PENGARUH DARI MOTIF BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN WIRAUSAHAWAN DAGANG TERHADAP KINERJA WIRAUSAHAWAN DAGANG ASLI MANGGARAI DI KABUPATEN MANGGARAI

RICARDUS ADVEN DHADA, 090415439M (2006) PENGARUH DARI MOTIF BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN WIRAUSAHAWAN DAGANG TERHADAP KINERJA WIRAUSAHAWAN DAGANG ASLI MANGGARAI DI KABUPATEN MANGGARAI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-dhadaricar-3727-tps220-k.pdf

Download (521kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-dhadaricar-3727-tps2207.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kepuasan Pelanggan merupakan suatu akibat dari adanya kesesuaian antara harapan konsumen dengan kinerja yang dirasakan dari layanan wirausahawan dagang. Kepuasan konsumen akan tercapai bila konsumen tidak kecewa dengan layanan dagang yang ditawarkan, Kotler (1997). Sementara itu Klinger dan Nabaldin mendefinisikan kinerja merupakan fungsi perkalian dari kemampuan dan motivasi dan masing-masing orang. Mc Cleland (1961) mengatakan bahwa motivasi yang berhubungan dengan seorang wirausaha adalah motif berprestasi mereka. Motif Berprestasi seseorang diukur dengan menggunakan indikator Komitmen seseorang terhadap konsumen, sikap optimisme dalam berusaha, berfikir hal-hal yang positif, dan kemandirian dalam berusaha. Robins (2001) mendefiniskan kemampuan sebagai kapabilitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas yang ia terima. Dalam hal berwirausaha maka kemampuan seseorang dalam berwirausaha dapat diterjemahkan kedalam kemampuannya memberikan kualitas layanan yang terbaik. American Society For Quality Control (1989) mendefinisikan kualitas sebagai keseluruhan ciri atau sifat dari suatu produk yang berpengaruh terhadap kemampuannya untuk memuaskan konsumen. Kunz dan Boone (1995) menambahkan bahwa kualitas sebagai suatu keungulan atau kelebihan jasa yang dihasilkan oleh seorang wirauhawan atau individu. Blumberg (1991) mengatakan bahwa : " Service quality is very strongly influenced by customer perceptions of reality ". Mengukur Persepsi Konsumen menurut Engel et at (1994) dapat digunakan dua model yaitu pengukuran pengetahuan obyektif dalam hal ini menyadap ingatan konsumen tentang terminologi, kesadaran akan merek, dan kepercayaan akan layanan, sementara model pengukuran kedua adalah menyadap pengetahuan yang mereka miliki tentang suatu produk. Analisis data memperlihatkan bahwa pengaruh langsung dari motif berprestasi terhadap kepuasan konsumen bernilai signifikan dengan sifat pengaruhnya positif sebesar gama () 0.51 (mendekati +1) dengan nilai t muatan faktor sebesar 5.21 lebih besar dari nilai titik kritis 1.96. Oleh karena itu hipotesis yang mengatakan ada pengaruh langsung secara simultan dari motif berprestasi terhadap kepuasan konsumen kebenaranya DITERIMA . Dimana ketika wraisauaha menaikan hasrat motif berprestasi dalam diri maka hal ini akan berpengaruh menaikan kepuasan konsumen akan layanan. Pengaruh tidak langsung dari motif berprestasi terhadap kepuasan konsumen melalui persepsi konsumen sebesar nilai () x ()= 0.43 dengan nilai t muatan faktornya sebesar -12.231 lebih besar dari nilai titik kritis 1,96. Oleh karena itu maka hipotesis yang mengatakan ada pengaruh tidak langsung dari motif berprestasi terhadap kepuasan konsumen melalui peran persepsi sebagai variabel antara kebenaranya DITERIMA. Akan tetapi hipotesis ini tidak bisa diterapkan karena tidak mungkin ketika seorang wirausaha motif berprestasinya baik akan menurunkan atau membentuk persepsi yang negatif tentang layanan wirausaha tersebut dan secara langsung menurunkan tingkat Loyalitas dan Keputusan Pembelian Ulang Konsumen. Apalagi korelasi yang terjadi nilainya lemah, sehingga dalam rekomendasi pembuktian ini tidak direkomendasikan untuk diterapkan. Pengaruh yang terjadi antara kemampuan terhadap kepuasan konsumen bersifat tidak langsung. Karena nilai koefisien jalur yang bernilai signifikan hanya pengaruh dari kemampuan wriausaha terhadap kepuasan konsumen melalui variabel antara persepsi konsumen sebesar (nilai () 1.77 x () 0.43= 0.76 ). Hal ini berati bahwa Hipotesis Ketiga Yang menyatakan Ada Pengaruh Tidak Langsung Secara Simultan Dan Kemampuan Wirausaha (Kecepatan Daya Tanggap Wirausaha, Keandalan Wirausaha, Jaminan Wirausaha, Perhatian Wirausaha) Terhadap Kepuasan Konsumen melalui variabel antara persepsi konsumen DITERIMA. Hal ini di karenakan nilai t muatan faktomya bernilai signifikan sebesar 20.4756 lebih besar dari nilai titik kristis 1.96. Diterimanya Hipotesis ketiga membuktikan bahwa ketika wirausaha menaikan kemampuannya dalam memberikan kualitas layanan maka akan berpengaruh terhadap baiknya persepsi konsumen tentang layanan dan berpengaruh terhadap naiknya kepuasan konsumen dalam menikmati layanan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPS 22/07 Dha p
Uncontrolled Keywords: Merchant, need of achievement, service quality, customer perception, customer satisfaction.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1010-1014 The merchant. Business enterprises
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
RICARDUS ADVEN DHADA, 090415439MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH. Haryono Suyono, Prof., MA., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorSunarjo, dr., M.S., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 12 Jun 2017 22:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36319
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item