ANALISIS KEPEMIMPINAN KYAI PESANTREN YANG MENJADI BUPATI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTASAN PERSPEKTIF TEORI KEPEMIMPINAN RASIONAL : Studi fenomenologi di Kabupaten Gresik, Probolinggo dan Sumenep

M. Hasan Ubaidillah, 090214688M (2004) ANALISIS KEPEMIMPINAN KYAI PESANTREN YANG MENJADI BUPATI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTASAN PERSPEKTIF TEORI KEPEMIMPINAN RASIONAL : Studi fenomenologi di Kabupaten Gresik, Probolinggo dan Sumenep. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-ubaidillah-482-tps.41_05.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35566.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Persentuhan kyai pesantren dan politik yang telah menempatkan kyai pesantren sebagai pucuk pimpinan di daerah sebagai Bupati merupakan fenomena baru yang menarik untuk dikaji. Tampilnya kyai pesantren sebagai Bupati menimbulkan berbagai kritikan sekaligus harapan. Pada satu sisi tampilnya kyai pesantren sebagai Bupati dipandang sebagai penghambat proses demokratisasi dan pembangunan, hal ini didasarkan pada figure kyai pesantren yang dianggap masih mempertahankan budaya feodalistik-konservatif yang terbingaki dalam bahasa agama, serta kualitas personal individualnya yang tidak pernah bersentuhan dengan dunia birokrasi dan pemerintahan, sehingga figure kyai diangap tidak mampu untuk memimpin oranisasi pemerintahan. Disisi lain timbul harapan dan pandang positif terhadap tampilnya kyai pesantren menjadi bupati. Dengan kelebihan momlitas dan kemampuan agama yang dimilikinya, figure kyai diharapkan dapat memberikan perubahan pada organisasi pemerintahan yang selama ini dinilai bobrok. Dari latar belakang dan permasalan tersebut, maka penelitian ini bertujuan ; Pertama , untuk mengetahui Tipologi kepemimpinan Kyai pesantren dalam penyelenggraan pemerintahan, kedua, untuk mengetahui Strategi kepemimpinan yang di pergunakan dalam mengendalikan organisasi pemerintahan yang dipimpinnya sehingga dapat mengoptimalkan fungsi SDM bawahannya, dan yang ketiga, untuk mengetahui efektifitas tipologi dan strategi yang di aplikasilan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi, dengan objek penelitian Bupati Gresik, Probolinggo dan Sumenep. Data yang diambil merupakan pengakuan masing-masing Bupati terhadap kepemimpinannya, melalui wawancara. Hasil data yang berasal dari pemaparan dan pengakuan Bupati terhadap kepemimpinannya tersebut kemudian di konfirmasikan dengan penilaian bawahan atau aparat pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang mengenal dan berinteraksi dengan Bupati tersebut, konfirmasi ini dilakukan dengan instrumen (92) koesioner yang disebarkan untuk menilai kepemimpinan Bupati dilapangan, sesuai dengan kejadian dan fakta yang terjadi sebagai mana yang dirasakan aparat dan masyarakat. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tipologi, strategi dan efektifitas kepemimpinan kyai pesantren yang menjadi bupati dalam penyelenggraan pemerintahan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah interpretatif understanding yaitu penafsiran atau pemaknaan data dengan masalah yang ada atau terhadap data yang sating berhubungan untuk mendapatkan kesimpulan sementara yang dipakai landasan untuk mengumpulkan data selanjutnya. Untuk menganalisis data, tidak hanya saat penelitian selesai dilakukan, akan tetapi juga pada saat data dikumpulkan dilapangan sehingga teredapat kesinambungan. Sedangkan data dari hasil jawaban aparat dan masyarakat melalui koesioner ditabulasi dalam tabel, dihitung frekuensi jawaban yang sama kemudian di prosentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tipologi kepemimpinan kyai pesantren merurut pengakuan pribadi Bupati tersebut di derivasi dari mlai-nilai ajaran