Upaya Penanggulangan Kemiskinan: Studi tentang Keberdayaan Nelayan Desa Gisik Cemandi

Indriati Susilo, 090214794 M (2005) Upaya Penanggulangan Kemiskinan: Studi tentang Keberdayaan Nelayan Desa Gisik Cemandi. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-susiloindr-696-ts1106-k.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-susiloindr-696-ts_11_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kemiskinan nelayan disebabkan oleh faktor-faktor yang kompleks dan terkait satu sama lain. Faktor-faktor itu antara lain meliputi, beberapa daerah pesisir yang mengalami kepadatan, sumberdaya masyarakat nelayan yang rendah, struktur sosial yang tidak menguntungkan khususnya bagi nelayan buruh, fluktuasi musim yang tidak memungkinkan nelayan melaut sepanjang tahun, serta kurangnya perhatian pemerintah dibandingkan sektor lain. Penelitian ini, yang dilaksanakan di daerah nelayan Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, menemukan beberapa hal yang menjadi faktor penyebab nelayan berada dalam kondisi kemiskinan dan sekaligus upaya-upaya yang telah dilakukan untuk keluar dari kondisi kemiskinan tersebut. Faktor yang paling berperan sebagai penyebab masyarakat nelayan berada dalam kondisi kemiskinan adalah ketidak pastian memperoleh hasil tangkapan. Hasil tangkapan utama nelayan Gisik Cemandi adalah udang, sehingga jenis jaring yang dimiliki oleh nelayan di daerah ini utamanya yaitu jenis jaring gondrong untuk menangkap udang. Karena musim udang hanya dua bulan yaitu bulan Juni hingga Juli, maka penghasilan besar nelayan hanya dua bulan tersebut. Bulan-bulan berikutnya hasilnya sangat kecil bahkan seringkali tidak memperoleh hasil tangkapan. Jaring gondrong adalah jenis jaring yang paling tidak tahan lama, waktu pemakaian sekitar tiga hingga lima hari. Jaring gondrong seringkali juga digunakan untuk menangkap jenis ikan yang lain, sehingga hasilnya tidak maksimal.Faktor lain yang ikut berperan sehingga nelayan sulit beranjak dari kondisi kemiskinannya adalah ketiadaan lapangan pekerjaan sektor lain, atau keahlian sebagai pendukung ketika sedang tidak musim ikan. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki nelayan dan kurangnya dukungan pemerintah pada upaya pemberdayaan masyarakat nelayan. Kursus-kursus ketrampilan yang pernah diselenggarakankan oleh lembaga-lembaga pemerintah terkait, ataupun dari pihak swasta tidak berlanjut pada aktifitas yang dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Upaya-upaya yang dilakukan nelayan dalam mengatasi kondisi kemiskinannya dilakukan secara individu, dalam lingkungan keluarga, melalui organisasi-organisasi sosial termasuk di dalamnya organisasi penangkapan. Secara individu upaya yang dilakukan nelayan antara lain dengan menambah jadual waktu melaut, dan berusaha menambah kepemilikan jenis jaring dari hasil menabung, agar dapat mengalami musim panen dalam waktu yang lebih lama dengan beragam jenis ikan. Melalui lingkungan keluarga upaya yang dilakukan antara lain dengan membuka warung, serta melibatkan istri dan anak-anak dalam kegiatan mencari kerang. Tambahan modal untuk pembelian jaring selain merupakan hasil menabung pada saat musim panen, juga diperoleh nelayan dari hasil pinjaman. Pinjaman uang dapat dilakukan melalui koperasi nelayan, atau melalui kegiatan simpan pinjam pada organisasi pengajian. Pada organisasi penangkapan, seorang nelayan andon dapat pinjam uang pada nelayan pemilik kapal yang diikuti, sedangkan nelayan pemilik kapal dapat pinjam uang pada juragan dimana ia menyetorkan ikan. Peningkatan penghasilan selain karena nelayan memiliki beberapa jenis jaring, juga dialami jika nelayan andon memiliki jaring sendiri. Seorang nelayan andon yang sudah lama menetap biasanya mampu membeli jaring sendiri dan penghasilannya lebih tinggi dibandingkan rata-rata nelayan andon lain. Pada beberapa literatur dan penelitian menunjukkan, bahwa posisi juragan merupakan salah satu faktor penyebab kemiskinan nelayan. Modal besar yang dimiliki juragan menyebabkan nelayan berada pada posisi inferior, dan harus mengikuti patokan harga yang ditentukan juragan dalam membeli hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan hasil interview dengan berbagai lapisan sosial yang ada pada masyarakat nelayan desa Gisik Cemandi, serta hasil analisis data, menunjukkan juragan mempunyai peran yang besar pada upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan nelayan. Pinjaman modal tanpa bunga dan agunan, serta waktu pengembalian yang tanpa batas sangat membantu nelayan dalam memperoleh nafkah dan hingga saat ini belum tergantikan oleh lembaga ekonomi lainnya. Juragan bersama aparat desa juga berperan membantu nelayan dalam mengatasi konflik dengan nelayan daerah lain. Selain itu, dalam kegiatan keagamaan juragan berperan aktif dengan menjadi penceramah, mengikuti kegiatan pengajian bahkan mengajarkan pada nelayannya untuk bersamasama melaksanakan ibadah Qurban. Program bantuan dana yang berasal dari pemerintah sebagai pendukung bagi upaya pengentasan dan pengendalian kemiskinan nelayan desa Gisik Cemandi, diperoleh melalui dana APBD yang dikelola koperasi nelayan. Upaya pemberdayaan dilakukan pemerintah melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan, antara lain pengolahan bahan makanan dari ikan. Program pelatihan ini tidak berlanjut menjadi usaha meningkatkan ekonomi nelayan, dikarenakan ketidak tahuan nelayan tentang cara memasarkan produk yang dihasilkan. Potensi-potensi yang dimiliki nelayan seperti motivasi bekerja keras, keinginan untuk dapat mengikuti kursus ketrampilan/ keahlian serta keinginan agar anak-anak nelayan dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, merupakan modal keberdayaan nelayan. Dibutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah, untuk melaksanakan program-program pemberdayaan yang lebih efektif dan upaya kemitraan dengan perusahaanperusahaan terkait agar nelayan dapat lebih memberdayakan dirinya

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TS 11/06 Sus u
Uncontrolled Keywords: Kemiskinan ; Nelayan
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV4023-4470.7 Poor in cities. Slums
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
Indriati Susilo, 090214794 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSutinah, Dra.,MSUNSPECIFIED
ContributorGitadi Tegas Supramudyo, Drs.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Aug 2016 04:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35775
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item