PENGARUH LAMA PEMBERIAN KAFEIN TERHADAP JUMLAH OSTEOBLAS PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA EKSTRAKSI GIGI PADA TIKUS WISTAR

Budi Yuwono, 090214785 M (2005) PENGARUH LAMA PEMBERIAN KAFEIN TERHADAP JUMLAH OSTEOBLAS PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA EKSTRAKSI GIGI PADA TIKUS WISTAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-uwonobudi-440-tkg09_05 ABSTRAK.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-uwonobudi-440-tkg09_05.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kafein merupakan zat yang sangat dikenal di dunia dan hampir 80 % orang mengkonsumsi kafein setiap harinya, baik dalam bentuk kopi, teh, cokelat, coca cola, es krim, yoghurt maupun orange juice. Efek kafein lelah dikenal secara umum sebagai perangsang sistem saraf pusat sehingga seseorang merasa selalu bertenaga dan tidak mudah lelah. Dibalik popularitas kafein sebagai minuman dan makanan yang menyenangkan kafein dapat menghambat remodeling tulang penyembuhan luka dengan menurunnya aktivitas proliferasi osteoblas melalui peningkatan cAMP intraseluler. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh lama pemberian kafein terhadap jumlah osteoblas pada remodeling tulang penyembuhan luka pada tikus wistar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan rancangan acak The Post test-Only Control Group Design. Sample penelitian adalah tikus jantan jenis Wistar, umur sekitar 3 bulan, sehat dan best badan sekitar 200 gram. Sample penelitian sebanyak 24 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok KO sebagai kontrol (tanpa kafein), kelompok PI (kafein selama 7 hari), P2 (kafein selama 14 hari) dan P3 (kafein selama 21 hari) masing-masing berjumlah 6 ekor tikus. Kafein diberikan peroral melalui sonde dengan dosis 3,78mg/ I00g/ cc. Selanjutnya seluruh kelompok dilakukan pencabutan gigi molar kanan rahang bawah dan dibiarkan selama 7 hari. Selanjutkan seluruh sample dikorbankan untuk dibuat sedian tulang rahang dengan pewamaan II&E dan dihitung jumlah set osteoblas dengan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan One-way Anova dan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan jumlah sel osteoblas akibat pemberian kafein selama 7 hari, kafein 14 hari dan kafein selama 21 hari (p <0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama pemberian kafein akan semakin menurunkan jumlah sel osteoblas pada penyembuhan luka setelah ekstraksi gigi pada tikus Wistar.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKG 09/05 Yuw p
Uncontrolled Keywords: Kafein ; Osteoblas; Ekstraksi gigi
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Budi Yuwono, 090214785 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorR. Darmawan Setijanto, Dr., drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 17 Oct 2016 01:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35532
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item