ANALISIS HUBUNGAN ANTARA FINANCIAL DISTRESS, RASIO BV/MV, DAN PENDAPATAN SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA

Musdholifah, 090214854 (2005) ANALISIS HUBUNGAN ANTARA FINANCIAL DISTRESS, RASIO BV/MV, DAN PENDAPATAN SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-musdholifa-1769-te3406.pdf

Download (747kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
35995.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan ekonomi Indonesia pada era tahun 1990-an mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi. Namun, keadaan menjadi berubah 180 derajat ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Krisis ekonomi yang berkembang menjadi krisis multidimensional membawa dampak buruk hampir ke semua sektor kehidupan masyarakat Indonesia, demikian halnya sektor industri. Berdasarkan penelitian Lin Che Wei pada tahun 2002 hampir 30% emiten di Bursa efek Jakarta mengalami kesulitan keuangan akibat krisis ekonomi. Di Amerika, berdasarkan penelitian Chen dan Zhang (1998) menunjukkan bahwa pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan (financial distress) juga memiliki rasio BV/MV dan pendapatan saham rata-rata yang tinggi pula. Berdasarkan fenomena di atas, penelitian ini ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara kondisi financial distress, rasio BV/MV, dan pendapatan saham pada perusahaan besar maupun kecil di Bursa Efek Jakarta. Penelitian tentang hubungan kondisi financial distress, rasio BV/MV, dan pendapatan saham yang dilakukan oleh Griffin dan Lemmon (2002) menunjukkan hasil bahwa pada perusahaan yang mengalami kondisi financial distress yang ditandai dengan nilai 0 skor yang tinggi mencatat rasio BV/MV dan pendapatan saham yang tinggi pula. Penelitian yang sama dilakukan oleh Dichev (1998) pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di NYSE, Nasdaq, dan Amex menunjukkan hasil bahwa pada perusahaan yang mengalami financial distress memiliki rasio BV/MV yang tinggi tapi memiliki pendapatan saham yang rendah. Penelitian serupa dilakukan oleh Akgun dan Gibson (2000) diperoleh hasil bahwa pada perusahaan yang memiliki rasio BV/MV tinggi ternyata memiliki pendapatan saham yang rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara kondisi financial distress, rasio BV/MV, dan pendapatan saham pada perusahaan besar dan kecil di Bursa Efek Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 perusahaan. Sampel diambil dari semua kelompok industri kecuali kelompok industri keuangan yang terdaftar selama periode 2000-2002. Sampel 60 perusahaan diranking berdasarkan ukuran perusahaan, kemudian dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu perusahaan besar, sedang, dan kecil. Kelompok yang digunakan dalam analisis adaiah kelompok perusahaan besar dan kecil, sedangkan kelompok sedang tidak digunakan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh pada kelompok perusahaan besar terdapat hubungan yang positif signifikan antara rasio BV/MV dengan 0 skor dan hasil ini sesuai dengan teori BV/ MV effect tapi tidak membuktikan teori size effect. Terdapat hubungan yang negatif dan tidak signifikan antara rasio BV/MV dan pendapatan saham. Hasil ini menunjukkan temuan penelitian tidak dapat membuktikan BV/MV effect maupun size effect. Terdapat hubungan yang negatif dan tidak signifikan antara 0 skor dan pendapatan saham. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori bahwa perusahaan yang memiliki 0 skor tinggi juga memiliki pendapatan saham yang tinggi pula. Penelitian ini juga tidak dapat membuktikan teori size effect. Pada kelompok perusahaan kecil diperoleh hasil analisis terdapat hubungan positif signifikan antara rasio BV/MV dengan 0 skor , hasil ini sesuai dengan teori BV/MV effect dan size effect. Terdapat hubungan negatif signifikan antara rasio BV/MV dengan pendapatan saham. Hasil ini menunjukkan temuan penelitian tidak dapat membuktikan BV/MV effect maupun size effect. Terdapat hubungan negatif tidak signifikan antara 0 skor dan pendapatan saham. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori bahwa perusahaan yang memiliki 0 skor tinggi juga memiliki pendapatan saham yang tinggi pula dan ukuran perusahaannya kecil. Penelitian ini juga tidak dapat membuktikan teori size effect.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TE.34/06 Mus a
Uncontrolled Keywords: Financial distress, BV/MV ratio, Stocks return
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG4001-4285 Finance management. Business finance.Corporation finance
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4551-4598 Stock exchanges
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
Musdholifah, 090214854UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI Made Sudana, Drs.,Ec.,M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 09 Jul 2017 23:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/35995
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item