PERSPEKTIF PELAKSANAAN FUNGSI KOMITE AUDIT PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG TERDAFTAR DI B.E.J

Cipto Setiawan, 090310569 L (2005) PERSPEKTIF PELAKSANAAN FUNGSI KOMITE AUDIT PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG TERDAFTAR DI B.E.J. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-setiawanci-1935-tea28_0-k.pdf

Download (530kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-setiawanci-1935-tea28_06.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Akhir-akhir ini, fungsi komite audit banyak dibicarakan oleh berbagai kalangan khususnya dunia usaha baik di dalam maupun di luar negeri berkenaan dengan skandal-skandal keuangan yang terjadi. Beibagai undang-undang baru diterbitkan oleh Pemerintah untuk meredefined fungsi dan tanggung jawab komite audit. Berdasarkan kondisi latar belakang tersebut di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah "Sejauh manakah pelaksanaan fungsi komite audit emiten sesuai dengan Kep-29/PM/2004?"; "Sejauh manakah hambatan-hambatan yang terdapat dalam pelaksanaannya?"; serta "Faktor-faktor apa sajakah yang perlu mendapat perhatian agar komite audit dapat berfungsi dengan efektif? " Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan fungsi komite audit emiten, hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan oleh komite audit agar dapat berfungsi dengan efektif. Penelitian ini tidak bermaksud mengeksplorasi output dari komite audit yang efektif, misalnya meningkatnya nilai perusahaan, earning management dan lain sebagainya. Efektif dalam hal ini berarti komite audit dengan struktur dan keanggotaan komite audit yang memenuhi persyaratan Kep-29/PM/2004 telah menjalankan fungsinya dengan tekun untuk membantu dewan kornisaris dalam meningkatkan keyakinan terhadap reliabilitas pelaporan keuangan, manajemen resiko, pengendalian internal dan tata kelola perusahaan yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan multiple case study dengan multiple unit analysis. Responden penelitian adalah komite audit perusahaan yang bersedia diwawancarai, baik emiten BUMN maupun non BUMN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Yin (studi kasus) karena tipe pertanyaan penelitiannya mempunyai karakteristik yang sama dengan tipe pertanyaan penelitian studi kasus. Untuk memperoleh gambaran pelaksanaan fungsi komite audit, hambatan¬hambatan dalam pelaksanaan serta faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan fungsi komite audit maka secara konseptual ada dua aktivitas penting yaitu: (1) aktivitas pengidentifikasian dimensi input keefektifan komite audit meliputi faktor struktur, persyaratan keanggotaan, tugas, tanggung jawab dan wewenang komite audit, serta (2) aktivitas pengidentifikasian dimensi proses keefektifan komite audit yaitu ketekunan komite audit. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan bukti wawancara dan arsip. Penelitian dilakukan melalui tahap eksplorasi, tahap analisis domain, tahap konfirmasi, dan tahap interpretasi data dengan mengikuti alur dimensi input dan proses keefektifan fungsi komite audit. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa seiauh ini emiten telah berupaya untuk memenuhi mandat di dalam Kep-29/PM/2004 tentang pembentukan dan pelaksanaan fungsi komite audit, namun masih terdapat beberapa kendala di dalam proses pembentukan dan pelaksanaan yang mempengaruhi tercapainya keefektifan komite audit. Beberapa kendala yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain berkenaan dengan independensi anggota komite audit, ketidak-sinkronnan masa tugas komite audit emiten BUMN, tidak dimilikinya pedoman kerja komite audit (audit committee charter), program kerja dan masih banyak komite audit yang belum melakukan evaluasi performan. Sehingga dengan demikian agar komite audit dapat berfungsi dengan efektif, maka komite audit harus memperhatikan (1) jumlah dan komposisi komite audit harus inemenuhi persyaratan yang tercantum di dalam Kep-29/PM/2004, (2) syarat independensi dan kompetensi menurut pedoman pembentukan komite audit harus terpenuhi, (3) program kerja tahunan dan audit committee charter secara kontinu dievaluasi, (4) adanya wewenang untuk terlibat di dalam financial reporting process, internal audit process, external audit process, risk management and control serta good corporate governance, serta (5) memiliki ketekunan dan komitmen dalam menjalankan fungsinya. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal metode pengumpulan data (dilakukan dengan wawancara dan arsip), jumlah subyek penelitian (dilakukan di lima emiten) dan saat dilakukannya penelitian (dilakukan di bulan Juni 2005), sehingga kesimpulan yang diambil dari penelitian ini harus dilihat dalam konteks keterbatasan tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TEA. 28/06 Set p
Uncontrolled Keywords: Audit committee, audit committee's effectiveness input dimension, audit committee's effectiveness process dimension, independency, competency, perseverance, audit committee charter, working programme, performance evaluation
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD2709-2930.7 Corporations
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ9701-9940 Public accounting. Auditing
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1010-1014 The merchant. Business enterprises
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
Cipto Setiawan, 090310569 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorARSONO LAKSMANA, Prof. Dr., SE., Ak., CPAUNSPECIFIED
ContributorTjiptohadi Sawarjuwono, Drs.,M.Ec.,PhD.,AkUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 20:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36130
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item