EFEK PEMBERIAN DEKSAMETASON TERHADAP JUMLAH DAN DIAMETER PUSAT GERMINAL KELENJAR GETAH BENING PADA MENCIT (MUSMUSCULUS) JANTAN

MOCHAMAD ALI MAUDUDI, 090314974 M (2005) EFEK PEMBERIAN DEKSAMETASON TERHADAP JUMLAH DAN DIAMETER PUSAT GERMINAL KELENJAR GETAH BENING PADA MENCIT (MUSMUSCULUS) JANTAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s2-2006-maududimoc-1998-tkd16--6_2.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-maududimoc-1998-tkd16--6.pdf

Download (969kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kortisol dikenal sebagai hormon stres. Hal ini terjadi karena pada kondisi stres hampir bisa dipastikan bahwa konsentrasi kortisol plasma akan meningkat. Kortisol yang berlebihan bekerja sebagai immunosuppressant (penekan sistem imun). Hasil dari penelitian-penelitian terdahulu menyatakan bahwa kortisol menyebabkan penurunan ukuran timus dan kelenjar getah bening. Injeksi kortisol, dalam beberapa menit akan menurunkan jumlah eosinofil dan limfosit dalam darah. Akan tetapi bagaimana penurunan jumlah ini bisa terjadi masih belum banyak diungkap. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa pemberian kortisol (deksametason) akan menurunkan jumlah dan diameter pusat germinal kelenjar getah bening. Untuk membuktikan tujuan tersebut, dilakukan penelitian eksperimental laboratoris dengan model rancangan penelitian randomized posttest only control group design. Sampel diambil dari populasi mencit jantan yang ada di LPPT UGM Jogjakarta. Jumlah total sampel sebanyak 36 ekor mencit jantan, yang terbagi kedalam 4 kelompok perlakuan. Variabel bebas penelitian ini adalah pemberian deksametason 7 hari dan deksametason 14 hari. Deksametason diberikan secara oral 2 kalilhari, jam 08.00 dan 15.00 WIB. Dosis deksametason yang diberikan adalah 0,0052 mg/20 gram berat badan mencit per hari. Variabel tergantungnya adalah jumlah dan diameter pusat germinal kelenjar getah bening. Didapatkan dengan penghitungan dari preparat histologis irisan sagital kelenjar getah bening, dan diusahakan irisan melalui hilus dari kelenjar getah bening. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop. Dari uji deskriptif diperoleh basil sebagai berikut. Untuk variabel jumlah pusat germinal, rerata kelompok kontrol 7 hari: 4,5556±2,3511, deksametason 7 hari: 2,2222±2,3333, kontrol 14 hari: 3,7778±2,4889, dan deksametason 14 hari: 1,00004 1,2247. Untuk variabel diameter pusat germinal, rerata kelompok kontrol 7 hari: 142,7889±20,5354, deksametason 7 hari: 115,1667±66,8489, kontrol 14 hari: 133,6111±56,8228, dan deksametason 14 hari: 71,9333±70,8265 (satuan: per penampang melintang irisan sagital kelenjar getah bening). Hasil uji homogenitas membuktikan bahwa data awal, yaitu berat badan mencit, bersifat homogen (p>0,05). Hasil uji normalitas data (uji Kolmogorov-Smirnov) menunjukkan bahwa data penelitian terdistribusi normal (P>0,05). Hasil uji manova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Uji epsilon juga menunjukkan adanya korelasi yang positif antara variabel jumlah pusat geminal (R=0,543) dan diameter pusat geminal (R=0,460) dengan lama waktu pemberian deksametason. Uji manova dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT/ LSD). Hasil uji LSD menunjukkan bahwa untuk variabel jumlah pusat germinal, perbandingan antara kontrol 7 dengan deksametason 7 dan kontrol 14 dengan deksametason 14, menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p < 0,05). Untuk perbandingan antara deksametason 7 dengan deksametason 14 tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p > 0,05). Sedangkan untuk variabel diameter pusat kontrol 7 dengan deksametason 7 dan deksametason 7 dengan deksametason 14, tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p > 0,05). Untuk perbandingan antara kelompok kontrol 14 dengan deksametason 14 menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p < 0,05). Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah pertama, pemberian deksametason selama 7 hari menurunkan jumlah pusat germinal tetapi tidak diameter pusat germinal. Kedua, pemberian deksametason selama 14 hari menurunkan jumlah dan diameter pusat germinal. Ketiga, pemberian deksametason selama 14 hari lebih menurunkan jumlah dan diameter pusat germinal dibanding deksametason 7 hari. Peneliti menyarankan perlu adanya penelitian lanjutan dengan durasi waktu yang lebih lama untuk lebih mengetahui efek deksametason terhadap pusat germinal kelenjar getah Bening. Juga penelitian lanjutan untuk melihat efek deksametason pada pusat germinal dari jaringan limfoid yang lain, misalnya pada limpa dan timus.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK-2 TKD 16./06 Mau e
Uncontrolled Keywords: Germinal centre, dexamethasone, lymph node
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF915-919.5 Veterinary pharmacology
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MOCHAMAD ALI MAUDUDI, 090314974 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTjitra Wardani, dr.,MSUNSPECIFIED
ContributorPaulus Liben, Dr.,dr.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 17:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36172
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item