PENGARUH MACAM SUMBER AIR BERSIH TERHADAP KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE KECAMATAN OEBOBO DAN KELURAHAN ALAK KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG

A. Rifki, 090315107 M (2005) PENGARUH MACAM SUMBER AIR BERSIH TERHADAP KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE KECAMATAN OEBOBO DAN KELURAHAN ALAK KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-rifkia-1861-tkm090-t.pdf

Download (476kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Fulltext)
36078.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Air dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan hidup. Adapun persyaratan mikrobiologi air ditentukan oleh ada atau tidaknya mikroorganisme yang patogen. Secara epidemiologis, ada keterkaitan yang erat antara masalah air minum dengan penyakit, khusunya penyakit yang ditularkan melalui air (water borne disease), seperti diare, kolera, disentri dan beberapa penyakit lainnva. Air minum dapat terkontaminasi oleh zat kimia, mikroba, dan materi berbahaya yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Mikroba berbahaya meliputi bakteri, virus dan parasit. Angka prevalensi diare di Kota Kupang 4,74 % pada tahun 2003. Di wilayah kerja Puskesmas Bakunase pada tiga tahun terkhir dengan rata-rata 1.554 kasus dengan angka prevalensi 4,82%. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang pada tahun 2002 dari hasil sampel air bersih yang di periksa yang diambil dari sumber PMA, sumur gali dan sumur bor, yang memenuhi syarat sebanyak 17 %. Sampel air bersih yang memenuhi syarat tersebut lebih banyak berasal dari sumber air sumur bor yang didistribusikan melalui perpipaan (sambungan rumah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas bakteriologis air pada sumber air bersih yang digunakan oleh penduduk dan pada air minum di rumah tangga. Jenis penelitian ini obsevasional analitik yang bersifat komparatif yang ditinjau dari waktu pengambilan data adalah Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua keluarga yang menggunakan sarana air bersih dari sumur gali dan PIMA di wilayah kerja Puskesmas Bakunase dan semua keluarga yang menggunakan sarana air bersih dari sumur bor di kelurahan Alak Kecamatan Alak. Sampel yang diambil secara Simple random Sample terhadap keluarga yang menggunakan sumber air dari sumur gali dan sumber PMA yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kecamatan Oebobo berjumlah sampel 113 keluarga dan akan dibandingkan dengan keluarga yang menggunakan sumber sumur bor yang bertempat tinggal di Kelurahan Alak Kecamatan Alak berjumlah sampel 80 kehiarga. Variabel yang berkaitan dengan penelitian ini adalah variabel seperti kejadian diare, umur, pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan istri tentang kesehatan dan tingkat pendapatan keluarga serta kualitas bakteriologis air sumber dan air minum. Kualitas bakteriologis air pada sumber sumur dan pada air minum untuk parameter coliform maupun koli tinja berbeda bermakna secara statistic berdasarkan macam sumber air yang digunakan oleh responder. Prevalensi diare di wilayah kerja Puskesmas Bakunase relative lebih tinggi (17.69 %) daripada di kelurahan Alak (2.50 %). Macam sumber air bersih berdasarkan kualitas bakteriologis tidak berpengaruh terhadap kejadian diare. Hanya variabel faktor risiko kualitas bakteriologis air pada sumber untuk parameter coliform saja yang berpengaruh terhadap kejadian diare berdasarkan daerah penelitian. Faktor-faktor risiko lain yang menyebabkan terjadinya diare perlu dilakukan penelitian kohor pada penduduk yang kualitas air pada sumber maupun pada air minum kurang baik dan tidak memenuhi syarat kesehatan. Pemerintah yang terkait dengan kesehatan lingkungan harus segera melakukan monitoring secara rutin dan dapat mengambil tindakan-tindakan pencegahan dan penanggulangan karena kecenderungan telah terjadi pencemaran pada air sumber dan air minum. Penduduk di daerah penelitian khususnya penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang juga harus ikut melakukan tindakan pencegahan dengan cara memperbaiki sarana air bersih, pemberian kaporit sesuai dosis, dan memasak air dengan sempurna serta menyimpannya pada tempat yang bersih dan secara benar.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM.09/06 Rif p
Uncontrolled Keywords: Diarrhea, Some of clean water
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA771-771.7 Rural health and hygiene. Rural health services
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC401-506 River, lake, and water-supply engineering (General)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
A. Rifki, 090315107 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorR. Soedibjo H.P, Prof.,Dr.,H.,dr.,D.TMUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 10 Jul 2017 21:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36078
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item