LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MENANGANI PARA PEKERJA SEKS KOMERSIAL LIAR

MZ. Jihad, 0901101791 (2005) LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MENANGANI PARA PEKERJA SEKS KOMERSIAL LIAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-jihadmz-1796-tps530-l.pdf

Download (678kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36021.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di wilayah perkotaan, bisnis pelacuran cenderung makin marak karena menjadi bagian dari kegiatan turisme. Begitu juga dengan kota Surabaya, pelacuran semakin ramai dimana-mana. Pihak Pemerintahan Kota Surabaya sendiri selama ini telah mengatur dan memberikan tempat bagi para Pekerja Seks Komersial di lokalisasi-lokalisasi yang telah ditentukan. Tetapi kenyataannya masih banyak para Pekerja Seks Komersial ini beroperasi atau melakukan pekerjaannya dipinggir-pinggir jalan atau tempat-tempat terselubung lainnya. Penelitian yang dipilih adalah jenis penelitian deskritif dengan pendekatan kualitatif dimana metode ini dipilih untuk mengetahui serta mendeskripsikan secara jelas dan rinci langkah-langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani PSK Liar. Langkah-langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya sendiri dalam menangani Pekerja Seks Komersial Liar ini diantaranya adalah : 1. Membuat Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya No. 7 tahun 1999 tentang larangan penggunaan bangunan/tempat untuk perbuatan asusila serta pemikatan untuk melakukan perbuatan asusila di Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya. Melalui perangkatnya yaitu Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial sering melakukan razia-razia dan penertiban bagi para pekerja seks komersial liar atau yang beroperasi di luar lokalisasi. 2. Melakukan razia-razia dan penertiban bagi para pekerja seks komersial liar atau yang beroperasi di luar lokalisasi dengan pihak-pihak lain yang terkait misalnya Polisi, Kejaksaan, Dinas Kehatan dan LSM-LSM yang ada. 3. Menyelenggarakan berbagai penelitian, seminar, pertemuan dialog yang melibatkan berbagai kalangan seperti perguruan tinggi dan LSM. Pelbagai upaya di atas dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mencari solusi terbaik bagi warga kota. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya terkesan hanya merupakan suatu kegiatan rutinitas atau terjadwal, karena dalam menangani PSK Liar ini bukan hanya diperlukan suatu rutinitas saja tetapi juga harus dibutuhkan keuletan, kesabaran dan kecekatan para petugas di lapangan untuk mewujudkan kenyamanan kota. Dari permasalahan di atas maka penelitian ini akan mengambil langkah¬-langkah srategis baru yang dapat digunakan oleh Pemkot Surabaya dalam menangani PSK Liar, yaitu : 1. Peningkatan APBD Pemerintah Kota Surabaya khususnya bagi anggaran Dispol PP dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan. 2. Penambahan dan peningkatan permodalan, langkah-langkah yang konkrit agar kemandirian Pemerintah Kota Surabaya dapat segera terwujud, sebagai berikut : melibatkan lembaga-lembaga sukarela atau LSM �LSM dan kebijakan bantuan khusus. 3. Mengadakan kerja sama dengan pihak Pengadilan Negeri Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 4. Pembangunan tempat Rehabilitasi bagi para PSK Liar

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPS 53/06 Jih l
Uncontrolled Keywords: Strategy
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ12-449 Sexual life
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > PSDM
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MZ. Jihad, 0901101791UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSoedjono Abipraja, Prof.,Dr.,SEUNSPECIFIED
ContributorFendy Suhariadi, Dr.,Drs.,M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 16:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36021
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item