PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA PEMERINTAH KOTA BATAM

Amsakar Achmad, 090114642 M (2005) PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA PEMERINTAH KOTA BATAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-amsakarach-1763-te_23_06.pdf

Download (899kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35989.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mencermati bahwa misi utama penyelenggaraan otonomi daerah dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, menciptakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya daerah, serta memberdayakan dan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan, maka untuk mewujudkan misi tersebut, diperlukan daya dukung aparatur pemerintahan yang handal, cakap dan memiliki kompetensi untuk menyelesaikan berbagai tugas pokok dan fungsi yang dipercayakan kepada mereka. Daya dukung ini menjadi mungkin diwujudkan bilamana roda pemerintahan tersebut dikelola dan dilaksanakan oleh pemimpin yang mampu menjadi inspirator untuk mendorong motivasi sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja pegawainya. Bertitik tolak dari misi otonomi daerah tersebut, studi ini berusaha untuk melihat dan menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi dan Produktivitas Kerja Pegawai pada Pemerintah Kota Batam. Variabel Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Produktivitas Kerja tersebut diperlakukan sebagai Variabel Laten mengingat ada banyak dimensi atau indikator yang dapat menjadi pembentuk dari masing-masing variabel di atas. Dalam hal ini, untuk melihat Gaya Kepemimpinan dipelajari dari 4 (empat) indikator yaitu : (1) penerapan kewenangan, (2) derajat kewibawaan atasan, (3) norma budaya yang dianut, dan (4) kualitas kepribadian atasan. Untuk variabel Motivasi Kerja dicermati dari 4 (empat) indikator yaitu : (1) dorongan mencapai tujuan, (2) semangat kerja, (3) inisiatif dan kreativitas, serta (4) rasa tanggung jawab. Sedangkan untuk variabel Produktivitas Kerja, diamati dari 3 (tiga) indikator yaitu : (1) pencapaian prestasi kerja, (2) tingkat penyelesaian pekerjaan, dan (3) kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Pengaruh antar masing-masing variabel dan dimensi yang membentuk variabel selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Untuk uji validitas dan reliabilitas dari 4 indikator gaya kepemimpinan semuanya menunjukkan hasil yang valid dan reliabel, dimana nilai loading factor / lambda (λ) pada masing-masing indikator berada pada kisaran 0,378 sampai dengan 0,518. Sementara nilai delta (8) berada pada kisaran angka 0,079 sampai 0,142. Besarnya nilai loading factor / lamda (λ) dan kecilnya nilai delta () yang diperoleh semakin menegaskan bahwa masing-masing indikator pembentuk gaya kepemimpinan tersebut adalah valid dan reliabel. Relatif sejalan dengan Gaya Kepemimpinan, untuk variabel Motivasi Kerja, dari 4 indikator yang digunakan semuanya juga menunjukkan hasil yang valid dan reliabel, dimana secara umum, nilai pada masing-masing indikator berada pada kisaran 0,642 sampai 0,706 dan nilai S berada pada kisaran 0,054 sampai dengan 0,084 yang berarti bahwa masing-masing indikator yang digunakan untuk melihat Motivasi Kerja tersebut terbukti memiliki tingkat keberartian atau kemampuan sebagai pembentuk variabel Motivasi Kerja. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh 3 (tiga) indikator pembentuk variabel Produktivitas Kerja yang tercermin dari nilai loading factor (λ) yang rata-ratanya cukup tinggi pada kisaran 0,501 sampai 0,874, sementara nilai S berada pada kisaran 0,022 sampai dengan 0,099; yang berarti masing-masing indikator yang digunakan tersebut masih reliabel dan valid sebagai pembentuk variabel Produktivitas Kerja. Dengan demikian, keseluruhan hasil uji validitas dan reliabilitas tersebut semakin menegaskan bahwa keseluruhan indikator yang digunakan pada tiap-tiap variabel; baik untuk variabel Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, maupun Produktivitas Kerja memiliki nilai loading factor (λ) dan nilai delta () yang signifikan, sehingga semua indikator tersebut dinyatakan valid dan reliabel. Disamping melakukan uji validitas dan reliabilitas, hal terpenting dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisis pengaruh dari masing-masing variabel yang didasarkan pada nilai koefisien struktural yang diperoleh. Untuk yang pertama, yakni pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1) terhadap Motivasi Kerja (X2) diperoleh hasil yang signifikan dimana nilai koefisien strukturalnya sebesar 0.753. Ini berarti, HI yang diajukan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap Motivasi Kerja memang terbukti memiliki hubungan secara langsung. Sedangkan, pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1) terhadap Produktivitas Kerja (Y) diperoleh hasil yang non signifikan dimana nilai koefisien strukturalnya sebesar 0.117. Ini berarti, H2 yang diajukan tidak terbukti karena Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh langsung terhadap Produktivitas Kerja. Adapun mengenai pengaruh Motivasi Kerja (X2) terhadap Produktivitas Kerja (Y) diperoleh hasil yang signifikan dimana nilai koefisien strukturalnya sebesar 0.854. Ini berarti, H3 yang diajukan juga terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja, sehingga hipotesis yang diajukan tersebut diterima. Atas temuan yang diperoleh tersebut terlihat bahwa Gaya Kepemimpinan memainkan peran yang penting sebagai pendorong Motivasi Kerja, sementara Motivasi Kerja juga memiliki pengaruh yang strategis dalam mendorong Produktivitas Kerja, untuk itu disarankan agar ke depan penempatan orang-orang tertentu di lingkungan unit kerja yang ada sebaiknya terseleksi atas dasar kecakapan dan kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi, dan perannya sebagai pegawai negeri sipil. Untuk mewujudkan pimpinan yang handal, kompeten dan terseleksi tersebut diperlukan kajian yang matang dan cermat dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemerintah Kota Batam. Saran ini dipandang penting mengingat Gaya Kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin di samping mampu meningkatkan Motivasi Kerja pegawai, hingga dengan demikian dapat merangsang Produktivitas Kerja mereka, juga di sisi yang lain akan mampu meningkatkan performance dan citra dari institusi Pemerintah Kota Batam itu sendiri.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TE. 23/06 Ach p
Uncontrolled Keywords: Leadership style, job motivation and productivity
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF501-504.3 Motivation
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD58.7-58.95 Organizational behavior, change and effectiveness. Corporate culture
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3154-3370 Constitutional law > K3289-3367 Organs of government > K3332-3363 Heads of state and the central government
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
Amsakar Achmad, 090114642 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEffendie, Prof.,Dr.,H.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 09 Jul 2017 23:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35989
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item