PONDOK PESANTREN DAN PERUBAHAN SOSIAL (Strategi Adaptasi Pondok Pesantren Sidogiri Dalam Menghadapi Perubahan Sosial)

SAHLAWI, 090315077 M (2005) PONDOK PESANTREN DAN PERUBAHAN SOSIAL (Strategi Adaptasi Pondok Pesantren Sidogiri Dalam Menghadapi Perubahan Sosial). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-sahlawi-1806-ts21_06.pdf

Download (840kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36031.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Eskalasi perubahan sosial dan budaya yang terjadi sepanjang kehidupan manusia menjadikan perubahan sebagai keniscayaan yang tidak bisa dielakkan. Pesantren, sebagai `institusi budaya' yang lahir atas parakarsa dan inisiatif tokoh masyarakat yang bersifat otonom, juga tak luput dari terpaan perubahan tersebut. Pada awalnya pesantren memposisikan diri dalam kapasitas sebagai institusi pendidikan dan keagamaan, kemudian berkembang dan melakukan reposisi seiring perubahan-perubahan sosial yang terjadi. Pondok pesantren Sidogiri Pasuruan adalah salah satu pondok pesantren di Jawa Timur yang saat ini banyak mengalami kemajuan dan perubahan dengan tetap eksis pada pola salafisme sekaligus berhasil menjadi `magnet sosial' di tengah terdegradasinya sistem pendidikan pendidikan nasional. Oleh karena itu, penelitian dengan judul Pondok Pesantren Dan Perubahan Sosial (Strategi Adaptasi Pesantren Sidogiri Dalam Menghadapi Perubahan Sosial) bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana pola dan strategi pondok pesantren Sidogiri dalam merespon perubahan sosial yang didesakkan dari luar pesantren sehingga nilai, jati diri dan tradisi `salafisme' yang tumbuh berkembang di dalamnya bisa eksis dan tetap memiliki makna relasional¬relevansional terhadap setiap perkembangan yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kwalitatif Sumber data diperoleh dengan cara wawancara informan secara mendalam dan terstruktur, dokumentasi dan observasi serta kepustakaan. Dengan pendekatan teori Aktor Sistem Dinamik, dapat dinyatakan bahwa strategi adaptasi pondok pesantren Sidogiri dalam merespon dan menghadapi perubahan sosial terletak pada keunggulan kreatifitas atau adaptasi kreatif yang dimainkan oleh para aktor (kyai, pengasuh, majelis keluarga dan pengurus) dalam mengembangkan dan mengelola nilai dan budaya yang bersifat progress adaptable maupun yang bersifat resisten terhadap perubahan. Hal-hal yang dianggap progress adaptable terus dikembangkan dengan wujud pengembangan pola dan system seperti penataan managemen dan penataan SDM (sumber daya manusia). Sementara hal-hal yang dianggap resisten tetap dipelihara dan dipertahankan bahkan dianggap sebagai konsep `final'. Dengan kata lain perkembangan pola dan system apapun yang terjadi di pesantren Sidogiri tidak sampai merubah nilai-nilai salafisme seperti budaya cium tangan, ta'dhim dan hormat kepada guru, tawadhu', dedikasi, yang selama ini menjadi jati diri pesantren. Penataan managemen ditandai dengan pembentukan kepemimpinan kolektif yang disebut dengan `majelis keluarga' serta pelayanan administrasi dalam komputerisasi, disamping itu dilakukan pembagian wewenang antara pengasuh dengan pengurus dimana pengasuh memegang kebijakan makro sedang pengurus berwenang pada kebijakan mikro. Dengan kata lain pengasuh bersama majelis keluarga mempunyai fungsi sebagai inspirator, legislator, pengontrol dan pengendali program pengurus. Pengurus mempunyai kebijakan yang luas berkenaan dengan teknis dan operasional. Mengenai penataan SDM pondok pesantren Sidogiri, dilakukan dengan cara pelatihan-pelatihan, seminar, loka karya dan sarasehan serta penyelnggaraan pendidikan yang berkwalitas dan dipercaya dengan ditunjang oleh kelengkapan fasilitas perpustakaan yang cukup memadai. Hasil penelitian seperti tergambarkan di atas diharapkan dapat memberi gambaran yang lebih utuh tentang kemampuan pesantren beradaptasi dengan setiap perkembangan dan perubahan zaman. Sebab nilai-nilai kepesantrenan yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata tidak harus selalu dipertentangkan dengan semangat kemajuan, kemodernan serta tidak harus tampil `kaku' berhadapan dengan sesuatu yang dianggap baru. Sebab terdapat banyak pesan-pesan religius yang menjadi patokan kalangan pesantren memberi peluang untuk ikut berpartisipasi meleburkan diri dalam kancah kehidupan modern dalam arus globalisasi saat ini. Ada tantangan tersendiri bagi kalangan akademisi untuk melakukan kajian ulang terhadap keberadaan pesantren yang cenderung diabaikan dalam studi-studi sosial selama ini.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TS 21/06 Sah p
Uncontrolled Keywords: Pesantren, social change, adaptive strategy, actor
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM831-901 Social change
L Education > LB Theory and practice of education > LB5-3640 Theory and practice of education > LB2300-2430 Higher education > LB2326.4-2330 Institutions of higher education
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
SAHLAWI, 090315077 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGitadi Tegas, Drs.,M.SiUNSPECIFIED
ContributorDoddy S. Singgih, Drs.,MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 19:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36031
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item