STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKISMAS RAWAT INAP MELALUI ANALISIS HARAPAN DAN PENILAIAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2005

BUDIAWAN DS, 090310535 (2005) STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKISMAS RAWAT INAP MELALUI ANALISIS HARAPAN DAN PENILAIAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2005. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-budiawands-499-tka_19_0-s ABSTRAK.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Halaman Depan)
35584_Part1.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext1)
35584_Part2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext2)
35584_Part3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (lampiran)
35584_Part4.pdf

Download (833kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Puskesmas Besuki, Panarukan dan Asembagus adalah Puskesmas rawat inap yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Situboudo Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi peningkatan mutu pelayanan rawat inap melalui analisis Harapan dan Penilaian masyarakat dengan menggunakan dua perspektif, perspektif Puskesmas dan perspektif masyarakat. Perspektif Puskesmas menganalisis manajemen ketersediaan pelayanan, kompetensi dan keberlangsungan pelayanan. Sedangkan perspektif masyarakat yaitu dengan menganalisis harapan masyarakat dan kondisi aktual terhadap pelayanan Dokter, Perawat dan Fasilitas Penunjang. Rancang bangun penelitian ini bersifat observasional analitik, pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan panduan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dengan Sistematic Random Sampling dan Sistem Quota Sampling, terhadap 366 responden pasien pasien rawat inap pada bulan Maret dan April dan sedang rawat inap pada bulan Mei sampai Juni Tahun 2005. Analisis dengan menggunakan analisis diskriptif untuk memperoleh gambaran kondisi aktual Puskesmas Besuki, Panarukan dan Asembagus dan mendapatkan gambaran harapan dan penilaian masyarakat terhadap pelayanan Dokter, Perawat dan Fasilitas Penunjang yang dimiliki oleh Puskesmas tersebut. Serta Diagram matrik digunakan untuk menentukan strategi penentuan prioritas pelayanan di Puskesmas Besuki, Panarukan dan Asembagus Kabupaten Situbondo Tahun 2005. Dari hasil penelitian disusun strategi peningkatan kualitas pelayanan pasien nnelalui Diagram Matrik Harapan dan Penilaian Masyarakat terhadap variabel- variabel tersebut di atas, dihasilkan faktor-faktor yang berada pada kuadran satu, dimana pada kuadran ini yang dianggap penting oleh pasien, sehingga masyarakat sangat mengharapkan atribut tersebut, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya oleh pihak Puskesmas, faktor inilah yang perlu mendapat perhatian penanganan dari pihak manajemen puskesmas. Adapun faktor yang berada pada kuadran satu yang sama pada Puskesmas A, B dan C adalah: 1) Keterampilan Dokter dalam mendiagnosa, 2) variasi makanan Sedangkan faktor pelayanan yang lain adalah :l). Kebersihan Dokter, 2). Kerapian Dokter. 3) Ketanggapan Dokter, 4) Keterampilan Perawat mengukur tensi, 5) Kesediaan Perawat memberikan penyuluhan, 6) Kebersihan ruangan rawat inap. 7) Tarif rawat inap. Pada Puskesmas B adalah : 2) Kesediaan Dokter memberikan penyuluhan, 3) Keterampilan Perawat memasang infus. 4) Kesediaan Perawat memberikan penyuluhan, 6) Kelengkapan alat medis. 7) Kesiapan alat medis, 8) Pasien segera dirujuk. Pada Puskesmas C adalah : 1) Kebersihan Dokter, 2) Kerapian Dokter, 4) Perhatian Dokter, 5) Kesediaan Dokter memberikan penyuluhan, 6) Ketanggapan Perawat, 7) Perhatian Perawat, 8) Kontrol perawat, 11) Pasien segera dirujuk, 12) Tarif rawat inap. Sedangkan untuk faktor-faktor yang berada pada kuadran dua, yang dianggap penting oleh masyarakat, sehingga mereka sangat mengharapkan atribut tersebut dan puskesmas sudah melaksanakan sesuai dengan harapan pasien, maka atribut yang berada pada kuadran dua ini harus dipertahankan pelaksanaannya oleh Puskesmas, diantaranya pada Puskesmas A , B dan C adalah : Tarif rawat inap, sedangkan faktor lain pada Puskesmas A : l). Ketanggapan perawat, 2) Kontrol perawat, 3) Kebersihan kamar mandi. Pada Puskesmas B adalah : l) Ketanggapan Dokter, 2) Perhatian Dokter, 3) Kontrol Dokter, 4) Keterampilan perawat mengukur tensi, 5) Ketanggapan perawat, 6) Perhatian Perawat, 7) Kebersihan ruang rawat inap, 8) Proses administrasi, Pada Puskesmas C adalah : I) Kontrol Dokter, 2) Keterampilan Perawat mengukur tensi. 3) Keterampilan perawat infus, 4) Kesediaan perawat memberikan penyuluhan, 5) Pelayanan obat, 6) Kebersihan ruangan rawat inap, 7) Kelengkapan alat medis. 8) Kesiapan alat medis. Sedangkan strategi peningkatan mutu pelayanan dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan Dokter dan Perawat, meningkatkan pelayanan obat dan penunjang medis, mengoptimalkan petugas kebersihan, meningkatkan pelayanan administrasi, memberikan kemudahan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter dan perawat, penampilan Dokter, melaksanakan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP)termasuk advokasi Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo ke Stakeholder dalam rangka pemenuhan anggaran program peningkatan dan pengembangan pelayanan rawat inap.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 19/06 Bud s
Uncontrolled Keywords: Strategy; Improvement; Service Quality; Public Health Center; Inpatients care
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
BUDIAWAN DS, 090310535UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorStefanus Supriyanto, Prof. Dr. dr., MS.UNSPECIFIED
ContributorDjazuli Chalidyanto, SKM., MARSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Jun 2017 16:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35584
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item