DAYA BUNUH INTRASELULER TERHADAP Mycobacterium tuberculosis DARI MAKROFAG PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DAN INDIVIDU SEHAT BERISIKO TUBERKULOSIS PARU

Arlita Leniseptaria Antari, 090415424M (2006) DAYA BUNUH INTRASELULER TERHADAP Mycobacterium tuberculosis DARI MAKROFAG PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DAN INDIVIDU SEHAT BERISIKO TUBERKULOSIS PARU. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-antariarli-3657-ti03_07-k.pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-antariarli-3657-ti03_07.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab infeksi penting pada manusia dan masih menjadi masalah kesehatan dunia yang utama. Dilaporkan WHO, sampai saat ini tuberkulosis masih merupakan pembunuh nomor satu diantara penyakit-penyakit infeksi di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi kronik yang terutama menyerang makrofag alveolar paru. Meskipun prevalensi tuberkulosis dapat diturunkan dengan penggunaan beberapa antibiotik, namun sampai saat ini insiden dari penyakit tuberkulosis masih mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pengetahuan dan pengertian mengenai tuberkulosis perlu ditingkatkan. Masuknya Mycobacterium tuberculosis ke dalam makrofag dan kemampuannya bertahan hidup di dalamnya merupakan elemen kunci dari patogenesis tuberkulosis. Kegagalan fungsi makrofag pads seorang individu berdampak pada timbulnya gejala tuberkulosis paru dan tersebarnya penyakit ke seluruh tubuh. Sebaliknya, terdapat segolongan individu yang sering terpapar Mycobacterium tuberculosis tetapi tetap tinggal sehat. Mengingat salah satu fungsi makrofag adalah intracellular killing, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan daya bunuh intraseluler terhadap Mycobacterium tuberculosis antara makrofag penderita tuberkulosis paru dan makrofag individu sehat berisiko tuberkulosis part. PBMC (Peripheral Blood Mononuclear Cells) diisolasi dari buffy coat darah vena penderita tuberkulosis paru dan individu sehat berisiko tuberkulosis paru, kemudian diletakkan di atas coverslip berbentuk bulat dan dikultur dengan konsentrasi 105 sel/ml dalam media RPMI yang telah disuplementasi dengan 10 % serum manusia yang telah diinaktivasi (HI-PHS / Heat Inactivated Pooled Human Serum), dan diinkubasi pada suhu 37°C, 5 % CO2. Setelah dicuci dengan PBS untuk eliminasi limfosit, kultur dilanjutkan. Pada hari ke-7, ke dalam kultur tersebut ditambahkan 106 CFU/ml Mycobacterium tuberculosis yang telah diopsonisasi dengan serum manusia, kemudian diinkubasi selama 1 jam untuk memberi kesempatan terjadinya fagositosis, lalu dicuci PBS dan diinkubasi selama 24 jam, 48 jam, 72 jam, 7 X 24 jam dan 14 X 24 jam untuk memberi kesempatan terjadinya proses killing intraseluler. Pada setiap akhir periode waktu tersebut, kultur dipanen, dibilas PBS dan ditambahkan aquabidest agar terjadi lisis. Mycobacterium tuberculosis yang terbebas dari makrofag ini kemudian dikultur pada media agar padat Middlebrook 7H10 dan diinkubasi selama 7 hari, 10 hari dan 14 hari. Koloni Mycobacterium tuberculosis yang masih dapat tumbuh pada media tersebut dihitung sebagai CFU (Colony Forming Unit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rata-rata koloni Mycobacterium tuberculosis yang masih dapat tumbuh pada media agar padat Middlebrook 7H10 setelah waktu inkubasi untuk proses killing intraseluler selama 24 jam, 48 jam, 72 jam, 7 X 24 jam dan 14 X 24 jam-pada makrofag penderita tuberkulosis pant adalah 6.5 CFU/ml, 7.5 CFU/ml, 8.07 CFU/ml, 8.93 CFU/ml dan 9.36 CFU/ml. Sedangkan pada makrofag individu sehat berisiko tuberkulosis pant adalah 3.22 CFU/ml, 4.07 CFU/ml, 4.57 CFU/ml, 5.07 CFU/ml dan 5.36 CFU/ml. Hasil analisis dengan menggunakan Univariate Analysis of Variance dengan uji F pada taraf 5 % menunjukkan bahwa perbedaan tersebut sangat signifikan (p < 0.01). