KARAKTERISTIK KEDUDUKAN HUKUM OBYEK JAMINAN FIDUSIA

JOSUA SEBAYANG, 030410518-N (2007) KARAKTERISTIK KEDUDUKAN HUKUM OBYEK JAMINAN FIDUSIA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-sebayangjo-5099-tmk340-t.pdf

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-sebayangjo-5099-tmk3407.pdf

Download (968kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

a. Bahwa yang menjadi obyek Jaminan Fidusia adalah benda apapun yang dapat dimiliki dan dialihkan hak kepemilikannya. Benda itu dapat berupa benda berwujud maupun tidak berwujud, terdaftar maupun tidak terdaftar, bergerak maupun tidak bergerak, dengan syarat bahwa benda tersebut tidak dapat dibebani dengan hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang no. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314 BW dan Pasal 1162. Untuk memberikan kepastian hukum Pasal 11 Undang-Undang Jaminan Fidusia mewajibkan benda yang dibebani dengan Jaminan Fidusia didaftarkan pada kantor pendaftaran fidusia, sehingga apabila terjadi perikatan perjanjian antara pihak kreditor dan debitor pada sebuah penjaminan dapat lebih jelas. Hubungan hukum antara pemberi fidusia dan penerima fidusia adalah hubungan perikatan yang sumbernya adalah perjanjian. Berdasarkan hubungan ini kreditor berhak untuk menuntut penyerahan barang jaminan (secara constitutum possessorium) dari debitor. b. Undang-undang menentukan batasan bahwa apabila terjadi cidera janji oleh debitor dan atau pemberi fidusia pihak ketiga, maka ketentuan mengenai pengalihan persediaan tersebut tidak berlaku. Cidera janji tersebut dapat berupa tidak dipenuhinya prestasi, baik yang berdasarkan perjanjian pokok, perjanjian Jaminan Fidusia, maupun perjanjian jaminan lainnya. Benda yang menjadi obyek Jaminan Fidusia yang telah dialihkan yang berupa benda persediaan wajib diganti oleh pemberi fidusia dengan obyek yang setara. Pengertian setara disini tidak hanya nilainya tetapi juga setara jenisnya. Dalam hal pemberi fidusia cidera janji, maka hal pengalihan dan atau tagihan yang timbul karena pengalihan benda persediaan, demi hukum menjadi obyek Jaminan Fidusia pengganti dari obyek Jaminan Fidusia yang dialihkan. Dengan demikian cidera janji itu bisa berupa lalainya debitor memenuhi kewajiban pelunasannya pada saat hutangnya sudah matang untuk ditagih, maupun tidak dipenuhinya janji-janji yang diperjanjikan, baik dalam perjanjian pokok maupun penjaminannya, sekalipun hutangnya sendiri pada saat itu belum matang untuk ditagih. Dalam peristiwa seperti itu, maka kreditor penerima-fidusia bisa melaksanakan eksekusi atas benda Jaminan Fidusia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.34/07 Seb k
Uncontrolled Keywords: Fidusia
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K720-792 Property
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K795-798 Trusts and trustees
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
JOSUA SEBAYANG, 030410518-NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorH. Moch. Isnaeni, Prof. Dr. S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 14 Jun 2017 18:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36181
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item