PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN VARIABEL MODERATOR ETOS KERJA SPIRITUAL: Studi Empiris pada P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk

Wiwik Istyarini, 090214874 M (2004) PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN VARIABEL MODERATOR ETOS KERJA SPIRITUAL: Studi Empiris pada P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2005-istyariniw-1808-te_31-05 ABSTRAK.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35516.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nilai-nilai moral-spiritual ini jika dipahami dan diimplementasikan dalam kegiatan kerja karyawan, maka akan dapat memicu dan memacu maksimalisasi kinerjanya. Di samping itu, nilai-nilai tersebut juga dapat memperkuat motivasi-motivasi kerja karyawan. Oleh karenanya motif-motif dan tindakan kerja karyawan pada suatu perusahaan sudah tentu tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi. Kenyataan memperlihat bahwa gejala-gejala motivasi yang ada pada diri karyawan menjadi tolak ukur bagi kondisi kinerjanya. Sementara itu, lingkungan kerja yang kondusif ternyata mampu melahirkan nilai-nilai (persepsi-persepsi) yang menjadi daya dorong bagi etos kerja karyawan. Kenyataan ini mengindikasikan pentingnya motivasi dan etos kerja bagi karyawan agar ia memiliki kinerja yang baik dan maksimal serta mampu mengantarkan perusahaan kepada pencapaian tujuan-tujuannya. Atas dasar uraian di atas, peneliti menangkap adanya fenomena pengaruh antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan yang dimoderasi oleh etos kerja spiritual. Kondisi ini, menurut asumsi peneliti, sangat berpengaruh terhadap upaya optimalisasi perusahaan. Karena itu, fenomena tersebut peneliti angkat sebagai judul dalam penelitian ini. Motivasi kerja disini didasarkan pada teori motivasi Maslow yaitu teori kebutuhan manusia yang meliputi: Physiological needs (kebutuhan fisiologis), Security and safety needs (kebutuhan keamanan dan keselamatan kerja), Social needs (kebutuhan sosial), Esteem needs (kebutuhan penghargaan), dan Self actualization needs (kebutuhan aktualisasi diri). Sedangkan konsep kinerja didasarkan pada quantity of work, quality of work, job knowledge, creativeness, cooperation, dependability, iniciative, dan personel qualities. Adapun etos kerja spiritual yang peneliti jadikan sebagai variabel moderating didasarkan pada nilai kejujuran (shiddiq), kepercayaan (amanah), kecerdasan (fathonah), penyampaian kebenaran (tabligh). Teori kontinjensi fokus pada organisasi sebagai suatu sistem sosial terbuka dengan karakteristik yang unik. Teori kontinjensi merubah fokus penelitian dari anggapan semua organisasi yang pada prinsipnya universal kepada pengembangan pedoman penerapan variabel kontinjensi pada lingkungan organisasi spesifik. Pendekatan kontinjensi merupakan pedekatan yang terbaik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja terutama dalam hubungannya dengan kinerja karyawan. Penerapan pendekatan kontingensi (contingency approach) untuk penelitian motivasi kerja karyawan telah menghasilkan identifikasi faktor - faktor yang secara potensial menentukan hubungan antara motivasi kerja karyawan dengan kinerja karyawan. Para pendukung pendekatan ini mengemukakan bahwa motivasi kerja mungkin tidak efektivitas di semua situasi. Melalui pendekatan kontinjensi, dapat diketahui faktor-faktor kondisional apa saja yang berperan dalam memperkuat/memperlemah hubungan antara variabel motivasi kerja karyawan dengan kinerja karyawan. Berdasarkan kajian teori sebagaimana paparan dalam bab II, peneliti berasumsi bahwa variabel etos kerja spiritual perlu dievaluasi sebagai faktor yang kemungkinannya mempunyai pengaruh moderating terhadap hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan, Kombinasi terbaik antara motivasi kerja dengan variabel kontinjen (etos kerja spiritual) dihipotesiskan akan menghasilkan kinerja karyawan yang meningkat. Secara empiris penelitian ini menguji pengaruh Etos Kerja Spiritual sebagai variabel moderating dalam hubungan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Adapun sampel dari penelitian ini adalah para karyawan yang berada pada bagian produksi II pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang berada di wilayah Tuban dengan jumlah responden sebanyak 155 karyawan yang diambil dari masing-masing seksi dari jumlah populasi sebanyak 263 karyawan dengan metode proportionate stratified random sampling. Dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian kausalitas data, statistik deskriptif dan uji asumsi klasik. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis 1 adalah regresi sederhana. Sedangkan untuk menguji hipotesis 2 digunakan metode statistik regresi berganda dengan pendekatan residual (bivariate analysis). Dari pengolahan data yang ada diperoleh hasil bahwa motivasi kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan, artinya meningkatnya motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel etos kerja spiritual terbukti sebagai variabel moderating, sehingga tingkat kombinasi terbaik antara motivasi kerja dengan etos kerja spiritual berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, artinya motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan apabila karyawan memiliki etos kerja spiritual yang tinggi,dan akan menurunkan kinerja karyawan apabila karyawan memiliki etos kerja spiritual yang rendah atau dengan kata lain karyawan yang memiliki nilai motivasi dan etos kerja spiritual yang tinggi maka akan meningkatkan kinerja karyawan yang lebih tinggi juga. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan perilaku organisasi di Indonesia. Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini diharapkan dapat diperbaiki pada penelitian-penelitian yang akan datang. Bagaimanapun pengaruh etos kerja spiritual terhadap hubungan motivasi kerja karyawan dengan kinerja karyawan, masih perlu diuji kembali untuk menguji konsistensi hasil penelitian ini dengan penelitian-penelitian berikutnya. Akhirnya efektivitas motivasi kerja dalam peningkatan kinerja karyawan masih perlu diteliti lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemungkinan pengaruh faktor-faktor kondisional lainnya. Penelitian yang akan datang dengan menggunakan pendekatan residual perlu mengkaji lebih dalam aspek-aspek yang berkaitan dengan penerapan pendekatan tersebut dalam mendesain penelitian yang berhubungan dengan teori kontinjensi. Desain penelitian yang menerapkan metode analisis residual perlu memperhatikan aspek-aspek seperti : pengembangan suatu pemahaman kerangka teoritis yang mendalam dalam pembentukan model, tingkat reliabilitas ukuran-ukuran (instrumen) yang digunakan dalam penelitian, perhatian terhadap sifat dasar hubungan antara variabel-variabel yang spesifik dan antisipasi terjadinya bias yang mungkin terjadi dalam penerapan pendekatan residual.</description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TE 31/05 Ist p
Uncontrolled Keywords: motivation, spirituality ethics, and performance
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K830-968 Obligations
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Magister Manajemen
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Wiwik Istyarini, 090214874 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPRAPTINI YULIANTI, Dra. Ec., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 14 Jun 2017 21:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35516
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item