ANALISIS EFEKTIFITAS UPAYA PENEMUAN PENDERITA KUSTA BARU SECARA AKTIF DAN PASIF MENGGUNAKAN METODE COST EFFECTIVENESS ANALYSIS DENGAN MENGHITUNG RASIO BIAYA TOTAL TERHADAP JUMLAH PENDERITA DAN DISABILITY ADJUSTED LIFE YEARS : Studi Kasus Di Puskesmas Dung

RIFMI UTAMI, 090410756L (2006) ANALISIS EFEKTIFITAS UPAYA PENEMUAN PENDERITA KUSTA BARU SECARA AKTIF DAN PASIF MENGGUNAKAN METODE COST EFFECTIVENESS ANALYSIS DENGAN MENGHITUNG RASIO BIAYA TOTAL TERHADAP JUMLAH PENDERITA DAN DISABILITY ADJUSTED LIFE YEARS : Studi Kasus Di Puskesmas Dung. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-utamirifmi-3719-kkckkt-k.pdf

Download (606kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-utamirifmi-3719-tka130-a.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya persentase penemuan penderita kusta baru dari penderita suspek (penderita yang masih diduga kusta) secara aktif (rata-rata 4,42%) dibandingkan dengan penemuan secara pasif (rata-rata 17,22%) dari Tahun 2002 sampai Tahun 2005 sehingga mengakibatkan masih tingginya prevalensi kusta di Kabupaten Sumenep. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah belum efektifnya upaya penemuan kusta, karena tidak adanya prioritas pelaksanaan upaya penemuan berdasarkan analisis efektifitas biaya. Efektifitas biaya upaya penemuan penderita kusta dipertimbangkan dari 2 sisi, yaitu rasio biaya terhadap jumlah penderita kusta yang ditemukan dan rasio biaya terhadap jumlah DALY ( jumlah tahun penderita menjadi tidak produktif karena sakit). Tujuan umum penelitian ini adalah menentukan upaya penemuan yang lebih cost effective antara upaya penemuan penderita kusta barn secara aktif dan pasif dengan menggunakan metode CEA, dengan tujuan khusus : 1) Menganalisis karakteristik penderita kusta 2) menghitung biaya total (biaya langsung dan biaya tak langsung) upaya penemuan penderita kusta barn secara aktif dan pasif 3) Menghitung jumlah penderita kusta baru yang ditemukan secara aktif dan pasif 4) Menghitung jumlah DALY (Dissability Adjusted Life Year) penderita kusta baru yang ditemukan secara aktif dan pasif 4) Menghitung Cost Effectiveness Ratio (CER) dari upaya penemuan kusta baru secara aktif dan pasif, serta menentukan upaya yang lebih cost effective. Penelitian ini merupakan penelitian kasus (studi kasus), dimana lokasi penelitian dipilih berdasarkan banyaknya jumlah penderita dan tingginya angka indikator penularan dan kecacatan, sehingga terpilih Puskesmas Dungkek karena mempunyai jumlah penemuan penderita tertinggi kedua dengan indikator yang tinggi pula (MB Rate 91,67%, Dissability Grade II 20,83% dan Child Rate 6,25%). Batasan waktu analisis penelitian ini adalah Tahun 2005, dengan rincian responden penelitian adalah semua penderita kusta baru di Puskesmas Dungkek yang ditemukan selama setahun dan biaya yang dikeluarkan baik oleh pemerintah maupun oleh penderita kusta pada Tahun 2005. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, mulai akhir Mei sampai Juli 2006. Asumsi yang dipakai pada perhitungan CER yaitu 1) Total biaya terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung, biaya langsung penemuan aktif yang diteliti adalah biaya operasional dari pemerintah yang terdiri dari biaya RVS, pemeriksaan kontak intensif, pemeriksaan anak sekolah, gaji petugas, dan biaya obat, sedangkan biaya langsung upaya penemuan pasif adalah biaya berobat ke pelayanan kesehatan swasta, sedangkan biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan adalah bagi yang berobat ke puskesmas. Biaya tidak langsung upaya penemuan aktif dan pasif terdiri dari biaya transportasi, biaya konsumsi, biaya kesempatan, biaya tunggu, dan biaya kerugian akibat cacat sebelum ditemukan. Khusus untuk penemuan aktif ditambah biaya berobat sebelum ditemukan 2) Analisis objective terdiri dari 3 simulasi yaitu jumlah penderita, DALY dengan parameter YLD (Years Life of Dissability) sesuai National Burden Of Disease (NBD), dan DALY dengan parameter YLD yang dimodifikasi sesuai data penelitian. Komponen DALY terdiri dari data demografi, data epidemiologi, parameter YLD (dissability weight, rata-rata umur atau onset penyakit dan rata-rata lamanya disabilitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu penderita kusta adalah sebesar 43,8% dari total penderita datang ke puskesmas (upaya penemuan pasif), sebagian besar (52,1%) berada pada usia produktif (kelompok umur 15-44 tahun), jumlah penderita laki-laki dan perempuan sama, pekerjaan terbanyak adalah petani yang bekerja pada pagi hari. Sebagian besar penderita kusta merupakan kelas sosial menengah ke bawah. Klasifikasi penderita terbanyak adalah tipe MB yaitu sebesar 85,4%. Karakteristik berobat saat pemeriksaan pertama kali yaitu frekuensi berobat umumnya 1 kali dengan jenis transportasi terbanyak dengan berjalan kaki. Sebagian besar (52,1%) dari total penderita tidak memerlukan pengantar, 25% penderita telah mengalami kecacatan saat pertama kali periksa dan sebesar 58,3% dari total penderita mengalami penurunan produktifitas. Analisis total biaya dapat disimpulkan bahwa : 1) Biaya langsung upaya penemuan aktif lebih besar daripada biaya tidak langsungnya, 2) Biaya langsung upaya penemuan pasif lebih kecil daripada biaya tidak langsungnya 3) Total biaya upaya penemuan aktif lebih besar daripada total biaya upaya penemuan pasif. Analisis Objective dapat disimpulkan bahwa 1) simulasi pertama, didapatkan hasil yaitu jumlah penderita penemuan pasif lebih banyak daripada upaya penemuan aktif, 2) simulasi 2, didapatkan bahwa jumlah DALY penderita penemuan pasif lebih lama daripada penemuan aktif dan 3) simulasi 3, didapatkan bahwa jumlah DALY penderita penemuan aktif lebih lama daripada penemuan pasif. Penentuan upaya penemuan penderita yang cost effective didapatkan dari hasil perhitungan CER yaitu jika dihitung memakai rumus 1 dan 2, disimpulkan bahwa upaya penemuan pasif lebih cost effective dibandingkan dengan penemuan aktif. Peneliti lebih merekomendasikan rumus ketiga, karena merupakan penilaian kwalitas (DALY), parameter YLD mempertimbangkan kondisi aktual penderita serta lebih logis dan realistis untuk dipakai pada level kecamatan. Dari hasil penghitungan ketiga, didapatkan bahwa upaya penemuan aktif adalah yang lebih cost effective.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 13/07 Uta a
Uncontrolled Keywords: CEA, Leprosy, Case finding, DALY. CER
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RIFMI UTAMI, 090410756LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNyoman Anita Damayanti, Dr., drg., MSUNSPECIFIED
ContributorNoorlailie Soewarno, Dr., SE., MBAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 08 Jun 2017 17:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36312
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item