EVALUASI TERHADAP PENGKOMUNIKASIAN STRATEGI DALAM IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD KEPADA SELURUH KARYAWAN GFC DI JAKARTA

UNTUNG RIMBA RAYA, 090110224 L (2005) EVALUASI TERHADAP PENGKOMUNIKASIAN STRATEGI DALAM IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD KEPADA SELURUH KARYAWAN GFC DI JAKARTA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-rayauntung-1906-tea07-6.pdf

Download (618kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-rayauntung-1906-tea07-6.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Balanced Scorecard adalah suatu kerangka kerja baru untuk menginte¬grasikan berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi perusahaan. Selain ukuran kinerja finansial masa lalu, Balanced Scorecard juga memperkenalkan pendorong kinerja finansial masa depan. Pendorong kinerja, yang meliputi perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, Serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, diturunkan dari proses penerjemahan strategi perusahaan yang dilaksanakan secara eksplisit dan ketat ke dalam berbagai sasaran dan ukuran yang nyata. Reportase keberhasilan pemanfaatan Balanced Scorecard di seluruh dunia di berbagai aspek aktivitas organisasi banyak kita temukan pada berbagai tulisan. Namun, kesuksesan ini tidak diikuti keberhasilan implementasi di Indonesia. Banyak konsultan yang berpendapat, kendala terbesar yang dihadapi adalah faktor manusia. Dalam implementasi Balanced Scorecard, posisi karyawan adalah sangat menentukan karena karyawanlah yang melakukan eksekusi akhir pada strategi. Jadi sudah bisa diduga, apabila karyawan tidak termotivasi dan tidak peduli pada sasaran dan ukuran scorecard yang sudah dibuat oleh perusahaan, maka strategi yang sudah dibuat dengan baikpun tidak akan berjalan. Gading Food City (GFC) menghadapi masalah pada implementasi Balanced Scorecardnya, setelah dua tahun penerapanya, program ini masih jalan tersendat-sendat. Banyak ukuran scorecard yang masih kosong, tidak ada datanya, terutama yang banyak kosong ukuran scorecard nonfinansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang bagaimana mengkomunikasikan dan menghubungkan strategi kepada seluruh karyawan pada suatu perusahaan dalam dunia praktek di Indonesia. Berdasarkan kerangka konseptual pada penelitian ini, studi kasus Balanced Scorecard pada Gading Food City di Jakarta yang merupakan unit bisnis PT.Summarecon Agung meliputi: program komunikasi dan pendidikan, mengaitkan Balanced Scorecard dengan sasaran dan ukuran tim atau personal, dan menghubungkan Balanced Scorecard dengan sistem imbalan. Dan tiga proposisi dibuat berdasarkan tiga unit analisis tersebut di atas. PI-Komunikasi dan pendidikan yang terus-menerus dapat membantu seluruh karyawan untuk memahami dan menjiwai strategi perusahaan. P2-Menghubungkan Balanced Scorecard dengan sasaran dan ukuran personal dan tim (departemen) mendorong tercapainya sasaran strategis. P3-Menghubungkan Balanced Scorecard dengan sistem insentif dan penghargaan membentuk perubahan budaya dalam mencapai scorecard. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal yang dikembangkan oleh Yin. Penelitian studi kasus ini menggunakan tiga unit analisis yaitu: program komunikasi dan pendidikan, mengaitkan Balanced Scorecard dengan sasaran dan ukuran tim atau personal, dan menghubungkan Balanced Scorecard dengan sistem imbalan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Pertanyaan protokol disusun untuk meningkatkan reliabilitas penelitian. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan adalah ekplorasi menyeluruh, ekspolorasi terfokus dan tahap konfirmasi. Sedangkan analisis data yang dipilih selama berada di lapangan penelitian meliputi analisis domain, analisis taksonomi, dan analisis komponensial. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini secara umum terdapat gap yang besar antara Balanced Scorecard yang ditawarkan oleh Kaplan dan Norton dengan implemetasi Balanced Scorecard pada Gading Food City yang merepresentasikan implementasi Balanced Scorecard di Indonesia. Gading Food City sebaiknya menggunakan program komunikasi dan pendidikan lebih optimal dengan menggunakan lebih banyak media komunikasi, membangun strategy trees untuk mengkomunikasikan bagaimana seluruh elemen strategi saling berhubungan, dan mengungkapkan ukuran dengan jelas. Perusahaan juga untuk mendapatkan perhatian dan perubahan budaya karyawannya perlu menurunkan sasaran dan ukuran unit bisnisnya dengan sasaran dan ukuran tim atu personalnya dan menghubungkan sistem kompensasi formal dengan ukuran scorecard.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TEA 07/06 Ray e
Uncontrolled Keywords: Strategy Communication, Strategy, Implementation Balanced Scorecard, All Employees.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
UNTUNG RIMBA RAYA, 090110224 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBasuki, Drs.,M.Com(HONS).,Ph.D.,Ak.UNSPECIFIED
ContributorMoh. Nasih, Dr., SE., MT., Ak., CMAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 20:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36114
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item