PERBANDINGAN METODE PERENCANAAN PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN MINIMUM-MAXIMUM STOCK LEVEL DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)(Riset Operasional Simulasi di Rumah Sakit Islam Darus Syifa')

RENNY TRI WAHYUNI, 090310519L (2006) PERBANDINGAN METODE PERENCANAAN PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN MINIMUM-MAXIMUM STOCK LEVEL DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)(Riset Operasional Simulasi di Rumah Sakit Islam Darus Syifa'). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-wahyuniren-3703-tka230-k.pdf

Download (542kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-wahyuniren-3703-tka2307_FULLTEXT.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
gdlhub-gdl-s2-2007-wahyuniren-3703-tka2307_LAMPIRAN.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Darus Syifa' merupakan salah satu revenue centre utama dengan pendapatan yang berasal dari obat tersebut pada bulan Januari hingga Agustus 2004 adalah sebesar Rp. 1,116,085,449 atau sebesar 41,13 % dari total pendapatan yang berjumlah sebesar Rp. 2,713,765,960. Sebagai revenue centre, maka Instalasi farmasi ini harus dikelola sebaik-baiknya untuk menyokong unit-unit lainnya. Perlunya pengelolaan yang efektif dan efisien terhadap instalasi farmasi ini juga disebabkan hampir 36,92 % dari total pengeluaran Rumah Sakit Islam Darus Syifa 039; yang berjumlah Rp. 2,634,582,185 selama bulan Januari sampai Agustus 2004 digunakan untuk obat sebesar Rp. 972,650,205. dengan jumlah item obat sebanyak 932 item. Perencanaan pengadaan yang dilakukan oleh Apoteker Rumah Sakit Darus Syifa 039; tidak mempunyai sistem perencanaan yang pasti. Pembelian obat dilakukan secara perpetual purchasing apabila obat sudah mencapai reorder point level. Jumlah pembelian obat pun dilakukan berdasarkan feeling sesuai dengan kondisi jumlah pasien saat itu. Hal ini juga menyebabkan resiko tidak terlayaninya permintaan obat karena terjadinya stockout dan penumpukan obat yang menyebabkan kerugian sebesar Rp. 4.005.976 pada tahun 2003. Dari data lain juga diperoleh bahwa stok akhir obat rata-rata setiap bulan di gudang berjumlah Rp. 80.039.963 atau 37,67 % dari rata-rata total pembelian obat yang berjumlah Rp. 196.127.339 setiap bulannya. Berdasarkan data ini dapat dilihat bahwa Instalasi Farmasi Rumah sakit Darus Syifa 039; belum mempunyai suatu sistem perencanaan dan pengendalian barang farmasi yang adekuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memilih metode perencanaan persediaan yang baik karena terbatasnya dana dengan membandingkan tingkat efektifitas (tidak terjadi stock out) dan efisiensi (total biaya persediaan dan nilai sisa persediaan di gudang rendah) pada metode Minimum Maksimum stock level dan economic order quantity (EOQ) melalui riset operasional secara simulasi. Penelitian dilakukan melalui riset operasional secara simulasi dengan pemakaian riil yang dilakukan pada perencanaan persediaan dengan menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level dan metode Economic Order Quantity (EOQ). sampel diambil berdasarkan obat dengan nilai sisa persediaan ranking 1 yang juga masuk dalam kelas A berdasarkan klasifikasi ABC nilai investasi. simulasi pemakaian riil metode perencanaan persediaan Minimum Maximum Level Stock dan Economic Order Quantity secara bersamaan dengan pemakaian secara riil. Penggunaan metode Minimum-Maximum Level Stock dilakukan dengan beberapa modifikasi, yaitu berdasarkan jumlah hari penyediaan stok maksimal. Jumlah hari yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 hari, 10 hari dan 14 hari. Sedangkan jumlah hari penyediaan stok minimal pada semua modifikasi metode Minimum-Maksimum Stock Level adalah sama, yaitu berdasarkan hari lead time. Hasil analisis ABC yang dilakukan berdasarkan data sisa akhir persediaan diperoleh obat dengan rangking 1 sejumlah 341 (36,5 %) jenis item obat dengan nilai sisa akhir persediaan Rp. 64.029.272 dari total rata-rata sisa akhir persediaan sebesar Rp. 80.039.963. Sedangkan analisis ABC yang didasarkan data pembelian diperoleh kelas A jumlah item sebesar 169 (18,13 %) dengan nilai investasi sebesar Rp. 1,099,699,833 dari total investasi sebesar Rp. 1,375,121,572. Hasil distribusi analisis ABC berdasarkan nilai investasi dan nilai sisa akhir persediaan diperoleh 134 (14,47 %) item sampel obat yang masuk dalam ranking 1 dan kelas A. Dari 134 item yang masuk, hanya 120 item obat yang digunakan sebagai bahan sampel penelitian karena 14 item obat sudah tidak digunakan karena adanya formularium pada bulan Februari 2004. Berdasarkan hasil uji komparasi one sample t-test pada pelaksanaan simulasi Economic Order Quantity menunjukkan bahwa biaya penyimpanan, biaya persediaan dan nilai persediaan paling rendah dan berbeda secara bermakna dengan nilai p < 0.05 dibandingkan metode Minimum-Maksimum Stock Level dan pelaksanaan riil. Hasil perbandingan efisiensi dan efektifitas pada metode yang disimulasikan, metode Minimum-Maksimum Stock Level 10 hari memberikan total biaya persediaan dan nilai stockout terkecil dibandingkan Minimum Maksimum Stock Level 7 hari, 14 hari dan Economic Order Quantity. Akan tetapi hasil keseluruhan menunjukkan bahwa pelaksanaan secara riil rnemiliki efektifitas dan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan kedua metode yang disimulasikan. Oleh karena itu, metode perencanaan yang saat ini sebenarnya sudah dilakukan dengan baik oleh Kepala Bagian Instalasi farmasi. Karena adanya justifikasi obat-obat yang harus dibeli dengan jumlah sesuai kebutuhan, merupakan salah satu perencanaan yang sudah baik meskipun belum didukung dengan adanya suatu sistem informasi dan metode perencanaan yang baku. Sehingga perlu dilakukan metode perencanaan dengan menggunakan metode Minimum-Maksimum Stock Level 10 hari disertai dengan justifikasi di Rumah Sakit Islam Darus Syifa' akan dapat memberikan efisiensi dan efektifitas jauh lebih baik dibandingkan dengan tanpa metode perencanaan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 23/07 Wah p
Uncontrolled Keywords: Stock Level Minimum-Maximum, Economic Order Quantity, Operational Research
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4551-4598 Stock exchanges
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K85-89 Legal research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
RENNY TRI WAHYUNI, 090310519LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWidodo J. Pudjirahardjo, dr.,MS.,MPH.,Dr.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Jul 2017 16:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36302
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item