FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN DALAM DIAGNOSIS PNEUMONIA BALITA PADA SISTEM SURVEILANS PNEUMONIA DI KABUPATEN BANGLI TAHUN 2006

I GUSTI AGUNG KETUT SUARDIANA, 090410777 L (2006) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN DALAM DIAGNOSIS PNEUMONIA BALITA PADA SISTEM SURVEILANS PNEUMONIA DI KABUPATEN BANGLI TAHUN 2006. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-suardianai-3709-tka320-k.pdf

Download (523kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-suardianai-3709-tka3207.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan fokus utama pemberantasan peyakit pneumonia pada balita. Pada tahun 2005, cakupan pneumonia balita di Provinsi Bali adalah 30,24% sedangkan di Kabupaten Bangli sebesar 12,94%, hal ini lebih rendah dari target nasional yaitu sebesar 86%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kinerja petugas kesehatan (Dokter, Perawat dan Bidan) dengan karakteristik individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, pelatihan, kemampuan dan status perkawinan); faktor psikologis (motivasi, persepsi dan sikap); karakteristik organisasi (kepemimpinan, koordina-si, supervisi, penghargaan, dan suasana lingkung-an kerja); dan karakteristik pekerjaan (umpan balik, masa kerja dan beban kerja) dalam mendiagnosis penyakit pneumonia pada balita di Kabupaten Bangli pada tahun 2006. Rancang bangun penelitian ini berupa penelitian observasional dan bila dilihat dari waktu penelitian termasuk penelitian cross sectional, dilihat dari pengolahan datanya penelitian ini termasuk penelitian analitik. Data diolah dengan uji regresi logistik ganda ( = 0,05). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 145 orang tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Sampel diambil dengan cara proportional stratified random sampling berjumlah 57 responden yaitu Dokter Umum = 6 orang, Perawat = 35 orang (AKPER = 14 orang dan SPK = 21 orang) dan Bidan = 16 orang (Bidan D III 4 orang dan Bidan D I = 12 orang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden; memiliki kinerja kurang baik (59,6%), berumur antara 30 � 40 tahun (54,4%), berjenis kelamin perempuan (56,1%), berpendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (36,8%), belum pernah dilatih Manajemen Terpadu Balita Sakit (56,1%), memiliki kemampuan tinggi (50,9%), berstatus sudah kawin (91,2%), memiliki motivasi tinggi (54,4%), persepsi baik (59,6%), sikap mendukung Manajemen Terpadu Balita Sakit (43,9%), mempunyai pemimpin yang baik (45,6%), mendapat supervisi dengan baik (50,9%), dihargai dengan baik (56,1%), bekerja dalam lingkungan yang nyaman (50,9%), melakukan koordinasi dengan baik (82,5%), tidak mendapat umpan balik (62,3%), merasakan beban kerja cukup berat (56,1%), dan masa kerja antara 11 - 15 tahun (56,1%). Hasil analisis tingkat significancy sebagai berikut ; 1. Karakteristik individu yang berhubungan secara bermakna dengan kinerja adalah pendidikan (p = 0,05) dan kemampuan (p = 0,049), sedangkan yang tidak berhubungan secara bermakna adalah umur (p = 0,958), jenis kelamin(p = 0,962), status perkawinan (p = 0,987) dan pelatihan (p = 0,853). 2. Faktor psikologis yaitu motivasi (p = 0,872), persepsi (p = 0,206) dan sikap (p = 0,398), tidak berhubungan secara bermakna dengan kinerja. 3. Karakteristik organisasi yaitu kepemimpinan (p = 0,520), supervisi (p = 0,811), penghargaan (p = 0,085), suasana lingkungan kerja (p = 0,085) dan koordinasi (p = 0,980), tidak berhubungan secara bermakna dengan kinerja. 4. Karakteristik pekerjaan yaitu umpan balik (p = 0,411), masa kerja (p = 0,475) dan beban kerja (p = 0,963), tidak berhubungan secara bermakna dengan kinerja. Kasus penemuan pneumonia balita bulan Januari � April 2006 dibagi menurut variabel; orang, tempat dan waktu. Menurut orang terbanyak antara umur 1- 4 tahun yaitu 19 balita dengan klasifikasi pneumonia ringan yang terjadi pada bulan Maret 2006, menurut tempat terbanyak di Puskesmas Bangli yaitu 57 kasus dan menurut waktu terbanyak pada bulan Pebruari dan Maret 2006 yaitu 23 balita. Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli agar meningkatkan kinerja petugas kesehatan (Dokter, Perawat dan Bidan) yang bekerja di seluruh Puskesmas dan RSUD Bangli. Peningkatan kinerja petugas kesehatan dapat dilakukan dengan memberi pelatihan MTBS. Seluruh petugas kesehatan dalam melakukan diagnosis penyakit ISPA menggunakan metode MTBS dengan baik dan benar untuk meningkat-kan cakupan penemuan penderita pneumonia balita

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 32/07 Sua f
Uncontrolled Keywords: Health staff performance, Case finding of pneumonia
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
I GUSTI AGUNG KETUT SUARDIANA, 090410777 LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorChatarina U. W., Dr., dr., MS., MPHUNSPECIFIED
ContributorSanti Martini, dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 08 Jun 2017 17:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36306
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item