PENGARUH DOKTRIN ASWAJA TERHADAP KINERJA WARGA NU SEBAGAI ANGGOTA DPRD KOTA BLITAR

Abdul Haris, 090110172 L (2005) PENGARUH DOKTRIN ASWAJA TERHADAP KINERJA WARGA NU SEBAGAI ANGGOTA DPRD KOTA BLITAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-harisabdul-1944-kkbkk-2-k.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-harisabdul-1944-tps360-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini hendak melihat lebih jauh tentang pengaruh doktrin ASWAJA terhadap kinerja anggota DPRD Kota Blitar. Penentuan subyek penelitian dilakukan tanpa pengambilan sampel, dikarenakan anggota DPRD Kota Blitar yang memenuhi kriteria yang digunakan hanya berjumlah 10 orang. Kriteria yang ditetapkan adalah: 1. Anggota DPRD Kota Blitar periode 2004 – 2009 2. Beragama Islam 3. Pengikut Ahlisunnah wal jamaah yang berafilisasi kepada organisasi Nandlatul Ulama 4. Menjadi anggota formal NU (baik secara struktural NU atau memiliki KARTANU –Kartu Nandlatul Ulama) Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data berdasarkan metode yang mempunyai relevansi dengan ancangan kuantitatif yaitu observasi partisipatif, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun langkah penelitian yang akan diikuti adalah prosedur penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengaruh doktrin ASWAJA terhadap kinerja anggota DPRD Kota Blitar memiliki kinerja yang cukup. Hal ini terkait dengan tingkat pemahaman terhadap nilai-nilai ahlisunnah wal jamaah, khususnya tentang ajaran kasb (perolehan) dan nilai-nilai budaya organisasi atau masyarakat. Kedua nilai tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota DPRD yang berafiliasi ke NU (mempengaruhi maksimalnya kinerja peran lembaga legislative Kota Blitar). Semakin benar pemahaman terhadap nilai-nilai ASWAJA dan nilai-nilai budaya organisasi atau masyarakat, maka semakin tingi kinerja anggota DPRD. Sebaliknya semakin rendah pemahaman (pemahaman kurang atau tidak benar) anggota legislative terhadap nilai-nilai ASWAJA dan nilai-nilai budaya organisasi atau masyarakat, maka semakin rendah pula kinerja seseorang. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman doktrin ASWAJA cenderung kearah fatalisme (dalam aliran Islam dikenal dengan aliran Jabariyah) karena terjadinya deviasi pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut. pada tatanan lebih lanjut terjadi penyimpangan dalam implementasi terhadap nilai-nilai ASWAJA. Padahal, substansi ideology ASWAJA lebih bersifat moderat yaitu berada di tengah antara ideology fatalism (Jabariyah) dan free-will (Qadariyah). Implikasinya nilai-nilai ASWAJA yang sebenarnya menjadi spirit atau dorongan pada kinerja seseorang justru melemahkan kinerja seseorang. Anggota DPRD Kota Blitar yang berafiliasi pada NU memandang bahwa hidup ini sudah ditentukan oleh Tuhan, manusia hanya diwajibkan untuk berihtiar atau berusaha dan ihtiar manusia ini tidak mempunyai kekuatan apapun terhadap perubahan nasib seseorang. Pemahaman di atas adalah pemahaman yang mengarah pada nilai-nilai ajaran Jabariyah, di mana Tuhanlah yang menentukan keseluruhan perbuatan manusia dan manusia tidak memiliki kekuasaan apapun untuk merubah dirinya. Di samping itu pemahaman tersebut juga menunjukkan masih kentalnya pengaruh nilai-nilai bidaya Jawa terhadap pandangan, sikap dan kinerja anggota DPRD Kota Blitar yang berafiliasi pada NU. Pemahaman terhadap kinerja yang dilandasi nilai-nilai agama dan nilai-nilai sebuah organisasi (legislative) modern misalnya, kerja berorientasi pada status (mitos kerja kantoran), budaya petunjuk dan formalisme, KKN dan feodalisme pada akhirnya pandangan dan sikap kerja legislative NU memiliki kecenderungan menganggap bahwa kerja itu dirasakan sebagai suatu hal yang membebani, kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerjanya sendiri, kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan dan kerja dihayati hanya sebagai rutinitas hidup semata. Implikasinya kerja dilakukan dengan tidak disiplin, malas, mudah putus asa dan motivasi kerja yang rendah. Anggota DPRD Kota Blitar yang berafiliasi pada NU memiliki kinerja yang positif dapat diidentifikasikan sebagai legislative yang memiliki pemahaman cukup baik terhadap nilai-nilai ASWAJA khususnya ajaran tentang kasb, legislative NU mempunyai penilaian yang positif terhadap hasil kerja manusia, menempatkan kerja sebagai suatu yang luhur dan bermakna bagi eksistensi manusia, kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kerja keras dan merupakan sarana meraih cita-cita dan kerja dipahami sebagai bentuk ibadah. Dengan pemahaman yang benar terhadap nilai-nilai agama dan budaya maka akan mengarahkan legislative NU kepada pandangan dan sikap kerja yang positif dan mampu menyeleksi nilai-nilai budaya organisasi atau masyarakat yang negative. Legislative ini mempunyai sikap dan perilaku kerja yang disiplin, pekerja keras, tekun, ulet dan memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dengan demikian mengarahkan legislative NU pada peningkatan produktivtas dan kualitas kerja di DPRD Kota Blitar.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPS 36/06 Har p
Uncontrolled Keywords: PERSONNEL MANAGEMENT
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > PSDM
Creators:
CreatorsEmail
Abdul Haris, 090110172 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSunarjo, Dr.,dr.,MS.,M.ScUNSPECIFIED
ContributorJusuf Irianto, Drs.,M.ComUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 15:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36139
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item