EFEK HYALURONIC ACID TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PENCABUTAN GIGI TIKUS (Rattus norvegicus)

RETNO DAMAYANTI, 090415358M (2006) EFEK HYALURONIC ACID TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PENCABUTAN GIGI TIKUS (Rattus norvegicus). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2008-damayantir-7119-tkg01_08.pdf

Download (342kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35533.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hal yang utama perm diperhatikan dan pencabutan gigi adalah proses percepatan penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Proses penyembuhan luka diawali dengan adanya keradangan baik radang akut maupun radang kronis. Dalam penyembuhan luka yang banyak mengalami perubahan adalah matriks ekstraseluler dimana matriks ekstraseluler itu sendiri adalah sebagai jaringan penyangga bagi sel-sel sekelilingya sedangkan kolagen merupakan komponen utama pembentuk matriks ekstraseluler yang akan membentuk lebih kurang 25% dari protein mamalia dan akan membentuk kerangka ekstrasehlier (Harper, 2000). Ketidakseimbangan antara enzim yang mendegradasi kolagen (MMP) dengan pertumbuhan kolagen dapat mengganggu proses penyembuhan luka pencabutan gigi. HA merupakan salah satu bahan yang bersifat anti perlekatan sel. Bahwa HA ikut berperan pada perbaikan stabilitas, etastisitasjaringan ikat dan penyembuhan luka (Dewoto, 2004). Kenyataan yang ada di masyarakat, penderita cendenmg menginginkan perawatan kesehatan gigi dengan cepat karena sulit meluangkan waktu, menjadikan pencabutan gigi sebagai pilihan yang cepat namun sering ditemukan penyembuhan luka yang lambat sehingga aktifitas penderita terganggu. Penambahan percepatan penyembuhan luka tidak hanya menguntungkan penderita tetapi juga lebih ekonomis untuk perawatan tuka tersebut (Cherry et al, 2002). Penelitian ini menggunakan tikus jantan (Rattan norvegicus). Eksperimen dilakukan dengan pencabuan pada gigi I rahang bawah kemudian dilakukan perawatan luka setelah pencabutan yang dibagi dua kelompok yaitu kelompok kontrol hanya menggttnakan aquadest steril sedangkan pada kelompok perlakuan diberikan HA kernudian dilakukan pengamatan setelah 7, 14 dan 21 hari. Dan basil analisis data dan pembahasan pada pengamatan masing variabel berdasarkan kelompok (ketompok kontrot dan ketompok HA) dan waktu pengamatan adalah sebagai berikut (1) Kelompok kontrol, jumlah set plasma (%) setelah uji Anova dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecii menunjukan perbedaan bermakna penunman jumlah sel plasma (%) (p < 0,05), ketebalan serabut kolagen (10 gm) setelah uji Anova dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil hari ke-7 menunjukan perbedaan yang tidak berrnakna dengan hari ke-14 sedangkan pengamatan hari ke-7 dengan 21 dan had ke 14 dengan 21 terdapat perbedaan bermakna peningkatan pertumbuhan ketebalan serabut kolagen walaupun pertumbuhan tersebut secara rerata masing waktu pengamatan tidak banyak mengalarrii. peningkatan yang bermakna (p < 0,05), MVP-8 setel<ab uji Anova dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil menunjukan pengamatan hari ke-7 dengan hari ke-14 dan had ke-7 dengan had ke-21 terdapat perbedaan yang bermakna sedang pengamatan had ke-14 menunjukan perbedaan yang tidak bermakna dengan hari ke-21.. yaitu terjadi peningkatan MMP-8 (p < 0,05). (2) Kelompok HA setelah uji Kru.sskal Wallis dari ketiga variabel hanya MMP-8 menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan (p > 0,05), pada jumlah sel plasma (%) dilanjutkan dengan uji A&inn Whitney pengamatan hari ke-7 berbeda dengan hari ke-21 (p < 0,05) yaitu terjadi peningkatan jumlah sel plasma (%), ketebalan serabut kolagen dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada ketiga waktu pengamatan, berbeda secara signifikan (p < 0,05) yaitu terjadi peningkatan ketebalan serabut kolagen. Sedangkan pada pengamatan perbedaan rerata jumlah sel plasma (%), serabut kolagen (10 µm) dan MMP-8 (%) antara kelompok kontrol dan HA berdasarkan antar waktu. pengamatan setelah dilakukan uji t 2 sampel bebas menunjukan adanya perbedaan bermakna yang signifikan (p < 0,05) pada hari ke-7, 14 dan 21. Kesimpulan peneli-tiara ini adalah terjadi peningkatan jumlah sel plasma, penurunan MMP-8, peningkatan ketebalan serabut kolagen path luka pencabutan gigi tikus setelah pemberian HA.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKG. 01/08 Dam e
Uncontrolled Keywords: Wound healing process, plasma cell, collagen fiber, MMP-8.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RETNO DAMAYANTI, 090415358MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPeter Agus, Dr., drg., Sp. BM (k)UNSPECIFIED
ContributorI Ketut Sudiana, Dr., drs., MSiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 15 Jun 2017 17:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35533
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item