ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK METANOL, FRAKSI DAN ISOLAT-ISOLAT DARI KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus champeden, Spreng.)

MAXIMUS MARKUS T., 090315017 M (2006) ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK METANOL, FRAKSI DAN ISOLAT-ISOLAT DARI KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus champeden, Spreng.). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-maximusmar-1842-tf0306-k.pdf

Download (558kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36061.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kulit batang cempedak (A. champeden) telah digunakan secara tradisional sebagai obat antimalaria. Untuk dapat dikembangkan menjadi obat antimalaria, sebagai langkah awal, perlu dilakukan isolasi terhadap zat yang aktif sebagai antimalaria yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan zat aktif antimalaria melalui cara isolasi yang dituntun dengan uji aktivitas antimalaria pada setiap tingkatan pemisahan ekstrak kulit batang A. champeden. Di dalam penelitian ini telah dilakukan ekstraksi secara maserasi terhadap serbuk kulit batang A. champeden secara berturut-¬turut menggunakan heksana, diklorometana dan metanol masing-masing selama 1 x 3 x 24 jam. Ekstrak metanol kemudian diuji aktivitas antimalarianya terhadap kultur non¬sinkronisasi Plasmodium falciparum strain-3D7 secara in-vitro selama masa inkubasi 48 jam. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas sebagai antimalaria, dengan nilai IC50 sebesar : 4,230 ± 1,147 µg/mL. Ekstrak metanol selanjutnya difraksinasi secara kromatografi kolom. Sebanyak 12 gram ekstrak metanol difraksinasi dalam kolom yang berisi slurry silika gel sebanyak 400 gram, dengan eluen CHCI3-EtOAc (1:9), CHC13-MeOH (9:1), CHC13-MeOH (8:2), CHC13-MeOH (1:1), dan MeOH. Fraksi-fraksi yang diperoleh selanjutnya digabung-¬gabungkan berdasarkan kesamaan atau kemiripan profit Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan dihasilkan 8 (delapan) fraksi utama. Masing-masing fraksi diuji lagi aktivitas antimalarianya. Fraksi kedua (M.II) menunjukkan aktivitas paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan Plasmodium, dengan nilai IC50 sebesar 0,146 ± 0,046 µg/mL, dan karena itu, fraksi M.II ini dipilih untuk dipisahkan lebih lanjut (diisolasi). Fraksi M.II kemudian dipisahkan lebih lanjut secara KLT preparatif, dan dihasilkan 8 (delapan) subfraksi. Dari sub-subfraksi M.II.4, M.II.5 dan M.II.6 diperoleh masing-masing 1 (satu) isolat dalam bentuk padatan amorf, yang selanjutnya dinamai sebagai isolat M.II.4.1, M.I1.5.1 dan M.II.6.1. Isolat-isolat ini kemudian diuji aktivitas antimalarianya. Hasil pengujian aktivitas antimalaria isolate-¬isolat terhadap kultur P. falciparum selama masa inkubasi 48 jam memberikan nilai IC50 untuk masing-rnasing isolat sebesar : 0,052 ± 0,011 µg/mL (isolat M.II.4.1), 1,582 ± 0,199 µg/mL (isolat M.II.5.1), dan 5,129 ± 2,259 µg/mL (isolat M.II.6.1). Pada kondisi uji yang sama, kiorokuin difosfat yang digunakan sebagai kontrol positif mempunyai IC50 sebesar 0,003 ± 0,0002 µg/mL. Ketiga isolat tersebut selanjutnya diidentifikasi secara kromatografi dan spektroskopi untuk mengetahui jenis senyawa atau golongan senyawa yang terkandung di dalamnya. Pengujian aktivitas antimalaria dalam penelitian ini dilakukan secara in-vitro terhadap kultur non-sinkronisasi P. falciparum strain-3D7 dalam lempeng sumur¬-sumur mikro. Larutan ekstrak metanol, fraksi serta isolat-isolat hasil pemisahannya, masing-masing sebanyak 5 (lima) konsentrasi dalam pelarut DMSO, ditambahkan ke dalam kultur Plasmodium, dan diinkubasi selama 48 jam. Sebagai kontrol negatif digunakan DMSO, dan kontrol positif klorokuin difosfat. Setelah diinkubasi selama 48 jam, dibuat hapusan darah tipis di atas slide kaca, difiksasi dengan metanol dan diwarnai dengan Giemsa, untuk selanjutnya diamati dan dihitung jumlah eritrosit yang terinfeksi parasit di bawah mikroskop. Perhitungan jumlah eritrosit yang terinfeksi parasit ini dilakukan terhadap sekitar 5000-an eritrosit. Data hasil pembacaan slide di bawah mikroskop adalah berupa perbandingan jumlah eritrosit yang terinfeksi parasit (Plasmodium) dengan jumlah total eritrosit yang dihitung. Hasil perhitungan ini dinyatakan sebagai persen parasitemia, yang kemudian diolah menjadi persen pertumbuhan dan persen penghambatan. Data persen penghambatan selanjutnya diolah menggunakan analisis probit untuk menentukan aktivitas penghambatan masing-masing zat uji (ekstrak, fraksi, isolat) terhadap pertumbuhan Plasmodium, yang dinyatakan dengan nilai IC50, yang besarnya masing-masing adalah seperti yang telah dipaparkan di atas. Hasil identifikasi menggunakan metode KLT dengan penampak noda dan reaksi warna yang dilakukan terhadap isolat-isolat M.II.4.1, M.II.5.I dan M.IL6.1 menunjukkan bahwa isolat-isolat tersebut mengandung senyawa fenolik. Hasil identifikasi dengan spektroskopi UV menunjukkan adanya ikatan rangkap terkonjugasi, yang yang merujuk pada ikatan-ikatan rangkap dalam diena atau poliena terkonjugasi, karbonil, karbonil a,13-tidak jenuh, atau cincin aromatik. Hasil identifikasi terhadap ketiga isolat dengan metode spektroskopi IR mengindikasikan adanya ikatan-ikatan 0-H (hidroksil), C=C aromatik dan C=O (karbonil), sehingga disimpulkan ketiga isolat tersebut mengandung senyawa karbonil-fenolik. Analisis kemurnian isolat dengan menggunakan metode HPLC menunjukkan bahwa ketiga isolat tersebut masing-masing masih mengandung lebih dari satu senyawa (tidak murni). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa ekstrak metanol kulit batang A. champeden mengandung senyawa yang secara in-vitro aktif sebagai antimalaria (menghambat pertumbuhan P. falciparum). Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar dapat dilakukan pemurnian terhadap isolat M.II.4.I (isolat yang paling aktif) sehingga dapat ditentukan struktur senyawa yang aktif sebagai antimalaria tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TF 03/06 Max i
Uncontrolled Keywords: A. champeden stem bark, methanol xtract,fraction and isolates, in-vitro antimalarial test, P. falciparum strain-3D7
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
MAXIMUS MARKUS T., 090315017 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoor Cholies Zaini, Prof. DR.UNSPECIFIED
ContributorYoes Prijatna Dachlan, Prof. DR. dr., MScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 23:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36061
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item