agama yang universal, seperti konsep Rahmatan lit alamin, Maslahatul Ummah dan konsep idiologi aswaja berupa Sifat , tawazun, tasamuh dan tawassut. Pengertian harfiah konsep ini adalah menekankan segala sesuatu kepada kepentingan bersama, dan sesuai dengan kebutuhan ummat yang sangat fIeksibel, sehingga kepemimpinan kyai merupakan model kepemimpman situasional. Sedangkan dalam persepsi aparat dan masyarakat tipologi kepemimpinan kyai pesantren sebagai bupati di persepsikan karismatik, yang didasarkan pads figur personal kyai yang berwibawa, dan memilki pengetahuan yang luas dalam bidang agarna yang diyakini aparat dan masyarakat dapat memberikan bimbingan kejalan kebaikan didunia dan akhirat. Dari 92 koesioner yang berhasil dikumpulkan pada aparat dart masyarakat di kabupaten Gresik, tiga jawaban terbanyak adalah : 67.8 % mengatakmn tipologi kepemimpinan kyai pesantren dalam pemerintahan adalah karismatik, 51 % mengatakan demokratik dan 29 % mengatakan paternalistic. Didaerah Probolinggo 62.4 % mengatakan domokratik, 59. 4 % mengatakan paternalistic dan 51.5 % mengatakan karismatik. Dan di kabupaten Sumenep adalah : 57.8 % mengatakan karismatik, 40 % mengtakan demokratik dan 17. 3 % mengatakan Laises faire Sedangkan strategi kepemimpinan yang dipergunakan kyai pesantren yang menjadi Bupati cenderung kepada strategi partisipatif, hal ini didasarkan pada hasil wawancara dengan kyai pesantren yang ketiganya menggunkan media dakwah sebagai salah sate strategi untuk merumuskan dan mengaplikasikan program kerjanya dengan melibatkan aparat daerah secara aktif dalam pengajian dan pertemuan yang digelar dengan masyarakat luas. Dengan demikian Bupati berusaha mengoptimalkan fungsi dari SDM aparat dengan mengajak bersama-sama terjun langsung ditengah-tengah masyarakat, sehingga pars aparat daerah diharapkan dapat mengerti tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat secara baik, benar dan terarah. Adapun dari 92 koesioner yang dikembalikan, penilain aparat dan masyarakat terhadap strategi kepemimpinan bupati dari kyai pesantren ini secara garis besar adalah : kabupaten Gresik 56.6 % mengatakan partisipatif, dan 47.4 % mengatakan konsultatif Kabupaten Probolinggo, 81.8 % mengatakan partisipatif, dan 59.1 mengatakan konsultatif. Sedangkan di kabupaten Sumenep 46.7 % mengatakan partisipatif dan 40 % mengatakan delegatif. Sedangkan efektifrtas tipologi dan strategi kepemimpinan kyai pesantren dalam penyelenggaraan pemerintahan menurut pengakuan tiga bupati serta penilaian aparat dan masyarakat sangatlah efektif. hal ini didasarkan pada kualitas personal SDM kyai yang menjadi Bupati yang tangguh, mumpuni dan berpengalaman dalam organisasi serta tingginya dukungan aparat dan masyarakat terhadap program yang dicanangkan pemerintah. Dengan demikian tesis yang menyatakan bahwa kyai pesantren secra teoritik tidak: akan dapat memimpin organisasi pemerintahan dalam masyarakat modern perlu untuk ditinjau kembali, karena data dalam penelitian ini menggambarkan bahwa kyai pesantren yang menjadi Bupati di tiga daerah tempat penelitian, mampu untuk memimpin orgamsasi pemerintahan di daerahnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPS.41/05 Uba a
Uncontrolled Keywords: Leadership, Kyai pesantren, typology, efectiveness and governmental administrations
Subjects: J Political Science
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
M. Hasan Ubaidillah, 090214688MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH. Haryadi Soeparto, Dr., dr, DOR, MScUNSPECIFIED
ContributorH. Kuntoro, Prof., dr, MPH, Dr. PHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Jun 2017 16:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35566
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item