PERKAWINAN ADAT LAMPUNG STUDI DINAMIKA ADAT PEPADUN DALAM PERKAWINAN ENDOGAMI DAN EKSOGAMI PADA MASYARAKAT MENGGALA DI KABUPATEN TULANG BAWANG PROPINSI LAMPUNG

DJALALUDDIN G., 099913324 (2001) PERKAWINAN ADAT LAMPUNG STUDI DINAMIKA ADAT PEPADUN DALAM PERKAWINAN ENDOGAMI DAN EKSOGAMI PADA MASYARAKAT MENGGALA DI KABUPATEN TULANG BAWANG PROPINSI LAMPUNG. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-news-2006-djalaluddi-620-ts0803-p ABSTRAK.pdf

Download (411kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35704.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

RINGKASAN Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang clan memilih Kecama!an Menggala sebagai obyek studi. Dipilihnya Kecamatan Menggala ini karena sangat relevan dengan masalah clan tujuan penelitian. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data terutama diperoleh dari informan sebanyak 13 orang dengan metode wawancara / wawancara mendalam. Selain itu data juga diperoleh dari observasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini hendak mendiskripsikan berbagai pandangan masyarakat Lampung Menggala dalam dinamika perkawinan endogami dan eksogami dalam pola perkawinan masa lalu, masa sekarang, dan perobahan-perobahan yang terjadi mulai dari proses melamar, pemilihan jodoh, upacara pernikahan, resepsi pernikahan, uang belanja dan pemilihan tempat tinggal. Permasalahan clijelaskan dengan teori kebudayaan, teori tindakan sosial, dan tecd perubahan budaya. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : Terdapat perubahan pola perkawinan pada perkawinan endogami yang semula banyak memilih perkawinan antar keluarga antar marga, kelompok sosial, status ekonomi, dan masalah pemilihan jodoh pada masa lalu peran orang tua sangat dominan dan harus dilakukan secara adat. Tetapi sekarang pola seperti ini telah beralih ke perkawinan eksogami dimana pemilihan jodoh mulai bergeser pada pilihan anak dan orang tua hanya memberi persetujuan / restu dengan upacara adat yang lebih disederhanakan. Pada masyarakat Menggala terjadinya pergeseran ini akibat adanya modernisasi, kontak dengan budaya luar, pengaruh pendidikan, sosial ekonomi, kesemuanya ini sangat bersifat dilematik. Dilematika ini lebih terasa ketika semakin dirasakan melemahnya berbagai pranata sosial berupa soliclaritas kelompok dan pemaknaan norma, aturan-aturan maupun nilai-nilai tradisi adat. Adapun perubahan yang terjadi umumnya setelah dicermati melalui dimensi kultural dan struktur, sistem nilai, norma, dalam kesadaran dan tindakan-tindakan warga masyarakat untuk berinteraksi, dari kesadaran struktur ini diperoleh setiap anggota masyarakat melalui internalisasi dalam pengalaman hidupnya. Pendorong perubahan pada adat pepadun karena adanya konteks sosial yang berbeda yang kemudian mengalami variasi dalam berbagai persamaan dan perbedaan. Pendorong perubahan dapat dibedakan antara faktor internal dan faktor eksternal. Faktor luar adalah faktor lingkungan dimana tata Cara yang sudah menjadi mode digunakan oleh masyarakat sekelilingnya. Selain itu adanya faktor modernisasi mampu menyumbangkan kepribadian modern seperti sikap rasional dan menghargai waktu, sehingga akibat yang tak terhindarkan adalah perubahan segala sesuatu yang tradisional dan penghargaan tinggi terhadap waktu dan uang, kemudian rangkaian proses perkawinan dengan adat pepadun lebih disederhanakan dan praktis tanpa mengurangi tata cara tradisional. Hal ini jugs akan menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola perkawinan masyarakat, menyangkut pola pemilihan jodoh, proses melamar, biaya perkawinan, upacara naik pepadun, resepsi maupun pesta, pemilihan tempat tinggal. Pole pemilihan jodoh terlihat tidak ada perbedaan antara lapisan atas dengan lapisan bawah (lain-lain), jodoh ditemukan oleh anak sendiri atau melalui permusyawaratan antara anak dan orang tua. Demikian pula pilihan jodohnya dalam perkawinan eksogami seat ini lebih banyak dari pada perkawinan endogami. Setelah melangsungkan perkawinan tidak ada lagi ketentuan hares tinggal berdekatan dengan kerabat suami, tetapi telah mulai memilih tempat tinggal yang tidak berdekatan baik dengan kerabat suami atau kerabat isteri. Semuanya ini menunjukkan bahwa tingkat kemandirian generasi yang lebih mudah pada masyarakat Lampung Menggala lebih tinggi dari sebelumnya. Mereka telah mulai berpikir praktis dan rasional, tidak lagi terikat oleh pemikiran tradisional, sebagai akibat dari kehidupan modern yang telah melanda kehidupan masyarakat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: TS 08/03 Dja p
Uncontrolled Keywords: PERKAWINAN ADAT LAMPUNG [STUDI DINAMIKAADAT PEPADUN DALAM PERKAWINAN ENDOGAMI DAN EKSOGAMI PADA MASYARAKAT MENGGALA DI KABUPATEN TULANG BAWANG PROPINSI LAMPUNGY
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DJALALUDDIN G., 099913324UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorL. Dyson, Dr. P.,MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 21 Jun 2017 18:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35704
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item