HUBUNGAN ANTARA PEMAKAIAN MASKER DENGAN DAMPAK KESEHATAN AKIBAT PAPARAN Pb TRANSPORTASI : Studi Pada Polisi Lalu Lintas di Kota Surabaya

Eko Nur Wahyudiono, 090410809 (2006) HUBUNGAN ANTARA PEMAKAIAN MASKER DENGAN DAMPAK KESEHATAN AKIBAT PAPARAN Pb TRANSPORTASI : Studi Pada Polisi Lalu Lintas di Kota Surabaya. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-wahyudiono-3694-tka01_0-k.pdf

Download (565kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-wahyudiono-3694-tka01_07.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kcmajuan industri dan tehnologi dimanfaatkan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa industri dan tehnologi yang maju identik dengan tingkat kehidupan yang lebih baik. Jadi kemajuan industri dan tehnologi berdampak positif terhadap lingkungan hidup karena meningkatnya kualilas hidup manusia. Namun pada sisi lain manusia juga mulai ketakutan akan adanya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kemajuan industri dan tehnologi tersebut. Hal ini mudah dipahami karena apabila lingkungan telah tercemar maka daya dukung alam bagi kelangsungan hidup manusia akan terganggu. Kalau hal ini sampai terjadi maka usaha untuk meningkatkan kualilas hidup atau kenyamanan hidup manusia akan gagal. Jika bicara tentang sumber polutan, maka bisa dipastikan bahwa sumber utamanya polutan yang menyebabkan udara Kota Surabaya tercemar berasal dari kendaraan bermotor. Beban polutan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia tersebut dipastikan akan terhirup oech siapa saja yang berada di Kota Surabaya. Sulit menghindari dampak pencemaran udara karena untuk mendapatkan suplai oksigen bagi tubuhnya , setiap orang dengan terpaksa akan menghirup udara disekitarnya. Polisi Lalu Lintas yang sclalu bertugas di jalan raya padat kendaraan, sangat rentan terpapar polutan pencemar udara. Data dallar anggota meninggal karena sakit di Biro Pers Polda Jatim menyebutkan, untuk th 2005 sebanyak 122 orang meninggal karena sakit, lebih tinggi dibanding th. 2002 scbanyak 105 orang. Tinjuan penelitian ini adalah mcmpelajari pengaruh pemakaian masker polisi terhadap kadar Pb darah dan gangguan keschatan anggota Polisi lalu Lintas di Kota Surabaya, sehingga berguna untuk memberikan data masukan untuk mekanisme kebijakan atasan / pimpinan dalam penempatan personil Sat Lantas, dapat memberikan rekomendasi untuk mengurangi pajanan Pb udara terhadap anggota polisi lalu lintas dan sebagai solusi ilmiah untuk bahan advokasi bagi pimpinan Polri. Penelitian bersifat analitik, yaitu penelitian yang mencoba menggali mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kcmudian melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor efek, antar faktor risiko maupun antar faktor efek.Yang dimaksud faktor efek adalah suatu akibat dari adanya faktor risiko, sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomcna yang mengakibatkan tcrjadinya efek (pengaruh). Di dalam penelitian analitik, dapat diketahui seberapa jauh kontribusi faktor risiko tertentu terhadap adanya suatu kejadian tertentu (efek). Jenis rancangan penelitian dengan cara observasional yaitu melakukan penelitian atau survey yang menyangkut bagaimana faktor risikopaparan Pb udara terhadap polisi lalu lintas dengan menggunakan pendekatan studi potong Iintang (cross sectional) . Data yang diperolch akan diolah dengan komputer, yang dilakukan ekspiorasi data dengan membuat distribusi frekuensi masing-masing variabel, kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi. Uji statistik yang akan dipakai : a. Untuk mengetahui pcngaruh kadar Pb darah (data ratio) terhadap Hb darah (data ratio) anggota polisi lalu lintas mengunakan : Uji Korelasi b. Untuk menganalisis pcngaruh kadar Pb darah (data ratio) terhadap gangguan kesehatan (data ordinal) menggunakan : Uji Korelasi Spearman. c. Untuk mengetahui hubungan pcngaruh masker (data nominal) dcngan Pb darah (data ratio) menggunakan : Uji Mann Whitney. Pclaksanaan dilakukan pada bulan Juli 2006, dengan Jumlah lokasi sampel adalah empat lokasi ( 4 titik pcngambilan dilakukan pada jam sibuk (rush our) yaitu pada jam 10.00 Wib dan jam 16.00 Wib. Dengan dcmikian jumlah sampel udara ambien adalah 4 x 2 sampel : 8 sampel (setiap titik diambil sampel sebanyak 2 kali). Kriteria sampel udara ambien dipilih pada lokasi yang terdapat polutan tinggi. Jumlah Polisi Lalulintas total sampel penelitian adalah 6 x 4 = 24 sampel petugas. Kriteria sampel Polantas dipilih petugas yang telah bekerja di Sat Lantas, minimal 5 th dan telah bertugas selama dua bulan sccara bcrturut-turut, serta sesuai dcngan fakta dilapangan bahwa sampel tersebut selalu menggunakan masker dan tidak menggunakan masker. Pemilihan sampel petugas ini bukan diarahkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kendaraan bermotor di bundaran Waru sebanyak 5262 smp, di perempatan J1. Wonokromo sebanyak 2599 smp, di perempatan Panjang Jiwo sebanyak 2858 smp dan di perempatan Siola sebanyak 4068 smp,. Sedangkan rata-rata hasil pengukuran kandungan timbal udara ambien dilokasi bundaran Waru sebanyak 0,00255 mg/m3, di Wonokromo sebanvak 0,0043 mg/m3, di Panjang Jiwo sebanyak 0,0014 mg/m3 dan di Siola sebanyak 0,00296 mg/m3. Batas normal timbal dalam darah adalah 40 µg/100 ml, hasil penelitian kandungan timbal dalam darah Polisi lalulintas yang selalu menggunakan masker rata-rata sebanyak 31,6 µg/100 ml ( 16,7 % ) , sedangkan yang tidak bet-masker rata-rata sehanyak 49,2 µg/100 ml ( 83,3 % ). Gangguan kesehatan Polisi lalulintas antara lain sistem l lemopoitik (hipertensi, nalas tersengal, dada bet-debar), sistcm Uropoilik (sakit pinggang), sistem pencernakan (nafsu makan herkurang), sistem syaraf ( sakit kcpala, sukar berkonsentrasi, sulit tidur, sukar berkonsentrasi, sakit pada otot dan tulang), dan tidak terjadi gangguan reproduksi. Untuk mengetahui hubungan kepadatan kendaraan dengan kandungan timbal dalam darah dilakukan uji pcarson, basil analisis statistik diperolch nilai p (0,878) > (0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara kepadatan kendaraan dengan kandungan timbal dalam darah. Untuk mengetahui hubungan pemakaian masker dcngan skor gangguan kesehatan Polisi l,alulintas dilakukan uji korelasi Spearman diperolch nilai p (0,000) < (0,05) hal ini berarti terdapat hubungan pemakaian masker dengan skor gangguan kesehatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA. 01/07 Wah h
Uncontrolled Keywords: Masker, Lead, Health Impact, Traffic policemen.
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Eko Nur Wahyudiono, 090410809UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorH.J. MUKONO, Prof.,Dt.,MS.,MPHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 08 Jun 2017 17:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36297
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item