UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TB PARU OLEH MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURI KABUPATEN MOJOKERTO

Henry Sudiyanto, 090315118 M (2005) UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TB PARU OLEH MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURI KABUPATEN MOJOKERTO. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-bangunedyi-1843-tps4206.pdf

Download (684kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36063.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan masalah Global, menurut laporan WHO tahun 1999 setiap tahun terjudi 5X:3.000 kasus baru dan diperkirakan 140.000 kematian akibat TB Paru per tahun. Di Indonesia jumlah penderita TB Paru menduduki peringkal ketiga terbanyak di dunia. Tujuh puluh lima persen TB Paru terjadi pada Usia produktif (15-49 tahun), 60% adalah penduduk miskin. Hasil pengamatan awal pada 20 anggota keluarga penderita TB Paru didapatkan data bahwa 90% tidak mengetahui penyebab TB Paru dan 75% tidak merasa berisiko tertular penyakit TB Paru, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Supini di RSUD dr Soetomo Surabaya pada tahun 1999 terdapat 80 % dari 30 responden tidak mengetahui penyebab TB Paru. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan tentang TB Paru yang diberikan pada masyarakat khususnya bagi penderita TB Paru dan anggota keluarganya masih jauh dari yang diharapkan. Upaya pencegahan yang dilakukan agar tidak menular pada anggota keluarga yang lain adalah salah satu tindakan yang dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran penyakit TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beberapa variabel yang terdapat pada teori Health Belief Model (FIBM) yang meliputi pengetahuan responden akan TB Paru, kerentanan, keseriusan dan ancaman, manfaat dan hambatan, dan petunjuk untuk bertindak bagi responden pada tindakan pencegahan penyakit TB Paru. Dari hasil analisa tersebut didapatkan isu strategic, selanjutnya memformulasikan upaya pencegahan penyakit TB Paru yang berupa suatu rekomendasi. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional, melalui pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Yang menjadi responden adalah anggota penderita TB Paru (anak, cucu, kakak, adik, suami, istri, orang tua) yang tinggal dalam satu rumah dan peduli terhadap pengobatan penderita. Pengumpulan data dilakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner, dianalisis secara diskriptif dan analisis hubungan antar variabel, selanjutnya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) pada 6 responden yang dipilih dan dilakukan wawancara mendalam pada petugas kesehatan dalam rangka cross chek kebenaran informasi tersebut.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari karakteristiknya, kebanyakan responden berjenis kelamin laki-laki (58,3 %), umur 21-30 tahun (45,8 %), dengan tingkat pendidikan yang terbanyak SLTP (70,8 %) dan mayoritas pendapatan responden kurang dari Rp 500.000,- (83,3 %). Berdasarkan hasil uji statistik Fisher 's Exact Test didapatkan hasil sebagai berikut : (1) Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan responden tentang TB Paru dan tindakan pencegahan TB Paru (p>0,05), (2) Tidak ada hubungan antara tingkat kerentanan yang dirasa responden tentang TB Paru dan tindakan pencegahan TB Paru (p>0,05), (3) Tidak ada hubungan antara tingkat keseriusan dan ancanman yang dirasa responden tentang TB Paru dan tindakan pencegahan TB Paru (p>0,05), (4) Tidak ada hubungan antara tingkat manfaat dan hambatan yang dirasa responden dari upaya pencegahan TB Paru dan tindakan pencegahan TB Paru (p>0,05), (5) Tidak ada hubungan antara tingkat petunjuk untuk bertindak bagi responden dan tindakan pencegahan TB Paru (p>0,05). Hasil cross Chek yang dilakukan pada 6 petugas kesehatan menunjukkan bahwa pada dasarnya mereka membenarkan pernyataan yang dikemukakan responden tentang kurangnya penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, peningkatan program penyuluhan pada penderita dan anggota penderita TB Paru yang dilakukan oleh petugas kesehatan secara rutin dan berkesinambungan akan berdampak pada peningkatan upaya pencegahan penyakit TB Paru. Begitu juga pemberdayaan tokoh mayarakat dan tokoh agama sebagai pengawas minum obat dapat meningkatkan angka kesembuhan dan hal ini sebagai upaya memutus rantai penularan penyakit TB Paru.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM.05/06 Sud u
Uncontrolled Keywords: Prevention effort, Health promotion, Tuberculosis
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA418-418.5 Medicine and society. Social medicine. Medical sociology
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA771-771.7 Rural health and hygiene. Rural health services
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Henry Sudiyanto, 090315118 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSaenun, dr.,MSUNSPECIFIED
ContributorMuji Sulistyowati, SKM.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 20:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36063
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item