ANALISIS FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK KEINGINAN PERAWAT KONTRAK MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL Studi Kasus di Graha Amerta RSU Dr. Soetomo Surabaya Berdasarkan Pendekatan Teori Pull and Push dari Ravenstein

HADI SUSATYO, 090310545 L (2005) ANALISIS FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK KEINGINAN PERAWAT KONTRAK MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL Studi Kasus di Graha Amerta RSU Dr. Soetomo Surabaya Berdasarkan Pendekatan Teori Pull and Push dari Ravenstein. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-susatyohad-1834-tka54-06.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36053.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Graha Amerta adalah fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang pengelolaannya dibawah RSU Dr. Soetomo Surabaya. Graha Amerta merupakan Graha Rawat Inap Utama (GRID) yang dikembangkan dari Paviliun Airlangga RSU Dr. Soetomo. Sejak tanggal 25 Mei 2003 menempati gedung baru, terdiri dari 8 lantai yang terletak di Jl. Airlangga 1 — 9 Surabaya. Selain merupakan tempat rawat inap utama yang menempati lantai 2 sampai dengan lantai 7, Graha Amerta juga menyediakan fasilitas rawat jalan atau poliklinik spesialis yang menempati lantai 1. Sedangkan lantai dasar digunakan untuk laboratorium, rehabilitasi medis, klinik dokter umum counter pendaftaran dan informasi, serta berbagai fasilitas umum seperti Bank Jatim, Puri Iwake, took roti Tiramisu, dll. Jumlah karyawan Graha Amerta sampai dengan bulan Juli 2005 sebanyak 271 orang, sebanyak 102 diantaranya adalah perawat. Dan jumlah 102 orang perawat tersebut, 30 orang berstatus pegawai negeri sipil RSU Dr. Soetomo yang dipercaya oleh pimpinan untuk bekerja di Graha Amerta. Sedangkan sisanya sebanyak 72 orang merupakan perawat kontrak Graha Amerta. Pada bulan November 2003 jumlah perawat kontrak masih 61 orang dan manajemen melakukan penelitian, ternyata sebanyak 43 orang perawat ( 70%) ingin menjadi pegawai negeri sipil. Pada bulan Mei 2005 ada penerimaan pegawai negeri sipil yang bersifat nasional. Sebanyak 35 orang perawat kontrak Graha Amerta mengikutinya dan ternyata 4 orang diterima menjadi pegawai negeri sipil. Dari keempat perawat yang diterima sebagai pegawai negeri sipil, semuanya ditempatkan di luar Graha Amerta atau RSU Dr. Soetomo sehingga Graha Amerta kehilangan perawat terbaik yang telah dibinanya selama ini. RSU Dr. Soetomo sampai sekarang tidal( mempunyai wewenang untuk mengangkat pegawai kontrak menjadi pegawai negri sipil. Demikian juga Graha Amerta belum mempunyai wewenang untuk mengangkat pegawai kontrak menjadi pegawai tetap ataupun pegawai negeri sipil. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis faktor dominan dari faktor pendorong dan faktor penarik yang mempengaruhi keinginan perawat untuk menjadi PNS di Graha Amerta RSU Dr. Soetomo Surabaya. Sedang tujuan khusus adalah:1) Menganalisis pengaruh faktor pendorong yang terdiri atas faktor budaya, interest (kesukaan atau ketertarikan), prestise, pengakuan masyarakat, dan pertimbangan rasional keinginan perawat untuk menjadi PNS di Graha Amerta. 2)Menganalisis pengaruh faktor penarik yang terdiri atas gaji, status pekerjaan, lingkungan kerja, fasilitas, jenjang karier, dan jaminan hari tua keinginan perawat untuk menjadi PNS di Graha Amerta. 3) Menganalisis faktor dominan yang mendorong keinginan perawat untuk menjadi PNS di Graha Amerta. 4) Menganalisis faktor dominan yang menarik keinginan perawat kontrak untuk menjadi PNS di Graha Amerta 5) Menganalisis pengaruh keinginan perawat kontrak untuk menjadi PNS terhadap kinerja. 6) Menyusun rekomendasi untuk proses penataan pengelolaan SDM perawat kontrak di Graha Amerta RSU Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional clan merupakan penelitian studi kasus di Graha Amerta RSU Dr. Soetomo Surabaya sehingga hasil penelitian ini tidak bisa digeneralisasi untuk rumah sakit lain. Populasi pads penelitian ini adalah seluruh perawat kontrak Graha Amerta yang berkeinginan menjadi PNS berjumlah 69 orang (96 %) dari 72 orang perawat kontrak. Sampel penelitian pada penelitian ini adalah seluruh perawat kontrak yang ingin menjadi PNS. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Tehnik analisis yang digunakan adalah uji statistik regresi. Dalam uji deskriptif disajikan nilai frekuensi jawaban serta persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 perawat kontrak yang ikut dalam penelitian ini, 40 orang (58,0 %) ingin menjadi PNS dan ditempatkan di Graha Amerta, 20 orang (29,0%) ingin menjadi PNS dan tidak harus ditempatkan di Graha Amerta, 8 orang (11,6 %) ingin tetap bekerja di Graha Amerta sebagai PNS atau tetap pegawai kontrak dan sisanya 1 orang (1,4 %) berkeinginan yang penting bekerja. Faktor pendorong yang mempengaruhi keinginan perawat kontrak untuk menjadi PNS (p < 0,05) adalah prestise dengan kategori setuju (p = 0,009), pengakuan masyarakat dengan kategori tidak setuju (p = 0,033), pertimbangan rasional dengan kategori kurang setuju (p = 0,011) dan pertimbangan rasional dengan kategori setuju (p = 0,007). Dari keempat pendorong faktor tersebut yang paling dominant mempengaruhi keinginan perawat untuk menjadi PNS adalah pertimbangan rasional dengan kategori setuju karena nila p paling kecil yaitu p=,007. Faktor penarik yang mempengaruhi keinginan perawat kontrak untuk menjadi PNS (p < 0,05) adalah faktor gaji dengan kategori kurang setuju (p = 0,031), status pekerjaan dengan kategaori kurang setuju (p = 0,020), status pekerjaan dengan kategori setuju (p = 0,042), lingkungan kerja dengan kategori tidak setuju (p = 0,017), fasilitas dengan kategori tidak setuju (p = 0,010), jenjang karier dengan kategori kurang setuju (p = 0,046) dan jaminan hari tua dengan kategori setuju (p = 0,004). Dan ketujuh faktor penarik tersebut yang paling dominant mempengaruhi keinginan perawat untuk menjadi PNS adalah jaminan hari tua dengan kategori setuju karena nilai p paling kecil yaitu p = 0,004. Dari uji statistik regresi didapatkan adanya pengaruh keinginan perawat kontrak untuk menjadi PNS dengan kinerja perawat (p < 0,05) karena nilai p yang didapat adalah p = 0,035. Dari hasil peneletian dan FGD yang telah dilakukan maka rekomendasi yang dapat diberikan pada manajemen Graha Amerta adalah Dalam merekrut pegawai sebaiknya dilakukan tes psikologi untuk mengetahui motivasi kerja agar tidak mendapatkan pegawai yang hanya menjadikan Graha Amerta sebagai batu loncatan. Perlu dilakukan negosiasi dengan pemerintah provinsi agar bisa dapat diwujudkan kenaikan sistim gaji berkala bagi karyawan kontrak. Pegawai yang mempunyai keinginan untuk tetap bekerja di Graha Amerta baik sebagai PNS atau tetap sebagai karyawan kontrak sebaiknya dikelola dengan balk misalnya dengan memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, kesempatan untuk menduduki jabatan dan lainnya karena mereka merupakan asset yang berharga. Status kepegawaian sebaiknya tidak mempengaruhi seorang pegawai untuk menduduki jabatan struktural jika kinerjanya memang bagus, sebaiknya dibuat kriteria yang jelas agar mereka mempunyai peluang yang sama Perlu dilakukan negosiasi dengan pemerintah propinsi agar dapat mengangkat pegawai tetap yang bukan PNS. Fasilitas kesehatan yang berupa keringanan biaya kamar di Graha Amerta sebesar 30% sebaiknya diikuti dengan keringanan biaya pemeriksaan laboratorium, radiologi dan obat. Dapat pula dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga (asuransi) untuk menjamin biaya kesehatan karyawan kontrak. Perlu dipikirkan pemberian tunjangan hari tua bagi karyawan yang bekerja di Graha Amerta sampai usia pensiun apabila sampai usia tersebut belum diangkat menjadi PNS. Jika di PNS ada tabungan hari tua (TASPEN) maka untuk karyawan kontrak diusahakan mendapatkan tabungan hari tua melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 54./06
Uncontrolled Keywords: pushing factor, pulling factor, nurse, civil servant
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3440-3460 Civil service. Government officials and employees
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HADI SUSATYO, 090310545 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWidodo J. Pudjirahardjo, dr.,MS.,MPH.,DrPHUNSPECIFIED
ContributorRatna Dwi Wulandari, SKM.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 19:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36053
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item