STUDI UJI KOMPARASI HASIL PEMERIKSAAN METODE ELISA DAN AGLUTINASI LATEX DALAM PEMERIKSAAN ANTIBODI IG G TOXOPLASMA GONDII PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS PEGIRIAN SURABAYA

AYLING SANJAYA, 090415457 M (2006) STUDI UJI KOMPARASI HASIL PEMERIKSAAN METODE ELISA DAN AGLUTINASI LATEX DALAM PEMERIKSAAN ANTIBODI IG G TOXOPLASMA GONDII PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS PEGIRIAN SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-sanjayaayl-3601-tkt010-k.pdf

Download (484kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-sanjayaayl-3601-tkt0107.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 100 responden yaitu wanita hamil di PKM Pegirian Surabaya , maka dapat dikaji prevalensi seropositif IgG terhadap T.gondii pada wanita hamil di Puskesmas Pegirian Surabaya dengan pemeriksaan ELISA (Toxolisa) adalah sebesar 37%,prevalensi seropositif IgG terhadap T.gondii pada wanita hamil di Puskesmas Pegirian Surabaya dengan pemeriksaan Latex Agglutination (Plasmatec) adalah 14%, prevalensi seropositif IgG terhadap T.gondii pada wanita hamil dengan riwayat abortus di Puskesmas Pegirian Surabaya dengan pemeriksaan ELISA (Toxolisa) 27%, prevalensi seropositif IgG terhadap T.gondii pada wanita hamil dengan riwayat abortus di Puskesmas Pegirian Surabaya dengan pemeriksaan Latex Agglutination (Plasmatec) sebesar 22% Penilaian sensitivitas sebesar 32,4% ,spesifisitas sebesar 96,8% dari metode pemeriksaan Aglutinasi Latex (Plasmatec) terhadap pemeriksaan ELISA (Toxolisa) dalam pemeriksaan antibodi IgG T.gondii pada wanita hamil di Puskesmas Pegirian Surabaya, Pada uji perbedaan didapatkan hasil terdapat perbedaan yang bermakna hasil pemeriksaan antara metode pemeriksaan Plasmatec LA dan Toxolisa ELISA dalam pemeriksaan antibodi IgG T.gondii pada wanita hamil di Puskesmas Pegirian Surabaya,sedangkan pada uji hubungan antara riwayat abortus dengan basil pemeriksaan LA didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara riwayat abortus dengan hasil pemeriksaan dengan Plasmatec LA dan Toxolisa 1gG pada wanita hamil yang beriwayat abortus di Puskesmas Pegirian Surabaya. Adanya perbedaan hasil pemeriksaan dengan Plasmatec LA yang seropositif lebih sedikit (14 orang) daripada ELISA (37 orang) . Hal ini dapat dijelaskan dengan kemungkinan jumlah sampel yang terlalu sedikit , kemudian sampel yang diambil adalah adalah pada daerah yang sama yaitu di seputar PKM Pegirian Surabaya sehingga dapat berkaitan homogenitas respons imun, jenis strain T.gondii yang hampir sama beserta urutan asam amino yang mengkode hampir sama di mana pada Plasmatec ini tidak terbaca serta antibodi tidak spesifik dengan antigen pada Plasmatec LA ini. Demikian pula kemungkinan pada sampel hanya didapatkan parasitemia yang rendah yang tercermin dari kisaran titer yang tidak tinggi sehingga jumlah antigen beredar hanya sedikit untuk membentuk ikatan antigen antibodi dan aglutinasi (lattice formation ).Oleh karena sampel yang diambil pada daerah yang sama maka sifat yang sama pada semua hasil pemeriksaan dengan Plasmatec LA. Namun sesuai dengan pernyataan Grant (1978) bahwa ELISA dapat mendeteksi bermacam jenis antigen dalam serum sampel karena tidak bergantung pada reaksi aglutinasi dan formasi namun reaksi antigen antibodi ini dilabel dengan enzim dan ditandai dengan substrat kemudian dilakukan pengukuran secara fotometrik atau kuantitatif Sehingga dapat dipahami bahwa Toxolisa IgG ELISA dapat mendeteksi antibodi level lebih banyak pada sampel penelitian ini. Yang perlu lebih jauh adalah bahwa dari jumlah sampel 100 orang 14 positif dengan LA dan 37 dengan positif ELISA berarti