KUALITAS PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS BTA DI PUSKESMAS RUJUKAN MIKROSKOPIS (PRM) KABUPATEN SAMPANG

KUSTONO, 090310644 L (2005) KUALITAS PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS BTA DI PUSKESMAS RUJUKAN MIKROSKOPIS (PRM) KABUPATEN SAMPANG. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-kustono-1974-tkt040-k.pdf

Download (432kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-kustono-1974-tkt04_06.pdf

Download (895kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diagnosis Tuberkulosis dapat ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya, tetapi dalam konteks diagnosis TB dalam strategi DOTS, hanya akan dibicarakan peranan pemeriksaan hapusan dahak mikroskopis langsung yang merupakan metode diagnosis standart. Pemeriksaan mikroskopis dengan pengecatan Ziehl Neelsen untuk mendeteksi BTA adalah metode yang paling cepat dan murah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kualitas pemeriksaan mikroskopis BTA dalam menunjang program DOTS di Kabupaten Sampang , sehingga dapat diketahui basil pengecatan sputum di PRM Kabupaten Sampang, basil pengecatan sputum BTA di Instalasi Mikrobiologi Klinik RS dr Soetomo serta dapat membandingkan basil pengecatan sputum BTA di PRM Kabupaten Sampang dengan di Instalsi Mikrobiologi Klinik RS dr Soetomo Surabaya. Setelah dilakukan pengambilan sampel di PRM Kabupaten Sampang selama 3 bulan (Juni – Agustus 2005), dimana setiap penderita yang memenuhi kriteria sampel telah diperiksa oleh klinisi dan kemudian di diagnosis sebagai Suspek Tuberkulosis Paru. Setelah. itu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis dengan pewarnaan Ziehl Neelsen sebanyak 3 kali berturut-turut (Sewaktu-Pagi-Sewaktu). Dari penderita-penderita Suspek Tuberkulosis paru tersebut, diambil sebanyak 50 penderita dengan basil pemeriksaan BTA positif maupun negatif sebagai sampel. Sputum berasal dari PRM Kabupaten Sampang dan di lakukan pemeriksaan mikroskopis BTA dengan metode Ziehl Neelsen di Laboratorium PRM Kabupaten Sampang dan sebagian sputum di Lakukan Pemeriksaan Mikroskopis BTA di Instalasi Mikrobiologi klinik RS dr Soetomo Surabaya dengan metode yang sama. Hasil pemeriksaan di PRM Sampang sebanyak 31 orang penderita BTA positif (62%) dan 19 orang penderita BTA negatif (38%). Sedangkan di Laboratorium Klinik Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Sirabaya 25 BTA positif (50%) dan 25 orang BTA negatife(50%) disebut dengan positif palsu 25,8% , Negatif Palsu 10,5% dan Tingkat Kesalahan pemeriksaan mikroskopis BTA 20%. Jika dipergunakan batas tingkat kesalahan yang telah ditetapkan oleh Depkes RI yaitu 5%, maka tingkat kesalahan ini sangat tinggi yakni 20%. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal berikut ini; Tingkat pendidikan petugas masih rendah Masa kerja di laboratorium masih pendek Tingkat pelatihan yang masih sedikit Tugas rangkap yang dikerjakan masih banyak Sebagai kesimpulan tingkat kesalahan pemeriksaan BTA (Bakteri Tahan Asam) sangat tinggi, dengan kegiatan pelatihan ini kiranya bisa mengatasinya. Dengan tingkat pendidikan petugas Laboratorium di PRM Kabupaten Sampang sebagai tenaga ahli (Analis) yaitu sebesar 4 responden (80%) dan 1 orang tidak ahli (20%) . Sedangkan petugas Lab.Mikrobiologi Klinik RS dr Soetomo Surabaya tenaga ahli (lulusan Analis) yaitu 3 responden (100%). Di PRM Kab.Sampang lama bekerja rata-rata 1-5 tahun sebanyak 3 responden (60%), < 1 th 1 responden (20%) dan 1 responden (20%) > 5th, sedangkan di Instalasi Mikrobiologi Klinik RS dr Soetomo Surabaya lama bekerja 1-5 th sebanyak 2 responden (66.7%) dan > 5th sebanyak 1 responden (33,3%). Di PRM Kabupaten Sampang yang sudah dilatih sebanyak 4 responden (80%) dan belum pernah pelatihan sebanyak 1 responden (20%), sedangkan responden di Instalasi Mikrokrobiologi Klinik RS dr Soetomo semuanya pernah ikut pelatihan yaitu 3 orang (100%) dan semua masih merangkap dengan tugas lain. Sebagai kesimpulan hasil pemeriksaan mikroskopis BTA di PRM Sampang dibanding dengan di RSU Dr Soetomo tingkat kesalahan 20 % ini cukup tinggi melebihi standart Depkes, dengan kegiatan pelatihan kiranya bisa mengatasi hal tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKT. 04/06 Kus k TIDAK ADA ILMU KEDOKTERAN TROPIS
Uncontrolled Keywords: Sputum, Tuberculosis
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA771-771.7 Rural health and hygiene. Rural health services
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
KUSTONO, 090310644 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKartuti Debora, Dr.,dr.,MS.,SpMKUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 17:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36156
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item