PENERAPAN TERAPI PERILAKU PADA ANAK DENGAN GANGGUAN MUTISME SELEKTIO

Netty Herawati, 090315178 M (2005) PENERAPAN TERAPI PERILAKU PADA ANAK DENGAN GANGGUAN MUTISME SELEKTIO. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2006-herawatine-3379-psycoco-5.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2006-herawatine-3379-psycoco-5.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mutisme selektif merupakan bentuk gangguan perilaku pada masa kanak¬kanak yang disebabkan oleh adanya kecemasan yang bersifat kompleks, dimana anak hanya mampu berkomunikasi verbal pada situasi sosial yang ditentukannya. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan adanya suatu penanganan yang dapat membantu anak mengurangi gangguannya. Suatu bentuk terapi perilaku merupakan bentuk pendekatan primer untuk membantu anak mengurangi gangguannya, oleh karena itu tujuan penulisan ini untuk mengetahui penerapan terapi perilaku dalam membantu anak dengan gangguan mutisme selektif. Adapun penerapan terapi perilaku pada gangguan mutisme selektif dengan menggunakan pendekatan desensitisasi, pembiasaan dan positive reinforcement. Tipe desensitisasi yang diterapkan menggunakan fading therapy. Fading therapy adalah tipe desensitisasi dengan membuat rentetan kejadian-kejadian yang dimulai dari suatu situasi yang nyaman untuk anak, kemudian memperkenalkan secara bertahap situasi-situasi yang lebih sulit. Tipe pembiasaan dengan cara membiasakan anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya dan membiasakan anak bertemu dengan orang yang baru. Membiasakan anak bersosialisasi dengan teman sebaya dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan waktu 2 jam setiap kali pertemuan_ Sedangkan membiasakan anak bertemu dengan orang barn dilakukan selama 4 minggu, setiap minggu 3 kali pertemuan dalam waktu 2 jam setiap kali pertemuan. Sedangkan tipe reinforcement menggunakan pendekatan play therapy. Setiap respon yang sesuai dengan harapan diberikan positive reinforcement, tetapi punishment tidak diberikan pada respon yang tidak sesuai harapan. Positive reinforcement diberikan untuk semua bentuk komunikasi, termasuk ekspresi wajah dan gesture dan secara berangsur-angsur hanya berbisik dan berbicara normal. Bentuk positive reinforcement berupa pujian dan hadiah. Gejala yang nampak pada subyek penelitian sebelum diberikan terapi adalah subyek menolak berbicara apabila bertemu dengan orang asing, bahkan subyek menarik diri apabila bertemu dengan orang baru. Subyek sering membisu dan menggunakan bahasa isyarat. Setelah diberikan terapi perilaku, perubahan perilaku yang nampak adalah anak tidak menarik diri ketika bertemu dengan orang baru, kemampuan sosialisasi anak meningkat, dan anak dapat berkomunikasi secara verbal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB Psyco corner 001/05 Her p
Uncontrolled Keywords: Terapi peilaku ; Anak; Mutisme selekto
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF721-723 Child Psychology
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > Magister Psikologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Netty Herawati, 090315178 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHamidah, Dra., M.SiUNSPECIFIED
ContributorNurul Hartini, S.Psi., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 16:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36229
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item