mir k
Uncontrolled Keywords: Chromium; Rambak chips; Blood; Urine
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
Yudied Agung Mirasa, 090210424 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHJ. Mukono,, Prof., Dr., dr., MS., M.PHUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDHari Basuki N, Dr., dr., M. KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Oct 2016 02:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35502
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item