PENGELOLAAN RADIO SIARAN KHUSUS PENDIDIKAN : STUDI KASUS PENGELOLAAN RADIO SIARAN PADA "RAPENDIK (RADIO PENDIDIKAN) DI SURABAYA"

TRI HERRY SUHARTINAH, 090210418 (2005) PENGELOLAAN RADIO SIARAN KHUSUS PENDIDIKAN : STUDI KASUS PENGELOLAAN RADIO SIARAN PADA "RAPENDIK (RADIO PENDIDIKAN) DI SURABAYA". Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-suhartinah-640-ts.03_06 ABSTRAK.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35654.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jama Timur merintis usaha untuk memperkecil kesenjangan informasi tentang pendidikan dengan Radio Pendidikan Jama Timur (Rapendik). Sasaran radio berbasis pendidikan ini adalah siswa, guru dan pemerhati pendidikan. Terkendala dengan keberadaan rapendik yang mempunyai SDM dari PNS, hadirnya Undang Undang Penyiaran th 2002 yang mengatur tentang lembaga penyiaran dan kanalisasi yang ditekankan oleh Menteri perhubungan (km 15 th 2003), maka mengelola sebuah media radio dengan segmen pendidikan tentu memerlukan suatu kecermatan serta kejelian dalam membaca kebutuhan khalayak pendengar. Sebuah radio pendidikan tidak mudah meraup keuntungan dari hasil menjual informasi yang kadang sudah dimuat di beberapa media. Meski informasi tersebut sesuai dengan visi dan misi Radio Pendidikan. Tinjauan pustaka yang digunakan adalah merujuk pada teori ranah publik dari Jurgen Habermas sebagai perwujudan dari sistem demokrasi dan saluran komunikasi massa, W. Schramm tentang fungsi radio, Stoner tentang fungsi manajemen, Belch tentang segementasi khalayak, dan didukung dengan Undang Undang Penyiaran no 32 th 2002, Undang Undang Sisdiknas no 20 th 2003, Undang Undang no 13 th 2003 tentang ketenagakerjaan. Penelitian ini, secara khusus ditujukan untuk mengidentifikasi strategi pengemasan program acara, format acara siaran, pola manajemen sumber daya manusia serta mengidentifikasi prospek ke depan keberadaan Radio Pendidikan Jawa Timur setelah implementasi Undang Undang Penyiaran No 32 Tabun 2002. Penelitian termasuk dalam penelitian kualitatif, bersifat deskriptif dengan menggunakan metode kasus particularistik. Artinya studi kasus yang dilakukan berfokus pada situasi, kejadian, dan program. Nara sumber untuk penelitian ini terdiri dari kalangan pengelola radio pendidikan yang disiarkan di Jawa Timur, pendengar siaran radio pendidikan, seluruh staff rapendik, guru, anggota KPID yang membidangi komunikasi dan informasi, Dewan Pendidikan dan masyarakat yang peduli terhadap program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pendidikan pada radio siaran memberikan informasi tentang pendidikan dan penerangan yang diperlukan masyarakat tidak lepas dari unsur yang ada di lembaga pendidikan yaitu sekolah. Format siaran semi flat memang memiliki kelebihan dalam fleksibilitas untuk memasukkan acara-acara yang ada, namun demikian perlu dikembangkan sebuah paket program yang secara khusus merupakan program pembelajaran jarak jauh sehingga tidak hanya menyajikan informasi pendidikan saja. Pengembangan program yang dibuat selama satu tahun seluruhnya mengarah pada pendidikan lebih banyak ditekankan pada kebutuhan masyarakat akan informasi yang disesuaikan dengan pembagian waktu. Sumber daya manusia yang sebagai besar terdiri dari PNS merupakan aset yang sangat panting, karenanya Rapendik selalu mengembangkan SDM agar menjadi handal dan profesional melalui pendekatan organisasi dengan pola patnertship diharapkan tidak ada batas antara atasan dan bawahan dalam berkomunikasi dan interaksi untuk pemecahan masalah dan untuk mendapatkan informasi pendidikan. Adanya rekrutmen karyawan yang baru adalah merupakan suatu bentuk pengembangan pegawai yang dapat memotivasi serta sebagai penyiar pengganti apabila penyiar berhalangan. SDM sebagai ujung tombak radio, kepribadian dan keluasan wawasan merupakan kemampuan seorang penyiar mutlak diperlukan agar dapat melaksanakan tugas-tugas kepenyiaran dengan baik dan profesional Iklan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pemasaran meskipun dilarang tetapi dengan upaya barter yaitu terbatas melalui pertukaran program dan narasumber perlu dikembangkan sebagai penunjang sepanjang tidak adanya dukungan dana dari APBD Melalui siaran-siarannya yang lebih dominan berisikan informasi pendidikan untuk masyarakat, konsep Rapendik jauh lebih mendekati konsep penyiaran publik ketimbang penyiaran komunitas. Sebab secara historis keberadaan Rapendik jelas berbeda dengan pembentukan radio komunitas pada umumnya. Namun demikian, Rapendik lebih bersifat sebuah layanan yang diselenggarakan sebuah lembaga publik (public services). Agar tetap eksis Rapendik direkomendasikan agar mampu mengembangkan jangkauan dan penetrasi informasi masalah kependidikan, melalui perintisan jaringan radio pendidikan dengan Kabupaten dan Kota dan membentuk lembaga penyiaran swasta dibawah payung P.T ( Perusahaan Terbatas), sehingga dapat mengembangkan organisasi secara menyeluruh sehingga tidak lagi tergantung pada dana APBD yang kecil.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TS.03/06 Suh p
Uncontrolled Keywords: Management; Radio Management; Broadcasting Management
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
TRI HERRY SUHARTINAH, 090210418UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYan Yan Cahyana, Drs. MAUNSPECIFIED
ContributorSuko Widodo, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 19 Jun 2017 20:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35654
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item