MODEL PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) SESUAI POTENSI DAERAH DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR

SUKARTI, 090315128 M (2006) MODEL PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) SESUAI POTENSI DAERAH DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-sukarti-3724-tps130-k.pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-sukarti-3724-tps1307.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) pada masa krisis telah menunjukkan ketahanannya dalam menghadapi gejolak perekonomian makro. Skala usaha tersebut mampu bertahan bahkan tumbuh dengan sangat baik. Berdasarkan data statistik Jawa Timur pada tahun 1999-2002 menunjukkan peranan UKM dalam perekonomian moneter (PDRB ADHB) sebesar 52%. Setiap tahunnya nilai tambah UKM di Jawa Timur mengalami peningkatan yang cukup siginifikan, akan tetapi kondisi tersebut sangat ironis dengan banyaknya kelemahan UKM baik dari sisi SDM maupun sumbar daya produksi lainnya. Permasalahan UKM yang sangat krusial secara internal yang terdiri dari masalah terbatasnya kepemilikan aset produksi, rendahnya kemampuan SDM, dan kelembagaan usaha belum berkembang secara optimal. Kelemahan tersebut, bisa dikatakan sebuah lingkaran yang saling mempengaruhi. Dan permasalahan yang terjadi di UKM tersebut lebih pada permasalahan Sumber Daya Manusia UKM. Menyangkut persoalan sumber daya manusia dalam pemberdayaan UKM, masih banyak ditemukan adanya keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang berbagai hal yang menyangkut profesionalisme bisnis. Etos kewirausahaan dan penguasaan teknis produksi dan penanganan aspek manajerial, masih terlihat lemah. Hal demikian berdampak kurang balk terhadap perkembangan kinerja UKM. Sehingga peningkatan kualitas SDM terutama yang terampil, berpengetahuan dan memiliki etos, serta komitmen moral yang tinggi perlu dilakukan terus menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kabupaten Magetan disebut sebagai "mutiara timur dibelahan barat" merupakan salah satu kebanggaan pariwisata Jawa Timur. Berbagai obyek wisata tersebar di wilayah ini. Kabupaten yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani ini, mempunyai potensi besar bagi pengembangan UKM. Menurut data Dinas Koperasi dan PKM Jawa Timur (2004), UKM yang ada di Kabupaten Magetan antara lain sentra penyamakan kulit, kerajinan kulit, perkebunan jeruk Pamelo, kerajinan anyaman bambu, makanan khas, genteng dan juga sentra logam. Magetan dikenal sebagai pusat jeruk Pamelo dan menjadi pemasok kebutuhan di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Magetan. Namun kondisi atau peluang besar itu baik sumber daya alam dan SDM belum termanfaatkan secara optimal. Hal ini terlihat seperti pada pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah. Padahal potensi itu cukup besar untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai motor penggerak laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magetan. Permasalahan yang ada adalah bagaimana model pengembangan kualitas SDM UKM sesuai potensi daerah dikabupaten Magetan agar SDM UKM yang ada mampu bersaing dalam persaingan global. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun model pengembangan kualitas SDM UKM sesuai potensi Daerah Kabupaten Magetan agar siap menghadapi persaingan global. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan interview dan Focus Group Discussion. Analisis data dari penelitian ini menggunakan tehnik analisis kualitatif. Data yang bersifat kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara dan diskusi, dianalisis secara kualitatif menggunakan pijakan teori melalui suatu corak analisis yang sistematis. Sedangkan Focus Group Discussion (FGD) merupakan pendalaman dalam rangka identifikasi model yang diharapkan serta penegasan status dari masing-masing indikator. Selanjutnya analisis model Pengembangan kualitas SDM UKM sesuai potensi daerah di Kabupaten Magetan dilakukan melalui tabulasi dan sirnulasi perbandingan antara model teoritis Pengembangan kualitas SDM dengan model yang diharapkan pada waktu diskusi dengan pelaku usaha, dinas-dinas terkait dan lainnya. Informan penelitian ini adalah pelaku usaha dari empat sentra yaitu, sentra kerajinan anyaman bambu, kerajinan kulit, makanan khas Magetan dan sentra agrobisnis Jeruk Pamelo. Jumlah informan adalah 36 orang dari pelaku usaha dan 8 orang informan untuk peserta FGD yaitu empat ketua sentra, disperidag, dinas Koperasi&PKM, dan ketua Business Development Services (BDS). Model pengembangan kualitas SDM UKM sesuai potensi daerah dilihat dari empat aspek kualitas SDM, yaitu aspek kemampuan teoritis, tehnis, konseptual dan kemampuan moral dan potensi daerah berupa potensi sumber daya alam, SDM dan juga potensi budaya. FGD menghasilkan bahwa semua indikator dalam aspek kemampuan teoritis dan konseptual serta indiktor kerjasama pada kemampuan moral merupakan aspek yang menjadi Key Performance Indicator (KPI) dalam hal kualitas SDM. Sedangkan potensi daerah yang menjadi KPI adalah semua indikator dari potensi sumber daya alam, sebagian indikator dari potensi sumber daya manusia. Indikator kemampuan tehnis dan beberapa kemampuan moral bersama dengan indikator potensi budaya, menjadi faktor penunjang untuk mencapai tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas SDM UKM di Kabupaten Magetan secara kemampuan teoritis pada indikator produksi sebesar 63,89% menguasai proses produksi dengan baik dan indikator administrasi hanya 38,89% padahal sebagian besar pelaku usaha telah mengikuti pelatihan. Aspek kemampuan tehnis indikator inovasi sangat rendah yaitu sebesar 2,78% dan indikator difersifikasi juga hanya sebesar 25%. Kemampuan konseptual dalam indikator kemampuan melakukan pengembangan usaha (penyusunan proposal bisnis) sebesar 1,89%, indikator rencana pengembangan hanya 22,22% dan seluruh pelaku usaha tidak pernah menggunakan jasa pihak lain dalam upaya pengembangan usaha. Kemampuan moral, indikator kerjasama cukup baik, yaitu sebesar 69,44%. Seluruh pelaku usaha memandang kegagalan sebagai sesuatu yang wajar dalam dunia bisnis. Potensi daerah Kabupaten Magetan, adalah tersedianya bahan baku bagi semua usaha kecil menengah yang ada di daerah ini. Pariwisata merupakan potensi alam Magetan yang sangat potensial untuk dikembangkan dan juga berpengaruh terhadap perkembangan UKM di Magetan. Upaya untuk pengembangan UKM di Magetan, antara lain dengan pelatihan manajernen dan produksi, menjadikan sentra yang ada sebagai tujuan wisata (agrowisata), peningkatan tehnologi bagi beberapa sentra, memperbesar sentra yang sudah ada dan prornosi melalui media dan pameran. Berdasarkan hasil FGD maka model pengembangan kualitas SDM UKM sesuai potensi daerah Magetan adalah dengan peningkatan kualitas SDM pada kemampuan teoritis dan konseptual yang diarahkan untuk pengembangan potensi pariwisata Magetan secara optimal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPS 13/07 Suk m
Uncontrolled Keywords: Human Resource Quality Development Model, Small and Medium Enterprises (SMEs), and Regional Potention
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD2340.8-2346.5 Small and medium-sized businesses, artisans,handicrafts, trades
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
SUKARTI, 090315128 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHaryono Suyono, Prof., MA., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorJusuf Irianto, Drs., M.ComUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 08 Jun 2017 17:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36316
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item