EFEK PEMBERIAN EPINEFRIN AKUT DAN KRONIS TERHADAP RETIKULOSIT, JUMLAH ERITROSIT, HEMOGLOBIN dan MCV PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS galur WISTAR)

AGUSTINA RAHAYU MAGDALENI, 090314983 (2005) EFEK PEMBERIAN EPINEFRIN AKUT DAN KRONIS TERHADAP RETIKULOSIT, JUMLAH ERITROSIT, HEMOGLOBIN dan MCV PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS galur WISTAR). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-magdalenia-2067-tkd080-k.pdf

Download (482kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-magdalenia-2067-tkd0806.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fungsi utama eritrosit adalah transpor oksigen dan karbondioksida. Pemberian epinefrin akut dapat meningkatkan fungsi eritrosit tetapi pemberian kronis dapat menurunkan fungsi eritrosit. Pada eritrosit ditemukan reseptor (3-adrenergik yang dapat mengaktifkan kanal Na+ / H+ exchanger. Aktivitas kanal Na+ / H+ exchanger pada eritrosit dapat mengakibatkan Na+ dan H2O masuk ke intrasel dan pengeluaran H+. Peningkatan pH intrasel dapat meningkatkan efek Bohr dan Haldane yang berdampak positif. Rangsangan kronis pada reseptor R-adrenergik mengakibatkan proses desensitisasi reseptor. Pada sumsum tulang dan lien tikus terdapat reseptor a1-adrenergik yang berperan meningkatkan mobilisasi dan pengeluaran sel immatur. Namun perubahan eritrosit yang dilihat dari jumlah retikulosit, jumlah eritrosit, hemoglobin dan MCV akibat pengaruh epinefrin akut dan kronis masih belum jelas. Rancangan penelitian adalah The separate factorial pretest posttest control group design. Hewan coba Rattus norvegicus galur Wistar jantan berusia 3 � 3,5 bulan dibagi dalam 7 kelompok tiap kelompok 7 ekor. Perlakuan injeksi subkutan sebanyak satu kali data diambil sesaat setelah injeksi, satu kali data diambil 30 menit setelah injeksi dan 6 kali/hari dengan selisih satu jam dalam waktu 7 hari data diambil 30 menit setelah injeksi terakhir. Kelompok perlakuan dilakukan injeksi subkutan epinefrin 0,05 mgr/200 gr BB tikus setiap kali injeksi, sedang kelompok kontrol perlakuan diberikan injeksi subkutan larutan NaCl 0,9 %. Volume injeksi 0,5 ml. Unit analisis adalah darah yang diambil langsung dari jantung kemudian dilakukan pengukuran retikulosit (sel/103 RBC), RBC (106/pl), hemoglobin (gr/dl) dan MCV (fl). Pengambilan data kelompok separate pretest dilakukan pada awal perlakuan sedang kelompok perlakuan dan kontrol perlakuan dilakukan pada akhir waktu perlakuan. Hasil yang diperoleh pada kelompok pretest (2,843 ± ,535 sel/103 RBC; 8,7814 ± ,356 106/pl; 13,971 ± 1,301 gr/dl; 53,29 ± 1,394 fl). Kelompok injeksi satu kali data diambil segera pada perlakuan (5,1 ± ,702 sel/103 RBC; 8,7343 ± ,3091 106/pl; 14,143 ± ,483 gr/dl; 54,73 ± 1,396 fl) kontrol perlakuan (4,5 ± ,850 sel/103 RBC; 8,8286 ± ,1886 106/lul; 14,343 ± ,355 gr/dl; 54,3 ± ,839 fl). Kelompok injeksi satu kali data diambil 30 menit pada perlakuan (4,8 ± ,294 sel/103 RBC; 8,3443 ± ,3027 106/pl; 13,529 ± ,411 gr/dl; 58 ± ,759 fl) kontrol perlakuan (4,929 ± ,864 sel/103 RBC; 8,07 ± ,4031 106/pl; 13,357 ± ,73 gr/dl; 56,1 ± 1,25 fl). Kelompok injeksi 6 kali/hari selama 7 hari pada perlakuan (,914 ± ,157 sel/103 RBC; 8,0443 ± ,3379 106/pl; 12,829 ± ,515 gr/dl; 52,64 ± 1,225 fl) kontrol perlakuan (1,9 ± ,548 sel/103 RBC; 8,0171 ± ,1698 106/11; 12,87 ± ,545 gr/dl; 52,2 ± ,545 fl). Hasil uji Manova antara delta kelompok pretest dan posttest, pada injeksi satu kali data diambil segera tidak didapatkan perbedaan yang signifikan (p ,407), pada injeksi satu kali data diambil 30 menit didapatkan perbedaan pada delta MCV (p = ,000), pada injeksi 6 kali/hari selama 7 hari didapatkan perbedaan pada delta retikulosit (p = ,003). Uji Manova antara delta kelompok perlakuan dan kontrol perlakuan didapatkan beda signifikan ( Hotelling's trace, p = ,000). hasil uni Univariat didapatkan perbedaan signifikan pada delta retikulosit (p = ,022) dan delta MCV (p = ,002). Uji diskriminan didapatkan variabel pembeda adalah variabel retikulosit dan MCV. Dengan demikian pemberian epinefrin akut dapat meningkatkan retikulosit dan MCV sedang pemberian epinefrin kronis dapat menurunkan retikulosit sedang jumlah eritrosit dan hemoglobin cenderung menurun.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKD.08/06 Mag e
Uncontrolled Keywords: Epinephrine; Reticulocyte; RBC; Hemoglobin; MCV.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AGUSTINA RAHAYU MAGDALENI, 090314983UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSunarko Setyawan, Dr.,dr.,MSUNSPECIFIED
ContributorTjitra Wardani, dr.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 02 Sep 2016 13:17
Last Modified: 12 Jun 2017 22:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36183
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item