ada 23 sampel yang mengalami false negative dari LA . Hal ini membuktikan pernyataan Grant (1978) bahwa ELISA dapat mengeliminasi hasil negatif palsu. Mencermati hasil penilaian spesifisitas dan sensitivitas dari masing-masing pemeriksaan maka didapatkan bahwa spesifisitas Plasmatec LA sebesar 96,8% yang tergolong sangat tinggi sedangkan sensitivitasnya 96,8% yang tergolong sangat rendah . Baldock (1995) : uji-uji yang memberi hasil kuantitatif seperti titer akan terdapat hubungan terbalik antara sensitivitas dan spesifisitas.G.De'Ath (1995) mengemukakan sensitivitas adalah proporsi individu sakit di dalam suatu populasi yang menunjukkan hasil positif atau kemampuan jenis pemeriksaan dalam menemukan anggota masyarakat yang menderita penyakit. Prinsip LA : ikatan antibodi antigen memerlukan jumlah dan konsentrasi yang ekuivalen untuk membentuk lattice formation /clumping (aglutinasi). Kemungkinan responden low parasitemia sehingga kurang dalam membentuk aglutinasi. Kemungkinan pula dari segi alat dan reagen yang digunakan misalnya kualitas dan kuantitas latex dan days penempelannya. Juga dapat dipertimbangkan kemungkinan inkubasi serum sampel yang tidak optimum, suhu dan lama penyimpanan yang tidak sesuai , jumlah dan aviditas antigen berikatan dengan antibodi yang tidak ekuivalen , serta keadaan lingkungan seperti pH , konsentrasi protein yang tidak sesuai . Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi hasil tes dan kemungkinan dapat menjadi suatu alasan rendahnya hasil sensitivitas pada sampel ini dengan pemeriksaan Plasmatec LA pada penelitian ini. Spesifisitas LA sangat tinggi 96,8% kemungkinan responden di daerah yang berisiko tinggi terpapar T.gondii sehingga sebagian besar dari mereka pernah terpapar sehingga masih memiliki memory cell dan terutama karena IgG dapat bertahan bertahun-tahun lamanya sejak terjadinya infeksi. Bila dipandang dari sudut sensitivitas dan spesifitas maka Toxolisa IgG ELISA dipandang dapat digunakan untuk skrining dan diagnostik toksoplasmosis. Namun sebaiknya dilakukan tes ulang sebagai konfirmasi perbedaan hasil tes antara ELISA dengan LA baik dengan Plasmatec LA maupun dengan non Plasmatec LA oleh karena dapat terjadi banyak kesalahan dalam penelitian ini baik dari sudut sampel serum, alat dan reagen, maupun teknis pelaksanaannya. Pernyataan perbedaaan hasil pemeriksaan uji aglutinasi dan ELISA di atas diperkuat dengan pemeriksaan yang sama pada responden yang memiliki riwayat abortus di mana pada pemeriksaan dengan LA didapatkan 4 orang yang pernah abortus positif. Pada ELISA didapatkan 5 orang positif. Dengan penjelasan yang sama seperti di atas maka dapat dipahami bahwa terdapat perbedaan antara pemeriksaan LA dan ELISA dalam mendeteksi IgG T.gondii pada wanita hamil di PKM Pegirian Surabaya.Sebagai akhirnya setelah diuji hubungan antara riwayat abortus dengan hasil pemeriksaan serologi ternyata didapatkan tidak ada hubungan antara keduanya sehingga dapat dipahami bahwa sebenarnya banyak faktor lain lagi penyebab abortus pada wanita hamil yang diperiksa di PKM Pegirian Surabaya yang perlu digali selain karena toksoplasmosis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKT 01/07 San s
Uncontrolled Keywords: TOXOPLASMA GONDII
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AYLING SANJAYA, 090415457 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYoes Prijatna Dachlan, Prof. Dr., dr., MScUNSPECIFIED
ContributorFedik A. Rantam, Dr., drh., MScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 08 Jun 2017 16:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36256
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item