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa kemampuan daya bunuh intraseluler terhadap Mycobacterium tuberculosis pada makrofag penderita tuberkulosis part lebih rendah 1.35 kali sampai 2.02 kali daripada kemampuan daya bunuh intraseluler terhadap Mycobacterium tuberculosis pada makrofag individu sehat berisiko tuberkulosis palm, ditunjukkan dengan jumlah rata-rata koloni yang masih dapat tumbuh pada media agar padat Middlebrook 7H10 dari makrofag penderita tuberkulosis pant lebih besar daripada jumlah rata-rata koloni yang masih dapat tumbuh pada media agar padat Middlebrook 7H10 dari makrofag individu sehat berisiko tuberkulosis paru. Translation: This study was to know whether there is any difference in intracellular killing capacity of Mycobacterium tuberculosis between macrophages obtained from pulmonary tuberculosis patients' and healthy subjects' at risk for pulmonary tuberculosis. Macrophages are the first defense mechanism in tuberculosis. The entry of Mycobacterium tuberculosis into the host macrophages and its survival in this environment are key components of tuberculosis pathogenesis. PBMC (Peripheral Blood Mononuclear Cells) were isolated from buff), coat of pulmonary tuberculosis patients' and healthy subjects' at risk for pulmonary tuberculosis, then plated onto glass coverslip and cultured in concentration of 105 cell/ml in RPMI supplemented with 10 % HI-PHS - (Heat Inactivated Pooled Human Serum) and incubated at 37°C, 5 % CO2. After washing with PBS to eliminate lymphocyte population, the culture were continued until 7 days when 106 CFU/ml opsonized Mycobacterium tuberculosis were added to the culture. The culture was incubated again for one hour to let the phagocytosis proceed, then washed five times with PBS to eliminate the unphagocytosed bacilli, then put back in the incubator during 24 hours, 48 hours, 72 hours, 7 X 24 hours and 14 X 24 hours. At the end of that incubation periods, the cultures were harvested, washed with PBS, mixed with aquabidest to lyse the macrophages. Mycobacterium tuberculosis befreed from that macrophages are then plated on solid media Middlebrook 7H10 and incubated during 7 days, 10 days and 14 days. Viable colonies of Mycobacterium tuberculosis were counted as CFU (Colony Forming Units). The result showed that the mean of viable colonies of Mycobacterium tuberculosis on solid media Middlebrook 7H10 after killing intracellular process are greater on pulmonary tuberculosis patients' macrophages than healthy subjects' at risk for pulmonary tuberculosis macrophages. The result of Univariate Analysis of variance followed by F test at the level of 5 % significance showed that the difference was very significant (p < 0.01). The intracellular killing capacity of Mycobacterium tuberculosis from pulmonary tuberculosis patients' is lower than the intracellular killing capacity of Mycobacterium tuberculosis from healthy subjects' at risk for pulmonary tuberculosis, showed by the greater of the mean of viable colonies of Mycobacterium tuberculosis on solid media Middlebrook 7H10 from pulmonary tuberculosis patients' macrophages than healthy subjects' at risk for pulmonary tuberculosis macrophages.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TI. 03/07 Ant d
Uncontrolled Keywords: Mycobacterium tuberculosis, Macrophages, Intracellular killing.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Imunologi
Creators:
CreatorsEmail
Arlita Leniseptaria Antari, 090415424MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 2016
Last Modified: 07 Jun 2017 16:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36279
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item