ANALISIS FAKTOR PENANGGULANGAN GAKY ANAK SEKOLAH DALAM PENINGKATAN UPAYA PENANGGULANGAN GAKY DI DAERAH GONDOK ENDEMIK BERAT DI KOTA SURABAYA

DWI ASTUTI SOEKISNO PUTRI (2006) ANALISIS FAKTOR PENANGGULANGAN GAKY ANAK SEKOLAH DALAM PENINGKATAN UPAYA PENANGGULANGAN GAKY DI DAERAH GONDOK ENDEMIK BERAT DI KOTA SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-putridwias-3689-tka450-k.pdf

Download (533kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-putridwias-3689-tka4507.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) adalah penyakit gizi kurang yang masih merupakan masalah di Negara Indonesia. Surabaya sebagai kota metropolis masih memiliki 10 kelurahan merupakan daerah gondok endemik berat.Upaya penanggulangan GAKY sudah baik, tetapi perlu ditingkatkan agar tercapai Indonesia Sehat 2010. Penelitian ini dimaksud untuk mempelajari faktor-faktor yang berdampak tingginya prevalensi gondok anak sekolah di kota Surabaya, baik dari faktor provider maupun masyarakat sebagai dasar menyusun upaya peningkatan penanggulangan GAKY anak sekolah di kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan di kota Surabaya mulai bulan Mei sampai bulan Juli 2005. Rancangan penelitian secara kroseksional. Sampel penelitian di 7 puskesmas dengan kriteria daerah gondok endemik berat, yaitu Puskesmas Lidah Kulon (Lakarsantri), Puskesmas Gundih (Bubutan), Puskesmas Sememi (Benowo), Puskesmas Mulyorejo (Mulyorejo), Puskesnas Sidotopo Wetan (Kenjeran), Puskesmas Kenjeran (Bulak) . Pengambilan sampel secara multistage random sampling. Sampel penelitian terdiri dari petugas kesehatan 21 orang, masyarakat sasaran, anak sekolah dan ibu rumah tangga masing-masing 200 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap responden dan pengamatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari faktor provider, didapatkan bahwa pengetahuan petugas kesehatan tentang program GAKY di puskesmas masih kurang (57,14%), pengetahuan tentang prevalensi GAKY di wilayahnya masih kurang (64,27%), minilokakarya membicarakan GAKY jarang dilaksanakan (28,58%), minilokakarya membicarakan GAKY dengan lintas sektor tidak dilaksanakan (50%), pengetahuan yang benar tentang perlakuan terhadap garam/ makanan beryodium kurang (85,72%), pengetahuan distribusi kapsul yodium pada ibu hamil kurang (14,29%).Tingkat motivasi petugas (21,42%) masih rendah. Sebagian besar petugas belum mengikuti pelatihan (42,85%).Dan 42,86% petugas yang tidak menerima imbalan. Biaya yang dialokasikan untuk program GAKY tidak cukup untuk kebutuhan yang seharusnya (57,14%). Sarana prasarana program GAKY di puskesmas juga kurang (28,66%), terutama ketiadaan food model (42,68%), pojok gizi (28,64%) dan protap diet/ leaflet tentang GAKY (14,52%). Dari manajemen program penanggulangan GAKY di puskesmas, didapatkan perencanaan program GAKY masih kurang baik (42,85%) terutama penyediaan data prevalensi GAKY, data khusus, rencana tahunan program GAKY dan mikroplanning. Pelaksanaan program GAKY cukup baik (57,15%), tetapi tidak dilaksanakan minilokakarya yang membicarakan GAKY (57,14%), tidak dilaksanakan pojok gizi (28,64%) dan kurangnya koordinasi lintas program (42,62%). Penilaian, pengawasan dan pengendalian program GAKY di puskesmas masih kurang (57,14%) terutama pada umpan balik, baik dari Dinas kesehatan Kota Surabaya maupun dari Kepala Puskesmas (57,14%), laporan tahunan program GAKY, penentuan target sasaran program, dan supervisi pada pelaksana gizi, bidan dan paramedis.Selain itu pemberdayaan karyawan masih kurang (57,14%). Dari faktor masyarakat didapatkan Anak dengan gondok, status gizinya kurang (42%), uang jajan yang diterima kurang dari seribu rupiah (43%), tidak pernah sarapan pagi (25,5%) dan pengetahuannya tentang GAKY kurang (26%), sedang dari ibunya diketahui pendidikan formal hanya tamat sekolah dasar (36%), pengetahuan tentang GAKY yang diperoleh dari tenaga kesehatan kurang (45,5%), pengetahuan tentang akibat GAKY pada kecerdasan anak kurang (39%), tentang sumber yodium yang lain dalam makanan kurang (44,5%), dan tentang perlakuan yang benar terhadap garam/ makanan beryodium kurang (48,5%). Dari variabel tersebut dilakukan analisis kuakitatif yang menunjukkan faktor yang berdampak tingginya prevalensi GAKY anak sekolah dari provider adalah kurangnya pengetahuan tentang program GAKY dan prevalensi GAKY, perencanaan program GAKY yang kurang (71,42%), penilaian, pengawasan & pengendalian program GAKY ( 57,14%). Sedang dari masyarakat tingkat pendidikan ibu rumah tangga yang rendah juga mempengaruhi (36%), informasi oleh petugas kesehatan tentang perlakuan yang benar terhadap garam/ makanan beryodium juga kurang (48,5%) Dari hasil analisis disusun upaya peningkatan penanggulangan GAKY didaerah gondok endemik berat di kota Surabaya berupa upaya jangka pendek dengan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan komitmen seluruh petugas kesehatan dalam penyusunan rencana kerja (POA), minilokakarya, pelaksanaan kegiatan, pendistribusian kapsul yodium, palpasi gondok anak sekolah, penyediaan peta prevalensi gondok, perbaikan metoda dan media penyuluhan pada sasaran. Untuk institusi meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manajemen pengelolaan kegiatan terutama dalam penyusunan rencana tahunan. Meningkatkan pengetahuan masyarakat serta memberdayakan pojok gizi dan petugas kesehatan yang lain sebagai petugas penyuluh. Mengupayakan adanya imbalan bagi petugas baik finansial maupun nonfinansial untuk meningkatkan hasil kerja (produktivitas), serta menyesuaikan beban kerja petugas sesuai kemampuannya agar dapat meningkatkan motivasi petugas. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi petugas untuk meningkatkan koordinasi lintas program dalam manajemen penanggulangan GAKY yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengawasan dan pengendalian program penanggulangan GAKY yang lebih efektif dan efisien, dengan membentuk team learning (team base) di puskesmas. Meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk memberikan informasi lebih luas tentang GAKY kepada masyarakat dan sekolah serta upaya penanggulangannya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 45/07 Put a
Uncontrolled Keywords: Iodine-deficiency disorder problem, Society and health staff factors management and control
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA299.6-433 Analysis
T Technology > TS Manufactures > TS156 Quality control and management
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
DWI ASTUTI SOEKISNO PUTRIUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSTEFANUS SUPRIYANTO, Prof.,Dr.,dr.,MUNSPECIFIED
ContributorTHINNI NURUL ROHMAH, Dra.,Ec.,M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 25 Jun 2019 00:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36294
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item